CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 34


__ADS_3

Sekarang rasa mual Nina sudah berkurang dan perutnya sudah kelihatan menonjol.


"Hasil karya kita berdua ada disini",ucap Nina dengan bersandar dipelukan Fahris .


"Ahakkk....


"Aku tertawa mendengar ucapan mas Fahris.


"Mengapa tertawa, tanya Fahris kepadaku.


"Mas,lucu ah?"kata-kata itu pernah mas ucapkan saat kita masih pacaran.


"Benarkah, kau masih mengingatnya?


"Iya, aku sangat menyukainya.


"Nina merebahkan kepalanya didada Fahris, tersunging senyum yang indah,dibalik matanya yang Teduh.


"Jangan-jangan jauh dariku,aku takut seperti yang dulu.


"Kita sudah menikah,tidak ada yang memisahkan kita,ucap Fahris menepis rambut yang menutupi wajah Nina.


"Perasaanku akhir-akhir Ini merasa tidak enak?


"Aku bermimpi yang sama, saat kita berpisah dulu.


"Aku meminta padanya,izinkan aku melahirkan anakku, setelah itu ambilah diriku, sebagai gantinya.


"Fahris merasakan dadanya terasa hangat, jangan menangis,sayang.


"Fahris mengendong Nina, membawanya kekamar. "Sekarang kamar mereka pindah dibawa, Fahris tidak mau mengambil resiko, Kalau terjadi sesuatu terhadap istri dan calon anaknya.


"Fahris mencium lembut bibir Nina, lebih dalam dan sangat dalam sampai kerongga mulut.


"Lagi rasanya hangat, mas?"Fahris membuka kancing baju Nina.


"Ia melihat dua bukit dada Nina yang kencang dan perutnya yang buncit.


"Fahris meremas dua bukit Nina yang mengeras dengan sangat hati-hati,memainkan ujung bukit dengan kedua jarinya.


"Nina merasa sudah tidak tahan dengan memangil nama suaminya.


"Mas Fahris..


"Ahk... Ahk... ahk...


"Fahris meraba-raba bagian paling bawah yang sudah basah.


"Aku akan melakukannya sangat pelan-pelan, takut anak kita terguncang.


"Sayang,tutup telingamu, nak?

__ADS_1


"Sudah siap?"Nina mengganggukan kepalanya.


"Akhirnya selesai juga?


"Apakah Kau lelah?


"Iya, sedikit.


"Jangan minta setiap hari,kau tahu siapa aku?


"Tentu saja,aku tahu siapa suamiku.


"Kemarilah,aku ingin mengelus perutmu yang semakin membuncit.


"Sekarang tidurlah, sayangku.


"Akhir-akhir ini,kesehatan istri anda mengalami penurunan,semakin bertambah bulan,semakin kelihatan.


"Fahris masih ingat,apa yang dokter katakan.


"Kurangi permainan ada masalah dengan ginjal istri anda.


"Kalau ada masalah dengan ginjalnya, kita tidak bisa menggugurkan kandungannya, resiko keduanya meninggal.


"Ya, Allah jangan gelapkan lagi dunia hamba, kalau itu sampai terjadi aku tidak bisa kembali,ucapku memohon.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Walaikumsalam,aunty?


"Lihat kami berkumpul untuk melihat kakak.


"Ibu dan bapak,apa kabar kalian?


"Alhamdulillah,baik dan sehat.


"Apakabar cucu kami?


"Sehat dan selalu bergerak,ucapku.


"Dirimu kurang sehat,nak?


"Tidak ibu, Nina tidak apa-apa.


"Bu....


"Iya, sayang?"ada apa.


"Jika Nina ada kesalahan baik yang disengaja, ataupun yang tidak disengaja,Nina meminta dan memohon ibu memaafkan Nina.


"Pak...

__ADS_1


"Iya, mendengar kata-katamu, bapak menjadi takut.


"Ahak....


"Bapak lucu, masak sama Nina takut.


"Sebentar lagi dirimu akan menjadi orangtua.


"Pak, Nina ngak mau tua,karena Nina yang meninggalkan bapak duluan.


"Ngak baik ngomong seperti itu,nak?


"Bapak tidak boleh banyak bekerja,pikirkan kesehatan bapak.


"Anak-anak bapak,sudah bekerja sudah tidak ada hak lagi untuk menafkahinya.


"Nina sudah menyiapkan tabungan untuk hari tua ibu dan bapak,yang Nina titipkan sama Hendra.


"Nina minta maaf sama bapak atas semua kesalahan-kesalahan, Nina.


"Nina ngak bisa hadir dihari pernikahan Kia?


"Ah, yang benar sih, kak?


"Itukan empat bulan setelah kakak melahirkan.


"Nanti mas Fahris yang mewakilkan.


"Kakak lupa, Kia?


"Apa yang kakak lupakan?


"Ada satu set perhiasan, dilemari laci paling bawah untuk hadiah pernikahanmu, terima kasih telah menjadi ojek online kakak.


"Sekarang Kia tidak menjadi ojek online kakak lagi.


"Assalamu'alaikum...


"Hai,ganteng?


"Walaikumsalam...


"Hai, semuanya?"bapak dan ibu apakabar?


"Alhamdulillah sehat,nak.


"Setelah selesai berbicara,Nina mengakhiri panggailan.


"Dasar nakal, sudah mas katakan jangan naik Sendirian diatas.


"Iya, siap pak?

__ADS_1


__ADS_2