
"Halo...
"Bagaimana hasilnya,dari mana mereka mendapatkan obat yang sangat langka itu?
"tanya Kinan kepada orang kepercayaannya.
"Obat Itu dipesan dokter Lisa dari Korea,pak?
"Brengsek kau Lisa,aku akan membuatmu menderita karena ulahmu sendiri.
"Bawakan buktinya padaku? "baik, Pak.
"Buat tuntutan,yang membuat ia tidak bisa keluar dari penjara dengan mudah dan cabut izin prakteknya.
"Dia harus bisa merasakan,bagaimana rasanya tidak memiliki uang.
"Baik, pak?"kami akan melaksanakannya.
"Kinan kembali masuk kedalam rumah dan melihat Artami yang sudah mulai bosan.
"Kinan merebahkan kepalanya dipangkuan Artami.
"Mengapa lama,aku bosan disini. "Tapi disini banyak orang,sayang.
"Kinan,bawa Artami masuk kedalam kamar.
"Baik, tante?"ucap Kinan mengiyakan.
"Nakal..?"ucap Kinan mencium hidung Artami.
"Setelah masuk kamar,Artami duduk dipinggir tempat tidur dan meminta Kinan membuka jendela,karena ingin menghirup udara pepohonan.
"Kinan duduk disamping Artami,ia sangat tahu Artami belum sepenuhnya hilang dari pengaruh obat tersebut.
"Artami mencium bibir Kinan dan merasakan kehangatan dan kedamaian disana.
"Siang ini mereka kembali menyatukan cinta, dibalik desahan penuh gairah,sehingga keringat membasahi tubuh mereka berdua.
"Kak..?"Artami ingin tidur,rasanya sangat lelah.
"Tidurlah..?"ucap Kinan dengan mencium dahi sang istri.
"Jangan tinggalkan Artami,takut mereka datang lagi.
"Iya,kakak akan selalu ada disini.
"Setelah Artami,benar-benar tertidur,barulah Kinan beranjak menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya.
"Saat air menyentuh kulitnya,ia merasakan perih dikulitnya luka dari gigitan Artami.
"Baru saja keluar dari kamar mandi,pintu kamar Ada yang mengetuk.
"Tok... tok... tok....
"Kinan cepat-cepat melangkah kearah pintu.
"Ayah..?
"Ssttt...?"jangan kencang-kencang Artami baru saja tidur.
"Fahris masuk untuk melihat keadaan Artami.
"Apakah luka ini sangat sakit,tanya Fahris kepada Kinan.
"Fahris dapat melihat bekas gigitan Artami yang masih memerah ditubuh Kinan.
"Tidak ayah..?"asalkan dia sembuh,itu saja keinginanku.
__ADS_1
"Ada sesuatu hal yang ingin ayah bicarakan padamu.
"Ayah,tunggu dibawah.
"Selang beberapa menit Kinan sudah berada diruangan kerja Fahris.
"Hukuman apa yang akan kita berikan kepada mereka.
"Untuk Lisa,Kinan sudah menyerahkan urusannya dengan pengacara,karena Kinan tahu siapa Lisa.
"Untuk yang lainnya Kinan serahkan kepada ayah.
"Apakah kalian tidak ingin mengadakan resepsi pernikahan.
"Untuk saat ini,Kinan rasa jangan dulu, ayah?
"Karena kondisi Artami yang tidak memungkinkan.
"Fahris bangga mempunyai menantu seperti Kinan.
"Sayang, Artami kita akan baik-baik,saja?
"Gumam Fahris dengan menatap foto Nina, yang menghiasi meja kerjanya.
"Senyum yang indah.
**//**//**//**//**//**
"Sudah enam bulan berlalu.
"Sayang....?
"Hehmmm....?"Ini hari minggu sayang,aku masih ingin tidur.
"Sayang..!!!"Kau inikan dokter harus banyak-banyak berolahraga.
"Tidak akan pernah bisa,karena Kau tidak bisa tidur sebelum mencium bau tubuhku.
"Kinan mengendong Artami,masuk kedalam kamar mandi.
"Aku mau kita berolahraga bersama.
"Tetapi Aku sudah mandi.
"Masak bodoh,sebelum Artami berbicara lagi, Kinan ******* bibirnya Artami.
"Ia melucuti pakaian Artami yang menghalangi penjelajahannya.
"Tubuh putih mulus Artami menjadi candu baginya.
"Sayang..?"Aku sudah tidak tahan,cepat selesaikan ini,ucap Artami.
"Kinan memasukkan jagoannya yang sudah mengeras kedalam gua nirwana yang penuh dengan kenikmatan.
"Tok... tok... tok...
"Kinan...?"Artami...
"Kalian ada didalam,cepatlah keluar ada tamu jauh yang mencari kalian.
"Iya, ma....?"jawab mereka berbarengan.
"Kia....?"Rafi...?
"Apa kabar,adikku sayang.
"Hendra..?"Jeslyn....
__ADS_1
"Kalian menginap dirumah saja,masih banyak kamar kosong.
"Mang..?"barang-barangnya bawa kekamar tamu.
"Iya,Den.
"Bagaimana keadaan,lo sekarang?"tanya Hendra.
"Alhamdulillah,sehat.
"Mas..?"dimana Artami dan Kinan.
"Sebentar lagi turun,Kia.
"Tante Kia.....?"Artami berlari kecil memeluk Kia.
"Kinan hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.
"Tante... om..
"Apa kabar,semuanya?"tanya Kinan dengan mencium punggung tangan mereka.
"Mbokyem,masak apa didapur,sayang?"tanya Kinan,karena perutnya sangat mual mencium aromanya.
"Ngak tahu!"jawab Artami.
"Kinan berlari kewastefel dengan memegang perut dan memuntahkan semua isinya.
"Kamu masuk angin?"ngak tahu.
"Semua panik melihat keadaan Kinan,karena dua hari lagi,mereka akan mengadakan resepsi pernikahan yang tertunda.
"Kia, juga curiga jangan-jangan Kinan ngidam simpatik,dimana istri yang hamil suami yang merasakan ngidamnya,persis seperti Rafi dulu.
"Artami...?
"Iya, tante?"Ada apa?
"Kamu sedang hamil, yah?"tanya Kia.
"Ngak,tan?"jawab Artami.
"Coba deh di ingat-ingat,kapan terakhir datang bulan.
"Tunggu, Artami mau melihat stok pembalut Artami diatas.
"Jangan berlari!"jalan pelan-pelan,tegur Kinan.
"Iya,Artami lupa.
"Ya, Allah tingkahnya kayak Kak Nina, pecicilan,Ucap Kia.
"Hehmmm..?"Nina Itu istriku sahut Fahris dengan membulatkan matanya.
"Tante...?"benaran stoknya yang dua bulan masih utuh.
"Alhamdulillah,Artami bisa hamil juga.
"Artami melompat kegirang, membuat semuanya panik.
"Artami...?"jangan pecicilan.
"Semua kompak memarahi Artami,seperti suara dentuman.
"Ya, Allah?"Artami kamu membuat kita semua jantungan.
"Semua keluarga bahagia setelah dokter kandungan didatangkan kerumah dan membenarkan kalau Artami sudah isi enam minggu.
__ADS_1