
Mobil Fahris memasuki halaman rumah, Mang Ujang sedikit kaget melihat kedatangan Fahris,karena tumben tuan mudanya pulang sebelum subuh.
Buru-buru mang Ujang pergi mau membuka pagar, tapi dilarang oleh Fahris.
Sudah,mang Ujang lanjutin tidurnya.Biarkan saya menutupi pagarnya,ucap Fahris.
Fahris masuk dan melihat televisi masih hidup dan tidak dimatikan.
Ia tidak percaya,kalau Nina menunggunya pulang.
"Mengapa dirimu melakukan ini,sayang?",makin menggemaskan saja,gumam Fahris.
Fahris pelan-pelan duduk disamping Nina.Fahris tidak melepaskan pakaian dinasnya,diam-diam ia masuk dalam selimut Nina dan melingkarkan tangannya dipinggang Nina yang ramping,karena sangat letih Fahris akhirnya ikut tertidur dengan mendekap tubuh Nina.
*/*/*/*/*/*/*/*/*
Nina,mengeliatkan tubuhnya,ia merasa pinggangnya terasa berat.
Nina ingin membalikan tubuhnya,tetapi dekapannya semakin kuat.
Jangan bergerak, sayang. Ini masih terlalu pagi. Jika dirimu banyak bergerak, mas akan berbuat nakal,ancam Fahris dengan menyungingkan senyumnya.
"Mas, ini sudah Subuh kalau ada yang melihat kita seperti ini,bagaimana?",tanya Nina.
Mas,pulang ngak bangunin Nina.
Mas ngantuk.
"Mas...?".
"Apa lagi,sayang?",tanya Fahris.
Nina tersenyum bisa melihat Fahris dibagi hari.
Cup.
Fahris mengecup bibir Nina yang manis dan **********.
Fahris menahan tengkuk Nina untuk memperdalam kecupannya dipagi hari.
Nina melenguh dan terhanyut dalam pusaran kehangatan.
Kamu membangunkan singa tidur, sayang. Kamu masih ingat apa yang mas lakukan dulu,tanya Fahris.
Nina membesarkan matanya.
__ADS_1
Ingat, tetapi Nina ngak mau mas.
Fahris sudah diatas Nina dan mengunci kedua tangannya.
Sekarang tidak bisa bergerak, mau berontak,tanya Fahris.
Nina mengigit bibir bagian bawah karena takut.
Fahris mulai berhitung. Saaaatuuuuu....duuuuua....
Mas ampun,teriak Nina. Karena ia tahu kalau,Fahris sudah seperti ini,bisa-bisa aku tidak bernafas.
Saat Fahris ingin mengecup bibir Nina,papa Joko bersuara.
Sabar tunggu satu bulan lagi,Fahris menghentikan asyiknya setelah mendengar suara papa, yang menatap tajam kearahnya.
Fahris menarik tubuhnya dan bersandar disofa.Nina tertawa melihat tingkah lucu calon suaminya.
Papa, terima kasih telah menyelamatkan Nina dari pria ini,ucap Nina dengan memberikan jempolnya.
"Iya, saat ini papa bisa menolong, tetapi satu bulan lagi papa sudah tidak bisa menolong.
Nina hanya menatap bengong,kearah papa mertuanya.
Karena papa sudah tidak ada hak untuk mencegahnya.
Nina harus minta tanggung jawab pada pria itu.
"Baiklah".
Mas hari ini akan bersabar,tunggu pada saatnya nanti,ucap Fahris menakuti Nina.
Sepertinya aku harus menyusun agenda,untuk malam pertama dan malam-malam Selanjutnya.
Sebaiknya mas lari pagi dan fitness. Persiapkan tenagamu, ucap Fahris dengan mata tajam kearah Nina.
Fahris berlalu pergi meninggalkan Nina yang masih bengong mendengar ucapan Fahris.
Bulu kuduk Nina merinding mendengar perkataan Fahris.
"Apa maksudnya persiapkan tenaga?",tanya Nina dalam hati.
*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Kapan kak Ninamu pulang,Kia?",tanya pak Haris karena merasa sangat khawatir.
__ADS_1
Menurut mas Fahris minggu ini, karena masih Fahris harus mengurus izin pindah nikah, pak.
"Mengapa kakakmu tidak pernah cerita,kalau ia sudah punya calon suamimu dan akan menikah dalam waktu dekat ini?".
Ngak sengaja bertemu,pak?",karena hampir sepuluh tahun mereka berpisah.
Jadi,kakakmu pacaran waktu masih SMP. Pak Haris tidak percaya kalau Nina sempat pacaran diusia yang sangat belia.
"Mengapa dia begitu cepat dewasa?",gumam pak Harus.
"Apakah karena keadaan yang harus membuat ia terpaksa dewasa?".
Sedewasa itukah dia,sehingga ada pria yang menyukainya.
Bapak mau lihat seperti apa mas Fahris,tanya Kia.
Pak Haris sangat kaget melihat wajah Fahris yang tidak asing baginya.
Ini polisi yang biasa datang kerumah pamanmu.
Tapi pamanmu tidak pernah cerita kalau Fahris pacaran sama kakakmu.
Kalau itu Kia ngak tahu, pak.
Tapi menurut kak Rafi dan kak Hendra,itu sengaja dirahasiakan agar kak Nina tidak terganggu belajarnya.
Kak Rafi dan kak Hendra dulunya menyukai kak Nina.
Lalu,bapak tenang saja,kak Rafi benar-benar cinta sama Kia.
Kak Rafi cinta sama Kia karena ngak tahu, kalau Kia adiknya kak Nina.
Mas Fahris bilang kalau masalah gedung pernikahan,ia Serahkan semuanya kepada Kia, kak Rafi,kak Hendra dan kak Jeslyn.
"Pak?".
Mas Fahris akan datang membawa kak Nina,sekalian lamaran dan menikah, karena masih Fahris hanya punya izin satu bulan.
Menikah disini dan resepsinya tempatnya mas Fahris.
Sebegitu besarkah cintanya kepada kakakmu,sehingga ia mau berkorban segalanya?,tanya pak Harus.
Kia juga tidak mengerti, pak?,ujar Kia.
Pak Haris menerawang jauh,memikirkan pernikahan Nina dan tak lama lagi berpisah darinya.
__ADS_1