CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 29


__ADS_3

Dalam dua hari terakhir ini,Nina merasa tubuhnya mudah sekali letih dia juga sudah meminum obatnya dan membeli alat tes kehamilan, tetapi hasilnya tetap nihil.


Mengapa aku mudah sekali letih akhir-akhir ini?, apa ada yang salah dengan diriku,keluh Nina.


Ya,Allah, jangan sampai aku menyusahkan suamiku,papa dan juga mama. Berikan aku kesempatan memberikan kebahagian kepada suamiku dan keluarganya.Berikan aku sedikit waktu untukku hidup bersamanya. Ku pejamkan mata karena rasa mengantuk  membuatku selalu ingin tidur.


*********


Kalian tetap direncana semula dan sebagian lagi ikuti dua jalan utama, serta jalan alternative.


Pukul. 00.00,apa yang dijadikan target, menjadi kenyataan.


Ternyata pengiriman dilakukan,secara bertahap, dalam jarak waktu yang berbeda.Penyelidikan yanga dilakukan selama dua tahun terakhir membuahkan hasilkan.Selamat temana-teman,aku hanya ingin berada dibalik layar.


Pengiriman yang hampir merugikan negara, sekitar pilihan milyar berhasil ditangkap.Yang menjadi Pertanyaan teman-temanny, kemana Fahris.Nikmatlah teman-teman. Operasi harus berhasil,aku sudah menyelidikinya cukup lama.


Fahris tidak mau menujukkan kemampuannya kepada teman-temannya.Dia lebih senang dibalik layar dari pada menjadi aktor. Inilah yang membuat Karenina benci kepada Fahris.Bagi Fahris pangkat dan jabatan hanyalah titipan,yang diinginkannya saat ini hidup,tenang,bahagia bersama keluarga kecilnya nanti.


Fahris sengaja datang terlambat,dan langsung meminta maaf kepada teman-temannya.


Sorry.Aku hanya bisa melapor dan tidak ikut dalam operasi ini,ucap Fahris dengan memasang wajah memelasnya.


Tetapi,berkat laporan dan arahan, darimu,kita sukses, sahut Agung.


Pimpinan akan datang membawa personil tambahan untuk melakukan pembersihan.


Ada masalah dengan orang rumah,tanya pak Umar.


Pak Umar,dia baru merasakan punya orang rumah,sahut Bony.


Kalian,Fahris merasa wajahnya memerah.


Entahlah apa yang diucapkan rekannya adalah sebuah kebenaran, Ia sangat suka, saat Nina melingkarkan kedua tangan dipinggangnya. Ia sangat suka melihat Nina membenamkan wajahnya didada bidangku ini.


Sudah siap semua.


Iya,pak. Kita kembali Markas.

__ADS_1


Bripka Fahris,ikut saya.


Siap, pak.


"Ada apa ini Fahris?",tanya pimpinan padanya.Mengapa dirimu memerintahkan orang lain?,mengapa tidak dirimu,yang terjun langsung?,tanyanya lagi.


Fahris menyukai tugas lapangan,pak. Apakah dirimu tidak menyukai tugas didalam ruangan.


Iya,pak. Saya tetap ingin menjadi seorang informan.


 Saya juga mempunyai hotel,yang harus ditangani dengan exstra,saya tidak bisa setiap hari bisa ada diMabes,pak.


Baiklah aku terima keputusanmu.


Kembalilah.Siap, pak?


"Mengapa pimpinan?",tanya Bony


Meminta gue kembali lagi keposisi awal,ucapku.


"Terus, lo jawab apa?",pak Umar. Saya tolak dan lebih suka kerja dilapangan.


Bagaimana lagi,aku juga harus mengurus yang lainnya?,kalian tahu sendiri,hotel sangat berkembang pesat semenjak aku yang memimpin,ujar Fahris. Sudahlah kita harus cepat kemarkas,habis itu kita pulang.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Selamat pagi,ma,pa?",sapa Nina.


Pagi, sayangku.


Maaf,ma.Nina bangunnya kesiangan.


Ngak, apa-apa,cantiknya mama. Disini sudah ada banyak yang membantu, sahut papa.


"Fahris dimana, sayang?",tanya mama Tarti. Ngak pulang,ma.Jawab Nina


"Mengapa tidak pulang?",tanya mama Tarti.

__ADS_1


Mas Fahris,ada operasi besar-besaran,yang sudah ditargetkan dua tahun yang,lalu. Nina juga ngerti maksudnya,apa.Jadi Nina Iyakan aja.


Biarkan saja, nanti kita tunggu saja beritanya,sahut papa.


Apa yang kurang,ma. Nina bantuin, baru saja masuk kedapur Nina merasa perutnya seperti diaduk-aduk, tetapi ia tahan.


Nina kembali merasa pusing, mencium bumbu-bumbu didapur,ia paksakan karena tidak enak merepotkan orang lain.


Mama Tarti, menyentuh tangan Nina dan kaget karena agak panas.Kamu sakit, sayang?, tanya mama Tarti.


Hanya meriang sedikit, ucap Nina. Nina duduk saja, biarkan mama dan simbok saja mengerjakannya.


Nina duduk dan mau makan,apa?,tanya mama Tarti.


Nina ngak mau apa-apa,ma?",maunya mas Fahris saja.Nina ngak mau makan,kalau Mas Fahris belum pulang.


Mama...


Iya, sayang ada apa?,mama Tarti menoleh melihat kearah Nina yang menurutnya sangat aneh pagi ini.


Nina, kenapa belum hamil juga, sih ma?,tanya Nina dengan mata yang mulai berembun.


Udah tiga bulan menikah,Nina belum ada tanda-tanda hamil. Lihat ini,setiap pagi Nina tes kehamilan hasilnya masih nihil.


Ya,Allah..?,ampunilah dosa-dosa Nina.


Sini mama peluk, sayangku.Mama Tarti tahu kesedihan menantunya,tidak semua orang menikah langsung bisa hamil.


Ma......


Nina mual rasanya mau muntah, celemeknya mama bau bumbu-bumbu.Nina berlari menuju westafel dan memuntahkan cairan putih. Mama Tarti memperhatikan tujuh jenis tes kehamilan yang diletakkan Nina diatas meja.


Mama Tarti kaget semua hasilnya positif hamil. Mengapa Nina mengatakan hasilnya nihil.


Mama Tarti tersenyum,melihat sikap lugunya Nina. Sudah mama ngak marah, kalau Nina belum bisa hamil.


Nina mau buang tes kehamilannya saja,karena membuat Nina jengkel.

__ADS_1


Jangan,nanti mama yang membuangnya, ujar mama Tarti. Nina duduk disofa saja,sambil tungguin Fahris pulang.


"Ada apa,ma?",mama Tarti memberi isyarat kepada suaminya untuk mendekat. Pak Joko mendekati istrinya dan melihat tes kehamilan Nina yang positif setelah mendengar penjelasan istrinya, ia tersenyum gembira."Terima kasih, ya Allah.


__ADS_2