CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 5


__ADS_3

**/Tour/**


Akhirnyanya sampai juga kita. Selamat datang dikota "L", ucap yang lainnya dengan gembira.


Allah,semoga aku tidak bertemu dengannya,ucap Nina dalam hati saat kakinya melangkah turun dari pesawat.


"Bu Nina,kenapa?",takut,yah.


Tanya karyawan yang lainnya,saat melihat Nina yang agak ragu saat ingin turun dari pesawat.


"Ngak",ucap Nina walaupun dalam hatinya mengatakan sebenarnya.


Buanglah rasa takutmu itu,Nina.Sampai kapan dirimu menghindar darinya,ucap Jeslyn untuk menyemangatiku.


Aku harus bisa dan harus dan tidak boleh lemah, batinku menguatkan.


Dari perusahaan "Persada Group",tanya seseorang yang berpakaian rapi ala kantoran.


Pak Jojo.


"Iya, pak?",saya pak Jojo yang ditugaskan menjemput rombongan dari "Persada Group".


Benar. Saya pak Hendra pimpinan dari perusahaan "Persada Group", ucap Hendra memperkenalkan diri.


Halo,pak Hendra.


Bisnya sudah menunggu, pak?",mari ikut saya ajak pak Jojo.


Terima kasih, pak Jojo.Sudah lama menunggunya,pak.


Ah, tidak pak.


Pak Hendra dan rombongan langsung jalan-jalan, "apa istirahat dulu?",tanya pak Jojo.


Kita kehotel dulu pak Jojo, kami ingin istirahat terlebih dahulu, setelah itu jalan-jalan.


"Nah.. ?",pak Jojo sudah dengar,ucap Hendra.


Baik siap meluncur,ucap pak Jojo.


Nina merasa jari-jari tangannya dingin, Walaupun cuacanya sangat panas. Ia berusaha menutupinya agar Jeslyn dan Hendra tidak khawatir.


*//Deg-degan //*


"Fahris ada apa,sih?",di dalam bandara, muntahin makanan, sekarang dijalan muntahin minuman.


"Ada masalah?",tanya pak Agung yang merasa khawatir melihat keadaan Fahris.


Tidak ada,pak Agung. Jawab Fahris,yang memegang perutnya.


Fahris merasakan sesuatu yang aneh dengannya. Debaran jantungnya mengusik pikirannya.


"Apakah dia ada disini?".


"Mengapa rindu ini begitu datang tiba-tiba?", batin Fahris bertanya.


Ya, Allah akhiri penantian ini.Aku tak sanggup menahan debaran yang menyiksaku, gumam Fahris dalam hati.


"Bisakah kita berhenti disebuah masjid?",pinta Fahris kepada pak Agung.


"Ada apa Fahris?",tanya pak Agung karena bingung.


Perasaan saya tidak enak, pak.


Fahris wajahmu sangat pucat, ucap pak Agung panik melihat keadaan Fahris.

__ADS_1


"Apakah kita harus kerumah sakit?",pak Agung bertanya kepada Fahris.


Tidak, pak.Cukup kemasjid saja,pak. Saya mau beristirahat disana, ucap Fahris.


"Apa yang terjadi padanya saat ini?".


"Mengapa Fahris begitu gelisah?", gumam pak Agung melihat keadaan Fahris.


Agung hanya bisa diam,tak berani bertanya lebih mendalam tentang masalah pribadi Fahris.


*//Laper//*


Malam ini kita pergi kemalioboro,cari makan sekalian menikmati malam, pasti romantis.


"Iya, untuk lo sama Jeslyn".


Gue cuma jadi nyamuknya doang,ucap Nina dengan wajah yang merenggut.


Salah sendiri, ngak bawa pasangan?",sahut Jeslyn.


Gue ada yang membela,ucap Hendra.


"Iya, gue kalah dua kosong, ucap Nina kesal dengan menghentakkan kakinya.


"Ayolah, gue laper banget?",ucap Nina.


Sabar, Nina. Ucap Jeslyn yang ngacir masuk kekamar bersama Hendra.


Tungguin dilobby,kami mau ganti pakaian dulu, ucap Jeslyn sebelum menutup pintu kamar.


"Allahuakbar",jadi kalian belum siap.Gue, lo di jadiin nyamuk sama kalian berdua.


Aku kesal banget dikerjain sama dua manusia yang tidak berpri kemanusian dan keadilan.


"Bu Nina?" pak Hendra dan istrinya ada dimana, tanya salah satu karyawan yang juga ikut tour.


Bu Nina.kok jadi marah-marah,sih.


Makanya kalian harus sabar, tunggu big bos, ujar Nina kepada karyawan yang ada dihadapannya.


Itu orangnya sudah datang.


"Wah....!".


Pak Hendra dan bu Jeslyn seperti ABG saja, ucap pak Jojo.


Terima kasih Pak Jojo atas pujiannya.Kita let's go pak Jojo, Ucap Hendra.


Waktu malam dikota "L" memang indah,apa lagi berada dialun-alun kota ini, sungguh indah.


Pak Jojo membawa kami tempat lesehan yang menyajikan makanana yang enaklah.


"Pak Jojo!"


"Iya, neng?", jawab pala Jojo.


"Apakah setiap malam suasananya ramai seperti ini,pak?", tanyaku pada Pak Jojo.


Lumayan juga, neng.Kebetulan malam ini malam minggu, jadi lebih banyak pengunjungnya.


"Ooo...?", jawabku kembali menikmati suasana dialun-alun kota.


Beberapa pengamen mendatangi kami dan menyanyikan beberapa lagu.


Jangan dikasih banyak,neng. Ucap pak Jojo padaku.

__ADS_1


Emangnya kenapa, pak. Tanyaku penasaran.


Nanti yang lainnya datang kemari,jelas pak Jojo.


Malam ini,hatiku tidak bahagia,aku merasa jari-jari tanganku terasa dingin kembali sama seperti saat berada dibandara.


Jeslyn.


Aku jalan-jalan sama pak Jojo, pamitku pada Jeslyn agar mereka tidak khawatir.


"Iya"?,hati-hati Nina.


Pak Jojo tolong dijaga,yah. Pinta Jeslyn kepada pak Jojo.


"Baik, bu?", jawab pak Jojo.


Pak Jojo,kita cari minuman hangat. Minuman apa yang terkenal disini, tanyaku pada Jojo.


Wedang jahe mau,neng. Tanya pak Jojo.


Mau banget,pak Jojo. Saya sangat suka, apa lagi kalau ditambah bikin kenyang, ucapku.


"Ayo,neng ikuti saya.Ajak pak Jojo.


Tunggu,pak Jo. "Mengapa aku merasa berdebar seperti ini lagi?".


Ya Allah jangan lagi.


"Ada apa,neng?",tanya pak Jojo yang khawatir.


Agak capek,pak.Jawabku melihat pak Jojo menperhatikanku.


Itu, neng sudah dekat. Pak Jojo membawaku duduk dibangku yang sudah disediakan.


"Pak, Wedang jahenya dua", pak Jojo memesan minuman.


"Mengapa debaran ini tidak berkurang?".


Ya, Allah.Jangan menyiksaku dan aku menangis karena debaran rindu kepada seseorang.


"Neng".


"Neng kenapa menangis?",tanya Pak Jojo.


Kita kembali saja,pak. Kepala saya pusing,jangan kasih tahu yang lain,pak. Pinta Nina kepada pak Jojo.


Pak Jojo kita cari kendaraan lain saja,yang bisa mengantar saya kembali ke hotel,setelah itu pak Jojo temui yang lainnya.


Kalau mereka bertanya,saya harus jawab apa,neng. Tanya pak Jojo kepada Nina.


Bilangin saja saya sakit perut. perintah Nina.


"Baiklah, neng",ucap pak Jojo.


*//*//*//*


"Fahris...!kamu kenapa?"Fahris tidak menjawab Pertanyaan dari teman-temannya.


"Ia keluar dari warung untuk menghirup udara, karena tiba-tiba ia merasa sesak sampai mengeluarkan air mata.


"Ia, duduk dipinggir tortoar?"Agung mendekati Fahris karena khawatir terjadi sesuatu.


"Ada apa lagi? Tanya Agung.


"Aku merindukan seseorang,sepertinya ia sangat dekat.

__ADS_1


"Aku sangat terkejut melihat Fahris menangis. "Sangat berartikah orang,itu! sampai-sampai Fahris bisa meneteskan air mata.


__ADS_2