CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 7


__ADS_3

"Pertemuan"


Semua tertidur Karena kelelahan.Hanya aku dan pak Jojo yang masih terjaga.


"Ngak tidur,neng?",tanya pak Jojo.


Tidak ngantuk,pak.Saya mau temani pak Jojo,biar ngak ngantuk,ucap Nina tersenyum kearah pak Jojo.


Pak Jojo udah berapa lama kerja menjadi sopir?"tanyaku kepada pak Jojo untuk menghilangkan kejenuhan.


Sejak hotel diambil alih cucu pemilik hotel, jawab pak Jojo.


"Apakah sopirnya hanya Pak Jojo?",tanya Nina.


"Ngaklah, neng".Kalau sopirnya hanya saya, yah capeklah,neng.Ucap pak Jojo.


"Haaaa.. aaaaa... ?".


Pak Jojo bisa ngelucu juga.


Pemilik hotelnya hebat, punya inesiatif untuk menarik pengunjung menginap dihotelnya,ucapku memuji.


Ngak juga sih,neng. Dulu malah hampir ditutup,karena sepi.Setelah dikelola cucunya,dalam satu tahun mulai ada kemajuan.


Dibelakang hotel ada pantai yah,pak Jojo?,tanya Nina.


"Mengapa ngak dikelola,pak?",tanya Nina kepo.


Aden, ngak mau tempat favoritnya dikunjungi orang lain,karena dipantai itu dia bisa bekerja memeriksa laporan-laporan pemasukan dan pengeluaran hotel.


"Mengapa, pak Jojo bisa tahu semuanya?",tanyaku penasaran.


Karena Aden adalah teman kecil saya.Dia selalu marah kalau saya memanggilnya, dengan panggilan Aden.


"Ahahaaaa".


"Mengapa Pak Jojo,tertawa?",


hanya lucu saja, kalau melihat ia marah.


saya mengatakan kepadanya,saat berada ditempat kerja kita harus bersikap seperti bos dan karyawan,kalau diluar kita adalah sahabat.


"Pak Jojo,punya anak berapa?",tanya Nina lagi.


Dua masih kecil-kecil. "Mengapa neng Nina tersenyum?",tanya pak Jojo.


Dulu saya hampir menikah muda,karena ngak jodoh, yah sampai sekarang masih sendiri.


Ah,neng Nina masih muda,hanya sikap neng Nina kayak ibu-ibu.


Kok, pak Jojo bisa tahu,tanyaku keheranan.


Tentu saja dan rahasia,ucap pak Jojo.


Pak Jojo,mah curang, ucap kesal.


*/*/*/*/*/*/*/*


"Selamat malam,Pak".

__ADS_1


Para karyawan menunduk hormat setelah melihat pemilik hotel datang.


"Selly".


"Iya, Pak?",buru-buru Selly mendekat.


Pak Wawan sudah pulang, tanyanya kepada Selly.


"Iya, pak.


Beliau menitipkan ini pada saya untuk diberikan kepada bapak.


Hari ini pak Wawan pulang lebih awal, karena putrinya yang imut sakit.


"Mengapa dia tidak memberitahu,saya?", kalau gitu saya bisa ikut melihat keimutannya.


Selly, kamu boleh pulang sekarang. Mulai besok, kamu hanya boleh kerja sampai sore, ngak baik wanita hamil pulang malam-malam, nanti saya akan membuat peraturan baru,kalau wanita yang sedang mengandung hanya boleh bekerja dari pagi sampai sore.


"Terima kasih,pak?".


Sampai kapan wajah yang tampan itu, bisa kembali ceria.


Fahris begitu terlukakah hatimu?,untuk tersenyum seperti dulu,kau tak sanggup.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Jo..!".


"Lo ada dimana, sih?",tanyanya menyusuri bibir pantai.


Sudah dilobby, "ada apa?",tanya pak Jojo.


Cepat temuin gue ditempat biasa.


"Lo, tuh kebiasaan,bisa-bisa orang-orang curiga dengan hubungan kita berdua.


Hahah.


Jangan tertawa loh, gue jeweran kuping lo nanti.


Terserah, lo. Cepat kesini gue lagi sumpek.


"Pak Jo",terima kasih,yah.


Iya, neng Nina,balas Jojo lupa kalau lagi bicara dengan sahabatnya.


"Jo,lo ngomong sama siapa?",tanyanya penasaran.


Nanti gue ceritain,tunggu aja disana. Jojo menutup ponselnya dan cepat-cepat kehalaman belakang hotel.


Nina dari kejauhan melihat pak Jojo pergi kemalaman belakang.


Aku ingin tahu seperti apa pantai rahasia itu.Nina tersenyum lebar karena penasaran dan masuk kekamarnya untuk mandi dan berganti pakaian.


"Hai....lo ngak pulang lagi?",tanya Jojo saat melihat sahabatnya yang duduk sendiri disaung dipinggir pantai.


"Duduklah?",perintahnya. Berhenti minum ini, Jo mengambil kaleng minuman yang berada ditangan Fahris dan membuangnya.


"Jo..?",Lo tuh kebiasaan.

__ADS_1


Biarin,kebiasaan kalau ada masalah ini yang terus diminum.


Tuh udah lo buang, kaleng yang terakhir.


"Brengsek,lo?", umpat Jojo.


Tadi, lo ngomong sama siapa?"tanya Fahris penasaran.


Wisatawan, karena ia tidak bisa tidur, jadi kami ngobrol sepanjang jalan.


Karena namanya tidak asing ditelinga gue,ujar Fahris.


"Ngak mungkin dia?", gumamnya yang masih didengar Jojo.


"Dia, siapa?",tanya Jojo.


Sahabat lama, Jo. Jelas Fahris.


Tiba-tiba terdengar teriakkan suara perempuan yang berlari-lari kecil kearah pantai, yang mengusik pembicaraan Jo dan Fahris.


"Neng Nina?",ujar Jojo sangat kaget melihat Nina berada dipantai yang tidak boleh dimasukin pengunjung.


Fahris melangkah menuju kearah Nina setelah mendengar nama yang disebutkan Jojo.


Nina tidak menyadari ada seseorang dibelakangnya yang memperhatikan tingkah kekanak-kanakannya.


Mata Fahris berkaca-kaca melihat perempuan yang tidak asing baginya, yang sekarang tumbuh menjadi perempuan dewasa.


"Nina".


Ucapnya lirih, gadis mungilmu.


Nina menghentikan langkahnya dan menutup telinganya.


"Ya, Allah?".


"Mengapa suara itu ada disini?".Aku mohon hentikan,aku sudah lelah menanti.


"Nina,sangat terkejut saat merasa tubuhnya dipeluk oleh seseorang,harum tubuh ini, harum yang sama yang sangat ia rindukan.


"Ya, Allah katakan ini mimpi?".


Nina memejamkan matanya,untuk keluar dari dunia khayalannya. Tetapi, pelukkan itu semakin kuat.


Kali ini aku tidak akan melepaskanmu dan tidak akan pernah,lagi Nina.


Nina berontak berusaha untuk melepaskan pelukan yang membuat nafasnya sesak.


Fahris melepaskan pelukannya dan memberikan kesempatan kepada Nina untuk melihat wajahnya.


Nina,terperangah melihat pria yang ada dihadapannya dan berkali-kali mengusak matanya untuk memastikan, "apakah ia tidak bermimpi?".


Nina menangis tersedu-sedu,dibawah sinar rembulan ia melihat wajah yang tidak asing baginya.


Mas, katakan ini bukan mimpi,ucap Nina terisak langsung memeluk Fahris.


Suara lembut ini tidak berubah,sama seperti sepuluh tahun yang lalu.


Fahris langsung merengkuh tubuh mungil Nina dan berkata "tidak,Nina ku tidak sedang bermimpi".

__ADS_1


Saat Fahris mau mencium Nina untuk membuktikan kalau semuanya nyata, tiba-tiba,Nina pingsan dan membuat Fahris panik.


__ADS_2