CINTA PERTAMA 2

CINTA PERTAMA 2
BAB 41


__ADS_3

"Copet... copet...


"Teriak seorang ibu ditengah-tengah pasar, yang ketakutan."Kemana larinya?"masuk digang kecil, non?"jawab salah satu bapak-bapak.


"Lapor kepos penjagaan, minta mereka mengepung dua gang kecil disana.


"Santi,tolong temani ibu ini, gue akan mengejar penjahatnya.


"Tami jangan gila, ucap Santi karena khawatir.


"Tenang saja,aku pasti mendapatkannya, jawab Tami.


"Artami sering melewati gang kecil ini, untuk mempermudah jalan mencari kendaraan umum.


"Tami sangat tahu gang yang kedua adalah jalan buntu.


"Ahk...!"akhirnya aku mendapatkannya.


"Serahkan tas Itu kepadaku,ucap Tami sambil mengatur nafas.


"Kalau kamu merasa bisa rebut saja,gampangkan.


"Anak perempuan sepertimu Ini tahu apa,sih?


"Dengan satu pukulan,aku bisa merobohkanmu.


"Waw... aku sangat takut, jawab Tami.


"Aku rasa dirimu belum berpengalaman, kalau berani seranglah aku.


"Buat Tami berhasil mendapatkan tas tersebut sudah cukup."Dia tidak mementingkan orangnya.


"Ia hanya ingin merampas tas itu saja dan tidak ingin melukai.


"Tetapi Tami tidak menduga, setelah berhasil merampas tas dari tangan sang pencopet, ia tidak dapat menghindar saat benda tajam melukai punda bagian kanan.


"Tami menjerit karena ia merasa lukanya tergores sangat dalam.


"Akh... Akh..... Ibuuuu.....


"Saat pencopet itu ingin menyerang Tami kembali.


"Artami masih bisa menghindar dan memberikan pukulan kearah perut yang membuat pencopet itu jatuh tengkurap.


"Meringis menahan sakit,karena darah terus keluar dari luka yang masih menggangga.


"Santi berteriak saat lengan Artami masih mengeluarkan darah.


"Pak, bawa dia ini barang buktinya serta senjata tajam yang melukai saya,ucap Tami kepada kedua polisi yang datang membantu.

__ADS_1


"Santi bawa saya kerumah sakit umum, aku tidak ingin ayah panik.


"Tami... ini darahnya masih keluar?"Iya gue tahu,diam aja bawel.


"Tami meminta santi mengeluarkan sapu tangan dari dalam tasnya,untuk membalut luka yang masih mengeluarkan darah.


"Santi bawa mobilnya, lengan gue sakit.


"Artami merasa pandangannya sedikit kabur, Karena lukanya masih mengeluarkan darah.


"Tam, gue pasti diomelin sama ayah Fahris? "ujar Santi karena melihat wajah Tami yang pucat.


"Diam.. bawel."Jawab Tami,karena pengelihatannya kembali kabur.


"Benar saja belum masuk pintu rumah sakit, tubuh Artami roboh,karena ia sudah tidak mampu melangkah.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*


"Nak, Mengapa kamu belum sadar,sih?"ucap Fahris yang mulai panik


"Kinan,ini bagaimana,nak?"mengapa Tami belum juga membuka matanya.


"Ayah,Tami masih dibawa pengaruh obat, jawab Kinan untuk meyakinkannya Fahris.


"Mengapa pertemuan kita harus seperti ini, Tami.


"Dulu demi menolong seorang teman, dirimu juga terluka.


"Artami...


"Apakah kamu sudah gila, hanya menolong orang lain,kau sampai terluka Seperti ini.


"Terus apa hubungannya kak Kinan jadi dokter.


"Artami...


"Jangan mencium kakak lagi, nanti pacarnya kak Kinan salah paham.


"Ingat,kau hanya adikku?"maksud kak Kinan mbak Tita,tanya Tami agak jengkel.


"Dia punya pria lain, Selain kak Kinan.


"Cukup Tami?"kakak tahu ini hanya akal-akalanmu saja,agar aku percaya.


"Karena pria itu bercerita,jika Kau yang membayarnya untuk mendekati Tita.


"Terserah,itulah yang diucapkan Tami.


"Semenjak kejadian itu, kami sudah tidak bertegur saps lagi.

__ADS_1


****Flahsback off****


"Samar-samar Tami bisa melihat wajah dan suara sang ayah.


"Ayah, jangan berisik?"kepala Tami pusing mendengarnya.


"Sayang akhirnya,kau sadar juga, nak?


"Aish.... kalian semua berkumpul?


"Aku hanya terluka kecil, kalian semua sudah panik.


"Kalau lukamu kecil, tidak mungkin kau menghabiskan dua kantong darah.


"Benarkah,ayah?"jangan bersedih,ayah.


"Aku berjanji, kalau bertemu dengan penjahatnya lagi,Tami akan bertanya apakah dia membawa senjata atau tidak.


"Artami...


"Ini tidak lucu, nak?


"Artami melihat mata sang ayah berkaca-kaca.


"Maaf,ayah?"ucap Artami dengan menggengam tangan sang ayah.


"Tami hanya punya ayah, nanti Tami akan meminta maaf kepada ibu karena telah membuat ayah khawatir.


"Fahris mencium puncak kepala putrinya.


"Bisakah drama Ini kalian hentikan,karena dokter cinta sudah datang.


"Mama hentikan,Kinan datang untuk melihat keadaan Tami, ini adalah pemeriksaan rutin.


"Terima kasih,nak telah menyelamatkan sebagian duniaku.


"Ayah,jangan berkata seperti itu?"Kinan menjadi merasa tidak enak.


"Ayah..Kinan harus melihat Tami, setelah itu Kinan harus melihat pasien lainnya.


"Apakah dirimu tidak bisa mengobrol dulu sebentar, karena sampai ketanah air, bukan langsung kerumah, tapi kerumah sakit.


"Ucap Heru sedikit kecewa.


"Pa.. maaf?"ucap Kinan.


"Kinan,mendekati Tami dan mulai memeriksa keadaannya.


"Besok sudah bosan pulang,terima kasih,ucap Fahris.

__ADS_1


"Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Artami,dia hanya memalingkan wajahnya saat Kinan melihat kearahnya.


"Apakah Tami masih marah,batin Kinan.


__ADS_2