
"Ayah.....
"Kemakam, ibu?"Tami kangen.
"Dasar manja,ngak sabaran?"jawab Fahris. "Iya, karena aku anak ayah."Karena ayah adalah bagian dari hidup Tami,setelah ibu tiada.
"Setiap ulang tahun Tami,hadiah dari ibu adalah surat, foto-foto Tami masih dalam kandungan ibu."Ayah selalu menceritakan tentang ibumu,begitu juga dengan tante Kia.
"Artami hanya ingin kemakam ibu untuk melepaskan rindu,ayah?"tangisanya Tami pecah didalam pelukkan sang ayah.
"Ayah dan anak menangis mengenang wanita yang sangat berarti dalam hidup mereka berdua.
"Tunggu, Ayah mengambil kunci mobil dikamar."Fahris membuka pintu kamar,ia masuk untuk mengambil kunci mobil dimeja kecil disisi tempat tidur.
"Ia,melihat foto Nina yang sedang berdiri didekat jendela melihat purnama."Fahris mengambil foto Nina melalui kamera ponsel.
"Apakah purnamanya sangat indah?"tanya Fahris,memeluk dan mengelus perut Nina yang memasuki usia lima bulan.
"Aku selalu meminta purnama,untuk menyampaikan salam rinduku padamu.
"Sekarang purnama telah menyatukan kita, dan ini hasil karyanya
."Nina menggengam tangan Fahris untuk tidak berhenti mengelus perutnya yang membesar.
"Ayah,mengapa lama?"lamunan Fahris terhenti,setelah mendengar suara Tami.
"Maafin,ayah?"mari kita pergi,tapi pamitan dulu sama Oma.
"Oma...Tami dan ayah mau pergi?"ucap Tami.
"Kemana, sayang?
"Kemakam Nina,ma?"aku dan Tami sangat merindukannya,sahut Fahris
"Iya, hati-hati.
"Assalamu'alaikum.
"Walaikumsalam.
"Semenjak Kepergian Nina tujuh belas tahun yang lalu,anak dan cucunya tidak pernah absen,mengunjungi makam Nina.
"Mama Tarti tidak pernah meminta putranya untuk menikah lagi,takut jadi sesalan dikemudian hari.
__ADS_1
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Papa bagaimana kalau kita mengadakan berbekuy divilla untuk merayakan kedatangan Kinan.
"Boleh juga,seluruh sahabat kita undang.
"Iya, mama setuju.
"Mama merindukan Artami?"sudah lama ia tidak datang kerumah.
"Kangen Tami, yah?"assalamualaikum.
"Walaikumsalam,mama kangen?"teriak mama Ningsih saat melihat kedatangan Artami.
"Tami juga tidak lupa mencium punggu tangan papa Heru.
"Kamu, kemana saja, sudah lupa, yah?"ucap Heru dengan suara marahnya.
"Ais.... papa, ngak cocok marah-marah.
"Maaf,pa?"Artami sibuk kuliah dan mengurus hotel."Biasa gantikan ayah, Artami hanya ingin ayah tetap sehat,dengan mengurangi aktifitasnya pada malam hari.
"Kalau melihat pemikiranmu yang dewasa, orang tidak percaya kalau usiamu baru menginjak delapan belas tahun.
"Papa tahu juga tentang ibu?"tanya Tami agak sedikit penasaran,karena ayah tidak banyak cerita tentang pertemuan awal mereka.
"Tentu saja, karena kami para pengawal ibumu,jika ayahmu ada tugas penting.
"Kami....maksud papa,kami itu siapa?
"Om Raska, om Wildan serta Kakek Anton dan istrinya.
"Benarkah...?"Tami mengoyangkan tubuhnya seperti anak kecil,untuk meminta dilanjutkan ceritanya, tentang ayah dan ibu.
"Papa Heru menepuk-nepuk sofa yang kosong,Tami mengerti dan langsung duduk disamping papa Heru.
"Ayahmu jatuh cinta dengan ibumu karena sikap dewasa,sopan santun serta tata keramanya,yang terdidik.
"Ibumu berusia antara empat belas atau lima belas tahun,menerima cinta ayahmu.
"Semenjak itu, pria yang bernama Fahris berubah total.
"Dari playboy menjadi setia,dari argon menjadi penyayang.
__ADS_1
"Rumah Kakek Anton tempat Pertemuan malam minggu,karena ayahmu takut kebabalasan.
"Tapi jarak memisahkan mereka kembali, ayahmu tidak mungkin menikahi anak dibawah umur,ditambah lagi Opa dan Oma mu tidak setuju dengan hubungan ayah dan ibumu.
"Ayahmu menikah dengan pilihan Opa dan Oma mu dan ibumu tetap setia menunggu.
"Rumah tangga ayahmu berakhir dengan perpisahan.
"Setelah sepuluh tahun mereka bertemu lagi, itupun tidak disengaja.
"Ayahmu tidak tahu kalau ibumu tinggal dihotel,yang dikelolanya saat itu.
"Maksud papa,hotel yang Tami kelola sekarang?
"Iya, sahut papa Heru.
"Ibumu juga tidak pernah mengetahuinya, kalau ayahmu adalah pemilik hotel.
"Saat itu purnama, ibumu tidak bisa melihat dari kamarnya,diam-diam pergi kepantai dibelakang hotel.
"Pengunjung hotel dilarang memasuki atau bermain dipantai itu.
"Kau tahu ibumu seperti apa?"ia tetap nekat Walaupun sudah dilarang.
"Saat ibumu berdiri dibibir pantai,ayahmu berpikir itunya hanyalah khayalan,karena pengaruh alkohol.
"Saat ibumu berbalik, ayahmu sangat terkejut.
"Ternyata itu nyata,ibumu berlari untuk menghindari ayahmu.
"Tentu saja ayahmu tidak akan pernah melepaskan ibumu, satu bulan kemudian mereka menikah.
"Mengapa papa,menangis?"tanya Tami, bingung.
"Waktu sepuluh tahun itu lama,nak?"untuk menguji kesetiaan.
"Ayahmu tidak menduga,kalau ibumu mampu menjaga kesuciannya,hanya untuk dirinya.
"Kau Persis seperti ibumu, tidak mudah untuk jatuh cinta,papa tidak tahu siapa yang kau tunggu.
"Kalau ia tidak mencintaimu tinggalkanlah, jangan sakiti dirimu.
"Tentu saja kalau ada jodohnya.
__ADS_1
"Ahk.. ahkk....