Cinta Seorang Ustadz

Cinta Seorang Ustadz
Hukuman


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


▪︎▪︎▪︎


Tiba di pesantren, Dea memutuskan untuk ikut bersama Yuli. Ia merasa tak nyaman jika ikut bersama ustadz Azmi.


Kebetulan Yuli sudah selesai mengajar, jadi ia menemani Dea membaca sekaligus memandu Dea membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an.


Selepas membaca Al-Qur'an, Yuli mengajak Dea duduk di bawah pohon tempat yang biasa Yuli bersantai jika jam pelajarannya sudah selesai. Mereka berdua berbincang-bincang, sesekali tawa Dea terdengar.


Di tengah-tengah, perbincangan mereka tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan memanggil nama ustadz Azmi. Dengan cepat Dea melirik ke arah suara, seorang perempuan yang seumuran dengan ustadz Azmi.


Dea meremas jari-jarinya yang terasa panas dingin. Ia merasa ada ketakutan sendiri di dalam hatinya, perempuan tersebut jauh lebih dewasa darinya. Ia takut ustadz Azmi akan berpaling, dan meninggalkan dirinya dalam keadaan hamil.


Yuli yang melihat Dea meremas jari-jarinya menjadi bingung, ia tak mau salah berbicara. Dan akan membuat salah paham di antara kakaknya dan Dea.


"Sudah berapa hari di sini?" tanya ustadz Azmi tanpa menatap perempuan di depannya.


"Baru dua hari," jawabnya. "Gus Azmi apa kabar?"


"Alhamdulillah baik!" seru ustadz Azmi.


Dea yang mendengar sebutan tersebut memenjamkan mata sejenak. Gus Azmi? batin Dea heran, pasalnya semua memanggil suaminya dengan sebutan ustadz. Kenapa perempuan itu berbeda?

__ADS_1


"Dek?" panggil ustadz Azmi yang melihat Dea sedang melamun, bahkan ia mengucapkan salam Dea tak membalas salamnya.


Dea sadar dari lamunannya, lalu berbalik menatap wajah ustadz Azmi dengan kesal. "Ada apa?" tanya Dea.


"Jam mengajar mas sudah habis, apa Adek mau pulang atau masih bersama Yuli?" ustadz Azmi melihat kekesalan Dea mengerutkan alis heran.


"Aku mau pulang!" seru Dea melangkah pergi melewati ustadz Azmi.


"Kenapa dengan Adek?" tanya ustadz Azmi pada Yuli yang hendak melangkah masuk ke dalam ruangan.


"Adea kesal melihat kakak di panggil Gus Azmi," jawab Yuli. "Sana cepat kejar dia, jangan sampai Adea marah besar lagi sama kakak. Itu akan berdampak buruk pada bayi yang ada di kandungannya." Lanjut Yuli.


Ustadz Azmi mengangguk, lalu ia berlari kecil menyusul langkah kaki Dea.


▪︎▪︎▪︎


"Dek ..." ustadz Azmi mendudukan tubuhnya di samping Dea yang sedang menikmati segelas susu di sofa ruang tamu.


"Hm," Dea berdehem sembari pokus pada gelas susu yang ada di tanganya.


"Mas gak ada apa-apa sama perempuan tadi, mas harap Adek jangan salah paham." tutur ustadz Azmi menatap Dea ragu.


"Aku tau, tapi aku malas dia memanggil mas dengan sebutan Gus." Dea menaruh gelas susu yang sudah kosong ke atas meja.

__ADS_1


"Adek tenang saja, itu hanya sebutan gak usah di permasalahkan. Karena sekarang istri mas hanya Adek," ustadz Azmi tersenyum simpul melihat kecemburuan yang di pancarkan Dea.


Wajah Dea seketika merah merona, tiba-tiba saja ide gilanya kembali mengusik pikirannya. Seakan mendorong tubuhnya berbuat apa yang ada di benaknya.


Tanpa pikir panjang Dea memasukkan tangannya di balik baju yang di kenakan ustadz Azmi. Ustadz Azmi yang sudah biasa dengan tingkah Dea hanya pasrah. Tapi semakin lama tangan Dea semakin menjadi-jadi. Tangannya meremas lembut area sensitif sang suami (para pembaca pasti mengerti, tanpa harus di jelaskan. Karena jika di jelaskan akan mengundang dosa bagi kita semua).


"Cukup Dek, jangan kegini." Ustadz Azmi memegang tangan Dea, sedari tadi ia menahan suaranya agar tidak keluar akibat ide gila Dea.


"Diam," Dea menatap suaminya seakan memberi kode agar sang suami untuk diam.


"Mas gak bisa tahan lagi kalau Adek tetap melanjutkannya. Mas mohon berhentilah," tutur ustadz Azmi memohon.


"Ini hukuman, buat mas!" seru Dea.


"Hukuman?" ustadz Azmi menatap Dea heran.


"Hukuman karena mas dekat dengan perempuan lain." Dea kembali melanjutkan tindakan nakalnya.


"Bukan dekat, hanya berbicara saja Dek." ustadz Azmi menghembuskan napas pelan.


"Sama saja," bantah Dea menatap ustadz Azmi dengan begitu galak.


Ustadz Azmi mengalah, dia memenjamkan mata sembari menikmati apa yang seharusnya di nikmatinya.

__ADS_1


▪︎▪︎▪︎


Entah mengapa proses review lama, jadi di harapkan para pembaca untuk bersabar!!


__ADS_2