Cinta Seorang Ustadz

Cinta Seorang Ustadz
Ide konyol Dea (Part 1)


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


▪︎▪︎▪︎


Tak berselang beberapa menit, ponsel Dea kembali berdering. Panggilan vidio-call dari Ulma, dengan cepat Dea menekan ikon yang berwarna hijau. Ketika panggilan vidio-call terhubung, tampaklah Ulma yang sedang tersenyum manis.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Dea.


"Gak apa-apa kok," jawab Ulma tenang.


"Masa sih, kamu berantam sama Dion tapi malah gak apa-apa. Jangan coba-coba belain dia," omel Dea pada sahabatnya.


Mendengar omelan Dea, Ulma hanya tersenyum, ternyata dugaannya benar. Habil memberitahu sahabatnya jika ia bertengkar hebat dengan Dion. Tiba-tiba saja, Dion mengambil alih ponsel dari tangan Ulma. "Kamu tenang saja, aku gak mungkin nyakitin orang yang aku cintai."


"Awas saja kau sampai macam-macam sama Ulma." Ketus Dea.


"Gak bakal!" Seru Dion menyerahkan kembali ponselnya pada Ulma.


"Dea kemaren aku sempat melihat sepupunya Yuli," Ulma menghela napas sejenak. "Dia tampan bangat, wajahnya mirip suami kamu." Lanjut Ulma dengan tawa sembari membayangkan wajah kaku Habil ketika berhadapan dengan lawan jenis.


"Terus Dion mau kamu taruh di mana?" tanya Yuli seraya mendudukan tubuhnya di samping Dea.


"Kan belum tentu jodoh," jawab Ulma asal.


"Baik-baik kamu di sana, jangan sembarang kasih apa yang di inginkan Dion." Tutur Dea merangkul Yuli.


"Aku udah sering ngasih kok apa yang di inginkan." Balas Ulma jahil.

__ADS_1


"Kau—"


"Hahaha ... becanda," Ulma tertawa geli melihat tingkah Dea seperti seorang ibu mengomeli anaknya.


"Jangan sering datang ke club lagi." Dea meninggikan suaranya, sedangkan ustadz Azmi hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya.


"Mending datang ke sini aja." Timpal Yuli


"Iya aku juga udah rindu sama kalian berdua, eh sudah dulu ya."


Dea dan Yuli mengangguk, lalu Ulma mematikan panggilan vidio-call.


▪︎▪︎▪︎


Malam hari usai sholat isya, seperti biasa ustadz Azmi menuntun istrinya membaca Al-Qur'an. Ia pun juga ikut membaca ayat-ayat suci tersebut. Kali ini Dea membaca agak lama dari biasanya.


"Mas buatkan susu cokelat Dek," ustadz Azmi menyerahkan segelas susu ke arah Dea yang masih menggunakan mukenah.


"Sini Dek biar mas yang lepasin mukenahnya." Ustadz Azmi mendekat ke arah Dea. Namun, belum sempat ia meraih mukenah yang Dea kenakan, Dea sudah lebih dulu melepaskan mukenahnya.


"Aku mau bilang sesuatu sama mas."


"Apa?" ustadz Azmi menatap istrinya.


"Aku ingin Ulma sama kak Habil menikah," Dea merengek. Ustadz Azmi terkejut dengan ucapan Dea, dari mana Dea mendapatkan ide konyol itu? pikirnya.


"Gak bisa ke gitu Dek, Ulma kan sudah punya pacar." Tolak ustadz Azmi seraya tersenyum.

__ADS_1


"Hanya pacar, masih bisa di putusin. Kak Habil kan juga gak punya pacar." Bantah Dea.


"Rencana Habil akan ta'aruf sama Aleyna."


"Gak bisa kegitu pokoknya!" seru Dea melototkan matanya.


Ustadz Azmi tertawa lepas melihat tingkah lucu sang istri. Baginya Dea begitu menggemaskan jika melototkan mata. "Terus maunya Adek gimana?"


"Maunya aku gini mas, Ulma sama kak Habil, terus kak Aleyna sama Dion. Biar seimbang, jadi nantinya kak Habil akan membimbing Ulma. Dan kak Aleyna akan membimbing Dion, seperti halnya aku sama mas."


"Boleh juga sih Dek, tapi semua tergantung mereka saja. Kan mereka yang jalanin." Tutur ustadz Azmi.


"Mas harus bantuin aku, untuk mendekatkan mereka. Okey?"


Ustadz Azmi menggeleng cepat. "Gak bisa Dek, kita serahin saja semua kepada Allah."


Huaaaa.


Dea menangis sekencang-kencang mungkin. Ustadz Azmi di buatnya terheran-heran, ada apa dengan istrinya?


"Jangan nangis Dek, mas mohon sayang." Ustadz Azmi mengusap air mata Dea.


"Aku gak bakal berhenti nangis, sampai mas mau penuhi keinganan aku." Dea terus menangis.


▪︎▪︎▪︎


Part ini hanya sedikit ya. Nanti ada sambungannya di part berikutnya. Karena 'ana sedang ada acara keluarga, mohon di maklumi.

__ADS_1


Berhubungan dengan 'ana tidak punya gc (grup chat), jadi 'ana sarankan untuk bergabung di gc sebelah. Nama authornya Fatra, Search judul novel "Istri manja" atau "cinta terlarang" Para pembaca bisa bertanya-tanya seputaran novel ini.


Man Jadda WaJada


__ADS_2