
"Gak ada apa-apa, seperti yang tadi aku katakan.
Aku hanya ingin bicara dari hati ke hati sebagai lelaki dewasa. Dan aku salut sama kamu, Ndu!
Kamu bisa meninggalkan masa lalu dan menatap jauh masa depanmu dengan istri dan anak anakmu.
Semoga rumah tangga kalian langgeng dan selalu bahagia. Jaga Risma, dia kebanggaan di keluarga kami. Jangan lakukan kesalahan yang sama." Balas Sandi dengan senyuman tipis di bibirnya. Berusaha untuk menekan egonya, dan mendamaikan hatinya dengan keadaan yang ada.
"Semoga kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku, Sand!
Kalau kamu ingin tau perasaan ku, jawabnya tetap sama, aku sudah berbenah dari perasaan yang tak seharusnya. Tak ada lagi Clara di hatiku. Dia hanya masa lalu dari keegoisanku. Maafkan dia!" sambung Pandu menatap lekat pada Sandi yang tersenyum tipis menanggapi ucapan Pandu.
"Kita pulang! Aku sudah merasa lega dengan jawaban yang kamu berikan. Semoga kamu tetap teguh menjaga hatimu untuk Risma. Jangan pernah berpikir untuk menyakiti hatinya lagi." Sahut Sandi tegas dengan tatapan tajam pada Pandu yang mengangguk paham.
Mereka berjalan beriringan kembali ke rumah dan ternyata Risma sudah selesai menyiapkan makanan. Sudah ada beberapa menu sederhana yang cukup menggugah selera.
Lele goreng, capcay, tahu tempe goreng, lalapan timun, kol dan juga Pete bakar, dan sambal terasi.
Sudah tersaji di atas meja.
"Wah tau saja seleraku, Pete pasti sedap di makan sama sambel terasi buatan kamu, Ris!" Sandi langsung duduk di salah satu kursi dan menatap masakan yang sudah tersaji di atas meja penuh selera, pun dengan Pandu, ada lele yang jadi menu favoritnya.
Risma tersenyum senang, karena Pandu dan Sandi terlihat begitu berselera dengan menu yang ia sajikan.
Sedangkan Galang sudah terlelap di kasur yang ada di depan televisi sehabis minum susu, dan ngemil kue dari Oma Rosa.
Cinta yang baru pulang sekolah lebih memilih istirahat di kamarnya setelah membersihkan diri dan menjalankan kewajibannya lima waktu.
"Nginep sand?" tanya Risma disela sela acara makannya.
"Kapan kapan saja, habis ini aku mau kerumah mama, terus pulang. Besok aku harus masuk kerja." Sahut Sandi sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Nanti bawakan mama brownies nya, tadi aku bikin yang coklat dan juga rasa pandan.
Masih anget." sahut Risma dengan senyuman sumringah.
"Kamu itu hamil loh, jangan capek capek.
Kenapa repot repot buatkan oleh oleh. Kan jadi gak enak akunya, kalau kamu kenapa kenapa." balas Sandi serius dan merasa sungkan.
"Buktinya aku gak papa kan?
Lagian juga ada mbak Romlah yang bantuin bikinnya." sahut Risma tenang dengan senyuman manis. Pandu memilih diam menyimak perbincangan antara istrinya dengan Sandi.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Erna kembali ke hotel dengan amarah yang meletup letup, mengemasi barang barangnya dan segera meninggalkan hotel tempatnya menginap.
Hatinya masih tak terima dengan hinaan yang dilontarkan Pandu dan juga Risma.
Sakit hati dan juga benci mendominasi pikirannya untuk membalas rasa sakitnya pada Pandu juga Risma.
Erna mengendari mobilnya menyusuri padatnya jalan raya, tujuan utamanya bukan rumah, tapi Surabaya. Ada job pemotretan disana.
Erna ingin sejenak melupakan masalahnya dengan Pandu dan kembali fokus kerja, mengumpulkan pundi pundi rupiah.
Selama di perjalanan Erna memikirkan cara untuk membalas sakit hatinya. Namun pikirannya seolah buntu hingga tidak sedikitpun terlintas ide.
Erna teringat dengan ibunya dan dengan cerita tentang Clara tetangganya dan juga teman waktu sekolah dasar dulu.
Dulu Pandu, Erna dan Clara satu kelas saat sekolah dasar, mereka berpisah saat melanjutkan sekolah menengah pertama, erna yang pindah kota karena orangtuanya di pindah tugaskan.
Sedangkan Clara ketemu kembali dengan Pandu saat masuk sekolah menengah atas.
"Kemarin mama sempat bilang, kalau Clara dan ibunya pindah ke Surabaya.
Apa aku tanya mama saja ya, siapa tau ada kontaknya Clara, nanti bisa ketemuan dan ngobrol. Lama gak pernah ketemu setelah bertahun tahun, apa kabarnya dia?" batin Erna berbicara sendiri mengingat tentang Clara teman masa lalunya.
"Waalaikumsallm, kamu dimana nak, kok sulit sekali dihubungi?" keluh Bu Anggi, mamanya Erna.
"Erna dari madiun, Ma! Ini Mau menuju Surabaya, ada pemotretan disana." Sahut Erna jujur mengatakan tujuannya.
"Ma!
Apa mama punya nomor ponsel ibunya Clara?
Siapa tau aku ada waktu luang, dan bisa buat janji dengan Clara, ketemuan! Lama gak pernah tau kabarnya." sambung Erna mencari informasi tentang Clara dari ibunya.
"Ada! mama punya! nanti mama kirim ya!" sahut Anggi biasa saja tanpa ada rasa curiga dengan gelagat anaknya. Karena pikirnya wajar kalau Erna ingin bertemu dengan Clara, toh mereka teman sedari kecil meskipun beda desa.
Setelah selesai melepas rindu dengan ibunya.
Erna kembali melajukan mobilnya menyusuri jalan raya menuju Surabaya. Senyumnya sumringah dengan job yang di dapatkan. Karena bayarannya tinggi dengan berpose memakai bikini.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Tiga jam lebih sedikit, Erna sudah sampai di Surabaya, mencari restoran untuk mengganjal perutnya yang sudah keroncongan.
__ADS_1
Saat membuka ponselnya, mamanya sudah mengirimkan nomor telepon ibunya Clara.
Erna tanpa membuang waktu langsung menelpon dan menanyakan tentang Clara.
"Asalamualaikum, Tan! ini Erna Tante, putrinya Bu Anggi. Kata mama Tante sama Clara ada di Surabaya ya?
Kebetulan Erna sedang ada pemotretan di Surabaya beberapa hari kedepan. Boleh share alamatnya Tan, Erna ingin bertemu sama Clara!"
Erna bicara sangat sopan pada ibunya Clara dan berharap bisa bertemu dengan Clara nantinya.
#Hayiooo apa yang nanti terjadi ya, ternyata Erna dan Clara sudah saling kenal, karena tetanggaan satu desa dan teman saat masih sekolah dasar.
Apa yang akan terjadi, tunggu episode selanjutnya ya kak ☺🙏
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Kasih sayang yang salah
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
Happy ending ❤️
__ADS_1