Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain

Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
meneguhkan niatnya


__ADS_3

"Insyaallah, Risma baik baik saja, Bu!


Dan tanggapan mas Pandu juga biasa saja, meskipun awalnya kami terkejut, tapi semua kami kembalikan pada takdir. Saat ini yang penting adalah, Mas Pandu maupun Clara tak lagi saling berhubungan dan saling berbenah dari kesalahan masing masing. Aku tak masalah dan berharap semua akan tetap baik baik saja." sahut Risma tenang dan membuat Bu Farma serta suaminya mengangguk lega. Karena Risma adalah putri kesayangan, rasa cemas dan pikiran buruk sempat hinggap di hati kedua orang tuanya Risma dengan kemunculan Clara dalam keluarga besarnya.


Padahal justru itu semakin membuat Clara dan Pandu semakin merasa menyesali dan harus tersiksa batin dengan menahan malu pada semua anggota keluarga besar. Saling menghindari pertemuan agar tak menjadi salah paham.


"Syukurlah kalau begitu, ibu dan ayah jadi tenang.


Terus berdoa dan memohon kebaikan agar rumah tangga kalian terjaga. Pandu memang pernah salah. Tapi ketika dia benar benar ingin memperbaiki kesalahannya dan benar benar menyesali perbuatannya, memberi kesempatan dan kembali percaya kepadanya adalah sikap yang benar, dan tidak ada salahnya. Ketulusan dan keikhlasan kamu sebagai seorang istri telah diuji dan kamu mampu melewatinya. Ibu bangga dengan kamu, nduk.


Bahkan ibu juga yakin, kalau sekarang Pandu sudah benar benar berubah, bahkan dia begitu menyayangi kamu dan takut kehilangan kamu. Cinta kalian memang sedang diuji dan kalian harus saling sama sama belajar memaafkan kesalahan masa lalu dan fokus menatap masa depan demi anak anak kalian." Bu Fatma dengan lembut menasehati putrinya, sedangkan ayahnya Risma hanya menjadi pendengar yang baik dan setuju dengan apa yang istrinya katakan.


Karena tidak ada kesalahan yang tidak bisa dimaafkan jika hati mampu menerima dan mencoba mengiklaskan .


"Terimakasih, Bu!


Ayah dan ibu adalah kekuatan untukku, hingga aku kuat menjalani semua ini hingga saat ini.


Dan Alhamdulillah, saat ini Risma benar benar bahagia dengan pernikahan ini. Mas Pandu benar benar menunjukkan kalau dirinya benar benar ingin pergi dari masa lalu dan memperbaiki rumah tangga kami. Risma akan terus menjaga keutuhan ini, Bu. Doakan kami, ayah! Ibu!" sahut Risma lembut sambil membenahi posisi duduknya, dan menggenggam tangan kedua orang tuanya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Erna menatap kosong ke arah jendela kamarnya.


Merenungi apa yang selama ini sudah terjadi padanya.


Tak bisa menahan perasaan sakitnya, saat orang yang dia anggap satu satunya yang mau perduli dan begitu memahaminya, kini harus menjauh darinya karena patuhnya pada sang suami.


"Clara, sekarang semua kembali asing. Dan aku merasakan kesepian dan hampa.


Padahal baru kemarin aku merasa hidupku memiliki warna dengan kehadiran kamu kembali.


Tapi terimakasih, meskipun pertemuan kita begitu singkat, kamu sudah memberiku banyak pelajaran berharga.

__ADS_1


Terimakasih tentang semuanya, apa yang tidak pernah aku lakukan, kini mulai aku pelajari pelan pelan.


Aku akan berubah, Ra!


Entahlah, gamis ini membuatku nyaman dan jauh lebih tentram.


Aku yang bertahun-tahun tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslimah, berkat kamu, aku mulai melakukannya kembali.


Aku akan belajar berbenah, Ra! aku ingin menemukan diriku yang baru, sebelum hidupku menjadi sia sia di dunia ini." Erna bergumam lirih sendirian, matanya menatap kosong ke langit yang nampak begitu cerah.


Erna sudah membulatkan tekadnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, melupakan obsesi nya untuk mendapatkan Pandu.


"Besok aku akan ke Jakarta, lalu akan bertolak ke Bandung, aku ingin belajar ke pondok, dimana aku akan menemukan orang orang baik yang Sudi membantuku untuk berubah.


Aku akan kerumah budhe, dan meminta bantuannya untuk mencarikan pondok yang mau menerima orang seperti diriku ini." Erna terus saja berpikir dan pikirannya menerawang jauh, berharap masih diberi kesempatan untuk bisa berubah menjadi yang lebih baik.


Meninggalkan dunia modelling nya yang penuh dengan kubangan dosa, yang selalu memamerkan setiap inci tubuhnya dengan pakaian pakaian kurang bahan, sehingga setiap lekuk tubuhnya terekspos bebas sehingga bisa dinikmati semua mata yang memandang foto foto hotnya.


Erna merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk, fasilitas hotel mewah yang ia sewa.


Berusaha berdamai dengan keadaan yang ada, tak ingin memupuk rasa sakit, apa lagi dendam atas Penolakan yang selalu diterimanya. Kini Erna mati matian menidurkan sisi gelapnya dan mengabaikan gemerlap indahnya dunia, Berubah baik dan berharap menemukan jodoh yang baik, yang bisa membawanya menuju ke jalan yang lebih baik.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Pukul sepuluh pagi Erna bertolak dari hotel menuju ke bandara, Erna akan terbang kembali ke Jakarta, ingin menyelesaikan urusan yang ada di Jakarta dan meninggalkan mobilnya di rumah saudaranya yang ada di Sidoarjo, Karena Erna akan meminta bantuan saudaranya untuk mengantar mobilnya kerumah orang tuanya.


Penampilan Erna yang telah berubah tertutup, membuat semua teman teman di dunia model, saling menatap bingung dan terlihat raut terkejut dari mereka. Tak menyangka Erna akan berubah secepat itu, apalagi disaat karirnya sedang naik daun, justru Erna memilih berhijrah dan tak lagi menerima tawaran dengan foto yang mengenakan pakaian seksi.


Erna akan fokus untuk berubah ke dirinya yang lebih baik.


Erna menutup kuping rapat rapat dengan komentar komentar miring dari sesama teman modelnya yang mengatainya sok suci dan hanya pencitraan saja demi mengambil hati penggemar.


Erna tak perduli itu, Erna sudah menguatkan tekadnya dan tak perduli dengan tanggapan dari orang lain yang akan menjatuhkan niatnya.

__ADS_1


"Kuatkan hatiku ya Tuhan, untuk melewati ujian ini. Hijrah ini begitu berat, karena aku sadar aku hanyalah wanita pendosa dan berkubang dosa. Ijinkan aku kembali pada jalan MU, jalan yang ENGKAU meridhoi, Aamiin!" Lirih Erna menguatkan dirinya sendiri dan memilih tidak mendengarkan komentar komentar miring dari orang orang yang tak menyukai perubahan dirinya.


Erna menganggap semua itu ujian yang harus Erna lewati dan tak harus melemahkan niatnya.


"Aku harus bisa!


Aku mampu ya Tuhan, Bismillah!" Erna terus bicara sendiri di dalam hatinya, menguatkan dirinya sendiri dan meneguhkan niat nya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️


__ADS_2