Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain

Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
kebersamaan di pagi hari


__ADS_3

"Bebas! Istriku bebas melakukan apapun pada orang yang ingin menganggu suaminya ini. Karena aku tau, istriku ini sangat cerdik dan punya insting kuat kalau sudah berurusan dengan hati. Semoga kita bisa terus sama sama bergandengan dan saling menjaga cinta yang ada, sampai nanti kita tua." balas Pandu dengan kerlingan nakalnya. Risma pun paham dengan maksud suaminya. Merekapun kembali mengulang pendakian dengan saling menumpahkan rasa yang sama sama memuja satu dengan yang lain.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Hari Senin adalah hari yang sibuk untuk para pekerja, pun dengan Pandu, banyak serangkaian acara yang akan memadati jadwalnya hari ini.


Mbak Romlah ijin tidak masuk karena sedang sakit, jadi Risma menyiapkan semuanya sendiri, namun Pandu tidak tinggal diam, diapun ikut membantu istrinya. Sedangkan ibu mertuanya sudah kembali kerumahnya, semalam sudah dijemput suaminya, karena Pandu sudah kembali dari tugasnya di luar kota.


Risma menyiapkan masakan untuk sarapan dan bekal suami juga anak anaknya.


Sedangkan Pandu membantu membersihkan rumah dengan menyapu, sedangkan Cinta membersihkan tempat tidurnya dan juga tempat tidur adiknya.


Keriuhan pagi ini, membuat suasana yang berbeda. Dan itu membuat Risma semakin merasa di cintai suami dan anak anaknya karena sikap perduli mereka, yang tak mau membiarkannya capek.


"Ma! rumah sudah aku sapu ya!" lapor Pandu pada istrinya yang tengah menggoreng ayam.


"Iya, Mas! makasih ya!" sahut Risma tersenyum sambil tangannya mengupas bawang untuk menumis brokoli.


"Ma! kamar cinta dan kamarnya dek Galang, sudah Cinta beresin ya!" Cinta juga datang melapor pada mamanya kalau sudah membersihkan kamar."


"Iya, sayang! makasih ya!" sahut Risma lembut dan tersenyum manis ke arah anaknya yang kini sudah beranjak remaja.

__ADS_1


"Mbak Cinta mandi dulu gih, kan sudah jam enam, nanti berangkatnya bareng papa ke sekolah!" sambung Pandu yang mengusap kepala anak gadisnya dengan bangga.


"Gilang mandinya nanti saja ya, Pa? kan sekolahnya siangan!" Gilang ikut menimpali dan membuat Pandu tertawa dengan kepintaran anaknya.


"Iya, sayang! Gilang boleh mandi nanti agak siang. Susunya sudah diminum tadi?" balas Pandu lembut menatap anak lelakinya yang tengah memainkan mobil mobilannya.


"Kamu juga mandi saja, Mas!


Ini masakan nya juga sudah hampir mateng semua, tinggal bikin tumis brokolinya.


Gak papakan, aku cuma masak ini?" sahut Risma dengan wajah sedikit bersalah, karena hanya bisa menyiapkan menu sederhana.


"Gak papa dong sayang, ini loh sudah enak banget kalau kamu yang memasaknya.


"Gak kok, hanya masakan masakan sederhana saja.


Ini cuma bikin ayam goreng, udang tepung, tumis brokoli, sama cumi pedas manis. Kan satunya buat bawa isi bekal. Kamu mau bawa bekal apa nanti?" sahut Risma yang masih fokus dengan masakannya, meskipun Pandu tengah memeluknya dari belakang penuh cinta.


"Apa aja pasti aku makan. Nanti tolong bikinin kopi ya, Ma! taruh di termos kecil, hari ini pekerjaanku kayaknya lagi banyak, jadi ya itu, biar fresh minum kopi buatan istri." Pandu bermanja di bahu sang istri, mendengar celotehan suaminya, Risma tersenyum dan wajahnya bersemu merah, karena wanita pasti akan bahagia saat di puji oleh yang dicinta.


Pandu mengecup pundak istrinya dalam, lalu melepaskan pelukannya, beralih ke wastafel dan mencuci peralatan kotor bekas memasak sang istri.

__ADS_1


"Sudah, Mas! biar aku saja, kamu kan harus ke kantor dan ngantar Cinta ke sekolah juga!" protes Risma merasa gak enak karena suaminya ikut membantunya sejak subuh tadi mengerjakan pekerjaan rumah.


"Gak papa, salah satu tugas suami itu, menjaga istrinya biar gak capek loh, Ma!" sahut Pandu dengan terus mencuci peralatan kotor yang menumpuk di wastafel.


"Udah ya, ini gampang buat papa! habis ini pasti mandi, gak usah hawatir kayak gitu!" sahut Pandu santai dengan tetap fokus dengan apa yang dikerjakannya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah selesai sarapan, Pandu dan Cinta berangkat dengan sebelumnya berpamitan dengan ibu ratu.


Setelah Suami dan anak perempuannya berangkat, Risma fokus pada anak lelakinya, memandikannya dan mulai menyiapkan kebutuhan sekolahnya. Karena Galang sudah ikut sarapan dengan di suapi papanya.


"Yuk sayang, Mandi! habis itu waktunya ke sekolah. Belajar yang rajin ya, biar bisa seperti papa! Galang mau seperti papa katanya, iya gak?" sambung Risma sambil melepaskan baju anaknya satu persatu dengan telaten.


"Iya donk! Galang mau kayak papa, biar gagah dan jadi pelindung orang banyak." jawab Galang khas gaya anak kecil yang menggemaskan. Sehingga membuat Risma tertawa mendengar celotehan dan gaya sang anak.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan Erna yang sangat terobsesi dengan Pandu, sampai sekarang belum menyerah untuk bisa mendapatkan Pandu, hingga Erna nekad datang ke Madiun berbekal alamat kantor Pandu yang di dapatkan dari google map.


Dengan mengendarai mobil jazz merah, Erna terus menyusuri jalanan sesuai arahan sang google.

__ADS_1


Senyumnya terus tersungging, membayangkan wajah Pandu yang tampan dan terlihat gagah dengan baju dinasnya. Erna begitu percaya diri kalau Pandu pasti akan jatuh dalam permainannya hanya karena dia merasa sempurna dengan kecantikannya.


"Aku pastikan, kamu akan bertekuk lutut padaku, Pandu! Hanya laki laki bodoh saja. yang menolak kehadiranku, apa lagi aku menawarkan madu yang begitu manis. Sekali kamu mencecapnya, aku pastikan kamu akan ketagihan!" hahahaa Erna tertawa membayangkan Pandu memujanya, padahal sedikitpun Pandu tak tertarik dengan perempuan yang sudah mengumbar auratnya, secantik apapun dia, Dinata Pandu tak ada artinya sama sekali.


__ADS_2