
Pandu seringkali melirik dari spion wajah sang istri yang tengah tersenyum saat bercanda bersama kedua anaknya. Cantik, teduh dan menenangkan.
"Maafkan aku, Ris! Mungkin saat ini hatimu sudah sangat terluka, tapi aku akan berusaha untuk menyembuhkan luka itu dengan menuruti dan mengikuti semua keinginan kamu. Untuk menebus kesalahanku yang sudah sangat membuatmu tersiksa. Maaf kalau aku terlambat memahami rasa ini. Nyatanya aku tak rela kamu pergi meninggalkan aku bersama laki laki lain. Namun aku juga tak bisa meninggalkan Clara begitu saja. Aku punya tanggung jawab ladanya karena sudah menikahinya.
Maafkan aku, karena keegoisan ini, kalian dua wanita yang aku cintai harus sama sama terluka dan tersakiti." Pandu bicara sendiri di dalam hatinya dengan mata yang kadang tak lepas memperhatikan sang istri, namun tetap fokus dengan jalanan.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Hanya satu jam , waktu yang ditempuh untuk sampai ke Madiun, Pandu memang sudah sangat terlatih dan terbiasa membawa mobil dengan kecepatan di atas rata rata.
"Masih sore, jadi jalan jalan ke mall?" Pandu bersuara menatap Cinta yang langsung tersenyum sumringah.
"Iya, Pa! Lama kan kita gak jalan jalan." sahut Cinta sangat antusias.
"Baiklah! Kita jalan ke suncity mall ya atau dimana maunya mbak cinta dan Galang?" balas Pandu yang mulai memelankan laju kendaraannya. Karena sudah berada di kota Madiun.
"Ke suncity mall saja." Sahut Cinta yakin dan di Amini oleh adiknya.
Pandu mengarahkan mobilnya menuju suncity mall. Memang sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu jalan jalan bersama menikmati liburan, Pandu yang sibuk dengan aktifitasnya, juga Risma yang sibuk dengan pekerjaan dan rasa sakitnya.
Hari ini, Pandu ingin menuruti keinginan anak anaknya dan membuat mereka bahagia dengan membolehkan membeli apa yang disuka juga bermain sepuasnya di area permainan.
__ADS_1
Risma hanya diam, tak ingin banyak bicara. Mengikuti langkah kedua anaknya yang terlihat sangat bahagia, berceloteh dengan riangnya di gandengan papa nya.
Cinta dan Galang mulai memasuki area permainan dan Pandu mengisi kartu dengan voucher masing Masing dua ratus ribu. Agar Cinta dan Galang bisa menikmati permainan dengan puas.
Risma memilih duduk di sofa ujung area permainan. Mengawasi dari jauh tingkah kedua anaknya yang di ikuti oleh papa nya. Rasa sesak itu masih ada, namun kini Risma jauh lebih bisa mengendalikan hatinya. Semua sudah jadi jalan takdir yang harus di lewatinya.
Setelah puas bermain, anak anak meminta untuk jalan jalan di tempat toko sepatu. Cinta maupun Galang meminta untuk dibelikan sepatu baru. Pandu menurutinya dan bahkan menggunakan uangnya sendiri tanpa meminta Risma mengambil uang yang tadi di pegang nya dari hasil sawah dan Cafe.
"Ma, kamu mau beli gamis?" tanya Pandu lembut menatap Risma yang sedari tadi memilih diam dan hanya mengikuti langkah kaki anak anaknya.
"Gak, Pa! Terimakasih!" sahut Risma datar tanpa mau menatap Pandu yang tengah menatapnya.
"Mumpung disini, belanja lah apa yang kamu butuh dan inginkan. Kamu bebas membelanjakan uang itu, asal masih ada sisa untuk ditabung buat masa depan anak anak. Beli saja gamis atau apa gitu, lihat disana, bagus bagus itu." sahut Pandu masih dengan nada lembut yang penuh dengan perhatian.
Risma memilih beberapa gamis dan jilbab panjang dengan harga yang lumayan menguras kantong. Sengaja dia melakukan itu, ingin membuktikan keseriusan ucapan suaminya. Apakah Pandu benar benar membebaskan Risma untuk menggunakan uangnya sesukanya. Hampir sepuluh juta hanya untuk membayar gamis dan jilbabnya. Namun Pandu terlihat biasa saja, bahkan hanya tersenyum menanggapi.
"Mau cari sepatu sekalian, Ma?
Atau mau beli perhiasan juga?" Pandu kembali menawari Risma masih dengan nada dan tatapan yang sama, lembut dan penuh perhatian.
Risma menggeleng dan memilih keluar dari toko dengan membawa beberapa paper bag ditangannya.
__ADS_1
"Mbak Cinta sama dek Galang, mau beli baju juga gak?" Tanya Pandu pada kedua anaknya dan dibalas dengan teriakan riang keduanya. Membuat Pandu dan Risma tertawa melihat tingkah lucu kedua anaknya.
Muncul ide di kepala Risma, untuk mengambil Vidio kebersamaan mereka dengan menggunakan ponsel Pandu dan akan membuat status di story watshap milik Pandu, biar Clara semakin sesak napas saat melihatnya.
"Mas, boleh pinjam ponselnya?
Aku mau mengabadikan kebersamaan kita, ponsel aku habis batrei nya." Risma menatap Pandu dan bersikap selembut mungkin menyampaikan keinginannya.
Tanpa banyak bicara, Pandu yang tak memiliki pikiran apapun soal rencana Risma, langsung menyerahkan ponsel miliknya ke sang istri pertama. Risma tersenyum senang, dan langsung mengambil beberapa Vidio kebersamaan mereka saat berbelanja, bahkan Risma sengaja bermanja dengan Pandu untuk meminta beli ini itu yang langsung di iyakan Pandu tanpa curiga, Risma meminta Cinta untuk merekam semuanya. Bahkan Risma juga meminta Cinta untuk mengambil foto berdua hanya dengan Pandu dengan posisi terlihat mesra dan romantis. Lalu juga meminta salah satu pegawai toko untuk memotret kebersamaan keluarga kecilnya dengan pose yang dibuat seceria mungkin. Yang tidak tau, pasti semua berpikir mereka adalah pasangan sempurna dan penuh cinta, terlihat bahagia dan harmonis. Padahal sesungguhnya penuh dengan derita dan air mata.
Setelah selesai berbelanja dan puas jalan jalannya, Pandu mengajak untuk membeli makanan di restoran yang ada di mall. Risma menanggapi dengan senang hati dan bahkan terlihat sangat ceria sekali, itu membuat Pandu merasa bahagia dan membiarkan ponselnya terus di pegang sang istri yang tak berhenti mengambil moment bahagia mereka hari ini.
Saat semua sedang asik menikmati makanan, Risma memilih beberapa foto dan Vidio untuk di posting di story watshap milik Pandu.
Pertama yang Risma posting Vidio kebersamaan Pandu saat memilih baju untuk kedua anaknya dengan caption, 'figur ayah yang begitu mencintai buah hatinya, apapun itu tidak akan ada yang mampu menggeser kasih sayangnya, sekalipun oleh tipu daya yang dibuat hati perempuan lain.'
Dan Risma juga mengunggah foto saat dirinya sedang difoto berdua bersama Pandu dengan pose saling tatap dan tangan Pandu yang terlihat merangkul pinggangnya mesra. Lalu Risma memberi caption pada postingan nya dengan kata kata romantis. 'Karena Ratu akan tetap jadi Ratu meskipun telah hadir permaisuri, namun sang ratu lah pemenangnya.'
Dan yang terakhir Risma mengunggah foto kebersamaan mereka dengan pose ceria dan harmonis yang diberinya caption " Keluarga penuh cinta meskipun sedang ada badai yang menimpa tetap cinta kami utuh."
Risma tersenyum dan melanjutkan acara makan makannya, dan tak lupa meminta untuk berfoto bersama lalu kembali dia memposting tanpa disertai caption.
__ADS_1
"Kita lihat, Mas!
Istri kedua kamu pasti akan meraung merasa tersakiti melihat status yang aku kirim di story watshap kamu. Ah indahnya!" batin Risma bahagia.