Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain

Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
luka masa lalu


__ADS_3

Saat Sandi mulai memasuki rumahnya, Erna dengan mata yang membulat tak percaya menatap kedatangan Sandi, pun dengan Sandi yang langsung terkejut dengan keberadaan Erna dirumahnya.


"Kamu!" tatap Sandi tajam, terlihat raut tak suka dari Wajahnya.


"Kamu kenapa ada disini juga?" sahut Erna berusaha bersikap tenang dan mencoba menolak kalau Sandi yang ia temui adalah suami sahabatnya.


"Ini rumahku! Yang kenapa disini itu, kamu?


Ada keperluan apa kamu ada dirumahku?" balas Sandi dengan wajah terlihat mengerut.


"Kenapa kamu disini, apa kamu punya niat buruk dengan keluargaku?


Jangan harap bisa menggodaku dengan meracuni pikiran istriku, seperti halnya yang kamu lakukan pada Risma dan Pandu!" Sandi mengatakan apa yang tengah dipikirkannya dengan tatapan tajam.


"Ish! Percaya diri sekali anda, Pak Sandi!


Menggoda anda, gak level sama sekali!


Laki laki kok lebay, anda dan Pandu itu berbeda.


Pandu sangat sulit ditebak dan lebih mempesona, sedangkan anda, sudah ke ge er an duluan, ish amit amit!" sahut Erna dengan mata memutar malas, menatap sinis pada sandi yang terlihat membulatkan matanya kesal.


"Perempuan aneh dan sok wah, padahal gak ada menarik nariknya sama sekali!


Jangan sampai istriku berteman dengan perempuan ular sepertimu!" Sandi langsung berlalu meninggalkan Erna yang terpaku mendengar ucapannya. Hatinya terasa sakit saat mendengar Sandi tak suka jika Clara dekat dengan dirinya.


"Apakah Clara juga akan membenci dan menjauhi ku karena suaminya tidak suka padaku?" lirih Erna dengan tatapan kosong, hatinya tiba tiba terasa sangat sakit. Cemas dan takut kehilangan sahabat yang benar benar membuatnya begitu berarti.


Sedangkan di dalam kamar, Sandi sangat kesal dengan keberadaan Erna dirumahnya, mencari Clara dan ingin menanyakan tentang hubungan istrinya dengan perempuan yang begitu dia tidak sukai.


"Clara!


Dimana kamu?" Sandi melihat Clara tak ada di dalam kamar, namun pintu kamar mandi terlihat tertutup, Sandi berpikir kalau istrinya tengah berada didalam kamar mandi.


Benar saja, Clara keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya. Sandi langsung menatapnya dalam. Membuat Clara mengernyit bingung.


"Sudah pulang, Mas?


Maaf tadi aku masih mandi!" Clara menatap suaminya dan berusaha bersikap tenang dan biasa saja, meskipun Clara tau jika suaminya tengah tidak baik baik saja dari tatapan matanya.


"Siapa dia?


Kenapa perempuan itu ada dirumah ini?" Sandi menatap penuh pada Clara yang langsung menegang, untuk pertama kalinya Sandi berkata sedikit keras padanya.


"Siapa maksud kamu mas?

__ADS_1


Erna?


Dia teman yang aku ceritakan sama kamu, teman kecilku yang lama tidak ketemu." Sahut Clara jujur dan menatap bingung pada suaminya yang langsung membuang pandangannya. Membuang nafasnya kasar.


"Mulai sekarang, jangan lagi berteman dengan perempuan itu!


Kamu tau apa yang sudah dia lakukan?" Sandi memunggungi Clara dan bicara dengan nada dingin, semakin membuat Clara bingung sekaligus penasaran ada apa antara suaminya dengan Erna.


"Mas Sandi, kenal sama Erna?" Clara menelisik wajah suaminya dengan lekat, meminta Jawaban dari rasa penasarannya.


"Iya! Wanita itu tidak baik.


Dia punya niat buruk pada Risma dan Pandu.


Dia mengejar ngejar Pandu tanpa tau malu.


Bahkan mengatakan niatnya dengan sombongnya, kalau akan merebut Pandu dari Risma.


Jangan lagi berhubungan dengannya, aku tidak suka!" sahut Sandi dengan wajah datarnya, lalu pergi meninggalkan Clara sendiri, membuat Clara terdiam, bingung harus bagaimana.


Sandi memasuki kamar mandi dan membersihkan diri. Clara langsung melakukan tugasnya menyiapkan baju ganti suaminya dan membawa tas kerjanya ke dalam ruangan kusus diruang kerja suaminya yang ada di kamar.


"Aku harus bagaimana?


Mas Sandi tidak menyukai Erna karena ulah yang Erna lakukan dengan sikap angkuhnya itu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Merasa tak disukai dan tak inginkan keberadaannya dirumah Sandi. Erna memutuskan untuk pulang diam diam tanpa berpamitan pada siapapun. Hatinya terasa nyeri dan luka itu kembali muncul di ruang hati terdalam nya.


Begitu menyakitkan sehingga dadanya kembali merasakan sesak yang begitu hebatnya.


Air matanya luruh, dan tak lagi bisa menahan isakan, Erna semakin tergugu di dalam mobilnya. Tak perduli jika penjaga dirumah Clara menatapnya bingung.


Erna terus terisak, merasa sudah kehilangan Clara sebagai satu satunya sahabat terbaiknya, orang yang perduli padanya. Erna merasa semua sudah berakhir, menganggap jika takdir tak pernah adil padanya, selalu merasa dijauhi dan keberadaannya tak diakui.


Setelah bisa menguasai dirinya, Erna melajukan mobilnya, berlahan meninggalkan halaman rumahnya Clara.


Sebelum benar benar pergi, Erna menatap pintu rumah Clara, berharap sahabatnya itu tengah mencari dan akan mengejarnya, menenangkan dan membuatnya nyaman, namun Clara tak kunjung terlihat.


"Apa kamu dilarang suamimu untuk menemuiku, Ra?


Dan apakah pertemanan kita harus sampai disini saja?


Aku paham posisi kamu, aku mengerti kewajiban kamu sebagai seorang istri. Kamu wanita baik, tentu akan patuh pada ucapan suamimu.

__ADS_1


Selamat tinggal Clara, semoga kamu bahagia!" Erna kembali melajukan mobilnya, meninggalkan rumah Clara dengan membawa luka kecewa yang begitu melukai perasaannya.


Air matanya tak lagi bisa dibendung, air matanya terus mengalir mengiringi perjalanannya menuju kembali ke hotel tempatnya menginap.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sementara di dalam kamar, Clara dan Sandi sedang beradu pendapat.


Sandi yang terlanjur tidak menyukai Erna dengan tegas melarang Clara berteman dan berhubungan dengan Erna lagi.


Sedangkan Clara, merasa dirinya punya kewajiban membantu menyadarkan Erna dari ketersesatannya. Clara tau jika Erna sesungguhnya baik, hanya karena trauma masa lalunya, membuat Erna berubah menjadi buruk dengan sikap angkuh dan arogan nya.


"Pahamilah ini, Mas!


Erna itu sebenarnya baik. Hanya dia terlalu banyak terluka dan dihina, hingga membuatnya menjadi pribadi yang berbeda. Berikan aku kesempatan dan waktu untuk membawanya menjadi lebih baik.


Aku mohon, Mas Sandi bisa bijak menyikapi semua ini!" Clara berharap Sandi luluh dan paham dengan kondisi Erna. Karena dengan dirangkul dan diperlakukan baik, Erna akan bisa berubah seperti pribadinya yang dulu, baik dan ceria.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


Happy ending ❤️


__ADS_2