
Mobil Pandu memasuki pelataran hotel, dan dengan tergesa turun setelah mengulangi panggilan telepon yang masih tetap tidak terhubung, Pandu sedikit cemas, melangkah masuk dan segera menuju kamar yang kemarin Pandu pesan untuk istri keduanya.
Pandu mengetuk pintu berulang, namun tak juga ada tanggapan, dan mencoba membukanya ternyata tidak terkunci, Kosong! saat Pandu sudah memasuki kamar, tak ada tanda tanda Clara ada disana, dan tas yang dibawa Clara juga sudah tidak ada di tempat.
"Kamu memang keras kepala, Clara! Selalu bertindak sesuka kamu tanpa mau mendengarkan aku suamimu!" Pandu kecewa dengan sikap istri keduanya, kembali keluar dari kamar dan menemui petugas untuk menyerahkan kunci kamarnya, cek out. Berjalan tegap dengan pikiran yang semakin kacau, Clara benar benar menguras emosinya.
Pandu kembali menuju kantornya, mengenyampingkan masalah pribadinya untuk sementara. Masih banyak tugas yang harus ia selesaikan dan itu membutuhkan konsentrasi dan kesigapannya sebagai seorang perwira tinggi.
Memasuki pelataran parkir dan disambut oleh salah satu anggotanya. Dengan langkah tegap penuh wibawa Pandu memasuki ruangannya, meminta Agung untuk menghadapnya.
"Siap, Pak!
Ada yang bisa saya bantu? laksanakan!"
Agung memenuhi panggilan Pandu dengan sigap dan hormat.
"Silahkan duduk!" sahut Pandu santai.
"Siap!" balas Agung masih dengan sikap tegas dan hormatnya pada Pandu atasannya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi kemarin, sudah kamu pastikan tidak ada yang tau?" Pandu langsung pada inti permasalahannya. Karena tidak ingin masalah perselingkuhannya dengan Clara ada yang tau dan menjadi konsumsi di institusi nya, karena itu bisa berbahaya untuk karirnya, bisa saja gosip itu sampai ke telinga sang atasan, dan akan menuai masalah baru dan menghancurkan reputasinya selama ini, yang selalu menyandang predikat perwira terbaik dan jadi panutan.
Pandu yang memiliki sikap tegas dan dingin saat menjalankan tugasnya, menjadi nilai tersendiri. Meskipun saat dirumah, Pandu akan selalu menjadi sosok hangat untuk kedua anaknya.
"Saya bisa pastikan, kalau hanya saya yang masih mengetahuinya, Pak!
Bapak tidak perlu khawatir, saya akan menjaga rahasia ini." balas Agung pasti dengan sikap tegasnya.
Pandu mengangguk dan percaya dengan jawaban Agung yang memang dikenalnya sebagai anggota pilihan yang memiliki kinerja bagus, jujur dan tegas.
"Saya percaya sama kamu, terimakasih sudah menjaga apa yang memang tak seharusnya di ketahui orang lain. Saya akan memberikan bonus untuk sikap kamu ini. Silahkan kembali bekerja!" sahut Pandu tegas, dengan wajah yang menyiratkan kelegaan karena aksi nekad Clara masih aman di tangan seorang Agung, Anggota yang Pandu beri tanda anak buah terbaik di kesatuannya.
"Siap laksanakan! Terimakasih, Pak!" balas Agung tegas dan kembali menuju ruangannya untuk meneruskan tugasnya.
"Aku pikir, aku akan bahagia menjalani pernikahan dengan wanita yang aku cintai dan impikan selama ini. Tapi justru kehadirannya membawa masalah baru dalam kehidupanku yang tadinya baik baik saja. Seandainya kamu tidak melakukan apa yang aku tidak suka, mungkin aku masih bisa tetap mencintai dan menjadikanmu perempuan yang paling aku puja, tapi kenapa kamu begitu sulit di atur, Clara? Dimana sikap lembut dan patuh mu itu, kenapa makin kesini kamu semakin menunjukkan sikap buruk mu, jangan sampai aku menyesal karena sudah menikahi kamu!" gumam Pandu mengingat kebersamaan dan sikap Clara yang menurutnya sudah melebihi batas.
"Risma, dulu aku tak memiliki getar apapun padanya, dulu aku tak perduli dengan semua yang dilakukannya, dulu aku tak ingin tahu apapun tentangnya, hanya berusaha menjalani kewajiban ku sebagai seorang suami tanpa rasa cinta. Tapi kini, aku tersiksa saat kamu membalikkan keadaan, aku yang kamu lupa, aku yang kamu jauhi, aku yang tak lagi kamu anggap ada. Ternyata rasanya jauh lebih sakit dari luka tembak. Aku begitu cemburu saat melihat tatapan memuja dari dokter Abas untukmu, Semoga masih ada kesempatan untukku memperbaiki semuanya." Pandu terus berpikir dan mengingat setiap moment kebersamaan nya bersama Risma, dan cinta yang disadarinya justru semakin besar untuk sang istri pertama.
"Clara, kamu yang memilih menjauhiku, kamu yang sudah pergi tanpa bicara lebih dulu padaku. Aku akan tetap disini, menunggu kamu menyadari kesalahan kamu, jika kamu tetap memilih egois. Maaf, mungkin kita harus berakhir sampai disini.
__ADS_1
Ya, mungkin ini adalah keputusan yang terbaik untuk semuanya.
Karena aku juga tidak bisa bertahan pada wanita yang tidak tau cara menghargai suaminya dengan baik." Pandu membuang nafasnya kasar, meyakinkan dirinya jika keputusannya sudah benar. Dan kembali fokus menyelesaikan pekerjaan nya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedangkan dilain tempat, Clara sedang duduk termenung, memikirkan keputusan yang sudah diambilnya apakah sudah benar adanya.
Membuka satu persatu lamaran yang pernah dikirimnya ke beberapa perusahaan, dan ada dua email masuk yang memintanya untuk datang interview. Clara membalas dan menyanggupinya dengan harapan akan kembali menjadi Clara yang dulu, mandiri dan tak kenal lelah dalam meraih sesuatu yang di impikannya.
"Aku akan kembali bekerja, semoga dengan aku bekerja lagi, akan sedikit membuatku bisa melupakanmu, Mas!
Aku akan menganggap mu pergi ketika kamu tak datang untuk menemui ku lagi disini. Dan aku akan kembali kerumah ibuku sebagai janda Pandu Aditama. Menyedihkan." gumam Clara lirih, dengan rasa sesak di dadanya.
Menyiapkan berkas untuk besok interview di salah satu perusahaan yang memanggilnya. Berharap diterima dan mendapatkan posisi lebih baik dari pekerjaannya yang dulu. Menyandang gelar janda akan tidak mudah untuknya melangkah, harus menyiapkan mental dan menguatkan hatinya, meskipun hatinya sangat hancur karena Pandu tak kunjung menemuinya.
Clara berjalan menyusuri setiap inci rumah dengan tetesan air mata, dulu dia bermimpi memiliki kehidupan yang bahagia bersama Pandu dirumah ini, memiliki anak anak yang lucu dengan canda tawa di dalam nya, namun sebelum keinginan itu terwujud, badai sudah lebih dulu menghancurkan harapannya.
"Aku mencintai kamu, Mas! Bahkan sangat mencintai, tapi aku tak bisa kamu perlakukan seperti ini, kehadiranku yang tak dianggap, keberadaan ku yang tak diakui, membuatku terluka dan menderita lahir maupun batin, biarlah semua harus seperti ini, jika kamu masih mencintai dan menginginkan rumah tangga kita kembali baik baik saja, pasti kamu akan datang menemui ku dan meminta maaf atas kelalaian kamu itu. Aku pasti akan memaafkan mu dan menerima kamu kembali dengan penuh cinta, kita akan memulai lagi dari awal dan saling merubah kesalahan diri agar tidak terulang kembali kesalahan yang sama. Aku percaya, kamu akan menemui aku suatu hari nanti."
__ADS_1
Clara melamun dan masih berharap akan cinta Pandu dan memulai semua dari awal lagi.
Meskipun kini hatinya sudah terluka dan kecewa oleh sikap Pandu yang tak lagi seperti biasa.