Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain

Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
Sandi


__ADS_3

"Alhamdulillah. Harusnya aku melakukan dari dulu, menyadari cinta dan kagum ku pada istriku, wanita yang sudah berjuang dengan begitu hebatnya untukku dan juga anak anakku. Aku janji, gak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kamu dan anak anak adalah prioritas ku, hidupku, tujuanku, dan rumahku untuk pulang. Terimakasih, Ma! batin Pandu berbicara sendiri dan merasakan kebahagiaan dan rasa nyaman dengan rumah tangga yang ia jalani saat ini.


Meskipun Risma masih sering ketus dan kadang dingin, tapi sudah tidak lagi mengabaikan nya dan kembali melayani sebagai istri yang seutuhnya untuk Pandu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Waktu terus berjalan, usia kandungan Clara sudah memasuki bulan ke delapan.


Sudah merasa kepayahan dengan perutnya yang membesar. Namun, Clara tetap berusaha bertahan, karena dirinya juga butuh biaya, apa lagi saat ini juga ada ibunya yang ikut tinggal bersamanya.


Maya menatap Clara iba, namun mau bicara apa, karena memang menjadi duri dalam rumah tangga orang lain selalu mempunyai konsekuensinya, dan mungkin ini adalah konsekuensi yang harus Clara terima. Semua orang pernah berbuat salah, namun ada yang cepat menyadari kesalahannya dan kembali menata hidupnya menjadi lebih baik.


Pun yang kini sedang dilakukan Clara, menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaiki dirinya.


"Maya! bisa kita bicara?" tiba tiba Sandi datang dan mengagetkan Maya yang sedang melamun menatap ke arah Clara.


Sandi adalah teman satu kantor Maya dan Clara, masih lajang namun sudah berusia matang. Sudah lama Sandi memperhatikan Clara, namun tidak berani menyinggung status Clara sama sekali.


"Emang mau bicara apa kamu, San?" sahut Maya dengan menautkan kedua alisnya menatap Sandi yang justru terlihat salah tingkah.


"Ada yang ingin aku tanyakan sama kamu, tapi ini masalah pribadi. Bisa kan?" balas Sandi penuh harap.


"Baiklah, nanti jam istirahat kita bicara di taman dekat kantor, gimana?" Sahut Maya dengan terus menatap pada Sandi yang bersikap tidak seperti biasanya.


"Oke! aku tunggu di taman, thanks Maya!" balas Sandi tersenyum dan matanya beralih pada Clara yang tengah sibuk dengan laptopnya.


"Cantik." gumamnya dan kembali melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Pukul dua belas siang, Maya menemui Sandi yang sudah terlihat duduk di salah satu kursi taman, dengan di sebelahnya sudah ada kotak pizza dan es teh manis.


"May, kirain gak jadi kesini." sapa Sandi saat melihat Maya berjalan ke arahnya.


"Jadilah, pantang bagiku mengingkari janji.


Langsung saja, ada apa?

__ADS_1


Karena aku juga mau cari makan siang ini." tanpa basa basi Maya langsung bicara dengan tujuannya yang mau menemui Sandi, penasaran.


"Oke, duduk dulu.


Tenang saja, aku sudah beli pizza, bisa buat ganjal perut sementara, aku juga sudah pesan makanan, nanti bisa kita makan di kantor." Sambung Sandi yang terlihat serius dengan senyuman yang ramah.


"Oke. Sahut Maya singkat.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?


Sepertinya sesuatu yang penting, sampai-sampai kamu mengajakku kesini kayak orang kencan saja." sambung Maya tertawa dan di balas tawa renyah oleh Sandi yang selama ini terkenal tertutup dan pendiam.


"Iya! Aku ingin bertanya sesuatu yang sangat penting sama kamu. Dan semoga kamu bisa membantuku." balas Sandi dengan memasang wajah serius.


"Maya!


Selama ini aku lihat, kamu berteman dekat sama Clara. Tentu kamu tau banyak tentang dia. Aku ingin memastikan sesuatu, semoga kamu mau menjawab pertanyaan ku." sambung Sandi yang terlihat menghembuskan nafasnya dalam dengan pandangan lurus ke depan.


"Apa kamu menyukai Clara, San?" sahut Maya dengan wajah yang mengerut.


Apakah benar, dia dulu hanya istri kedua dan suaminya lebih memilih istri pertamanya?" Sahut Sandi serius dengan menundukkan wajahnya dalam, takut kalau Maya menganggapnya lancang dan terkesan tak sopan dengan rasa ingin taunya tentang masa lalu Clara.


"Apa kamu menyukai Clara?


Jawab dulu pertanyaan ku, agar aku bisa menjawab pertanyaan kamu." balas Maya tegas dan mencari kesungguhan dari wajah laki laki yang duduk disampingnya.


"Iya! Sudah lama aku memperhatikan dia, dan ternyata aku mulai menyukainya." balas Sandi tegas dengan terus memejamkan matanya, berharap Maya bisa membantunya menyampaikan perasaannya pada Clara.


"Kamu serius?


Tidak sedang main main atau nge prank?" kembali Maya bertanya, memastikan ucapan Sandi dan Maya menemukan kesungguhan di kedua matanya.


"Iya, aku serius. Mungkin ini gila, aku mencintai wanita yang tengah hamil, dan aku juga belum tau status dia, tapi aku sudah berani mengungkapkan perasaan ini, semoga kamu mengerti ini, May. Itulah kenapa aku ingin bicara banyak hal sama kamu, karena kamulah yang selama ini terlihat sangat dekat dengan Clara. Bahkan kalian pernah tinggal satu rumah." Sahut Sandi jujur mengungkapkan isi hatinya.


"Aku akan menjawab apa yang aku tau, selebihnya lebih baik kamu tanyakan langsung pada Clara, itu jauh lebih baik, jika memang kamu berniat serius sama dia. Aku akan dukung, karena aku lihat kamu laki laki baik dan pasti bertanggung jawab. Namun lebih baik kamu mantapkan dulu hatimu sebelum mengambil keputusan.


Karena Clara punya masa lalu yang pahit dan mungkin dalam pandangan sebagian orang, melihatnya buruk, karena menikahi laki laki yang sudah beristri, istilah jaman sekarang, Pelakor. Apa kamu sudah siap dengan semua itu?" sahut Maya tegas dan mengatakan apa yang harus dikatakan, bagaimanapun Clara adalah sahabatnya, bukan ingin membuka aibnya, namun Maya juga menginginkan yang terbaik untuk sahabatnya. Jika memang Sandi benar benar serius, Sandi pasti tidak akan mempermasalahkan masa lalu Clara, apapun itu.

__ADS_1


"Iya, aku sudah sering mendengar itu dari orang orang kantor yang tak sengaja membicarakan Clara dibelakangnya. Maka dari itu aku ingin mendengar dari kamu, orang yang lebih tau soal Clara.


Jika memang dia pernah jadi istri kedua dan akhirnya diceraikan, itu tak masalah bagiku. Toh dia tidak menjalin hubungan zina. Yang ingin aku pastikan saat ini, soal status Clara, apakah dia sudah benar benar pisah sama suaminya?


Karena itu poin yang sangat penting." balas Sandi dengan mengalihkan pandangannya pada Maya yang mengangguk.


"Iya! Clara sudah pisah lama dengan suaminya, mereka sudah bercerai. Dan Clara bahkan tidak memberitahukan kehamilannya pada mantan suaminya, karena tidak mau lagi berhubungan dengannya, apapun alasannya." Sahut Maya pasti dan menghembuskan nafasnya dalam. Berharap Sandi jodohnya Clara yang mau menerima keadaan Clara apa adanya tanpa perduli dengan masa lalunya.


"Terimakasih, May!


Sekarang aku lega, aku akan menunggu Clara melahirkan dan aku ingin melamarnya menjadi istriku, semoga Clara tidak menolak ku nanti." balas Sandi tersenyum lega, berharap Clara mau menerimanya nanti saat dia datang untuk melamarnya.


"Mau aku comblangin?" balas Maya tertawa.


"Boleh! asal tidak merasa direpotkan!" Sahut Sandi tertawa dan kembali memupuk harapannya tentang rasa yang semakin dalam pada sosok Clara yang menurutnya unik.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Pembalasan Istri Yang Terhina (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️🔥

__ADS_1


__ADS_2