Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain

Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
Erna vs Clara


__ADS_3

"Asalamualaikum, Tan! ini Erna Tante, putrinya Bu Anggi. Kata mama Tante sama Clara ada di Surabaya ya?


Kebetulan Erna sedang ada pemotretan di Surabaya beberapa hari kedepan. Boleh share alamatnya Tan, Erna ingin bertemu sama Clara!"


Erna bicara sangat sopan pada ibunya Clara dan berharap bisa bertemu dengan Clara nantinya.


"Oh Erna!


Kamu lagi di Surabaya, nak?


Tapi Clara sudah pindah di rumah suaminya.


Tapi tetap di Surabaya kok, biar ibu hubungi Clara dulu ya. Nanti ibu akan kasih nomornya Clara, biar kalian bisa ngobrol langsung!" sahut Bu Desmita senang.


"Oh begitu Tan?


Baiklah, Erna tunggu kabarnya ya Tan!" sahut Erna ramah dan terdengar sumringah.


"Iya, sama sama. Clara juga pasti seneng ketemu kamu, kalian kan lama gak ketemu. Padahal dulu selalu main bareng pas kecil." sahut Bu Desmita terdengar semangat, Erna dulu anak yang pendiam dan tak banyak bicara, selalu main kerumahnya untuk bertemu Clara. Karena Erna tidak pernah mau kumpul dengan anak anak yang lain, dia selalu di ejek dan jadi bahan lelucon karena tubuhnya yang gendut dan kulitnya yang sangat putih.


"Iya, Bu!" sahut Erna singkat dan Bu Desmita mematikan sambungan teleponnya, berniat menghubungi Clara terlebih dahulu.


Sedangkan Erna kembali fokus meneruskan perjalanannya menuju hotel yang sudah di pesan oleh timnya.


Karena pemotretan akan dilakukan nanti malam, di salah satu kolam renang yang ada di dalam hotel.


Dengan langkah gemulai, Erna memasuki hotel dan disambut timnya. Dengan angkuh Erna menatap satu persatu orang yang melihat ke arahnya, senyum miring terukir di bibirnya yang seksi. Bangga karena merasa sempurna dengan kecantikan dan kemolekan yang kini dia punya.


"Lihatlah, semua mata laki laki tertuju padaku, tapi kamu dengan sombong menolak ku bahkan sudah berani menghinaku, Pandu! Akan aku tunjukkan, Erna bisa mendapatkan laki laki yang lebih kaya dan tampan darimu. Kamu akan menyesal karena sudah mengabaikan diriku, Pandu Aditama!" gumam Erna dengan kebencian yang masih terasa, Penolakan Pandu benar benar membuatnya merasa direndahkan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Assalamualaikum, Bu!" Clara menerima panggilan telepon dari ibunya dengan perasaan senang.


Sebenarnya Sandi mengijinkan Clara menginap dirumah ibunya saat dia pergi ke Madiun, atau ibunya yang menginap menemaninya di rumah, tapi Clara menolak dengan alasan ingin belajar mandiri biar terbiasa jika nanti sering ditinggal Sandi ke luar kota.


"Waalaikumsallm, Nak!


Sehat kan kamu dan Dania, pa kabarnya kalian?

__ADS_1


Ibu kangen!" sahut Bu Desmita lirih, rindu dengan cucunya yang sudah mulai aktif dan banyak gerak.


"Alhamdulillah, Clara dan Dania baik baik saja Bu!


Ibu gak perlu cemas. Ibu sehat?" balas Clara dengan nada lembut membalas kekhawatiran ibunya.


"Ibu sehat nak, tapi kesepian. Biasanya ada Dania yang ibu ajak main.


Tapi ibu senang, kamu dan Dania sudah hidup bahagia dengan Sandi yang sangat baik. Semoga rumah tangga kalian selalu rukun dan bahagia." sahut Bu Desmita dengan perasaan haru dengan nasib anak dan cucunya.


"Aamiin, insyaallah! Terimakasih doanya Bu, doa ibu adalah pembuka jalan kebaikan untuk Clara dan Dania, restui selalu langkah Clara, Bu!" Clara merasa miris, hatinya berubah sedih karena pada kenyataannya, Sandi belum bisa menerima dirinya sepenuhnya. Diabaikan dan seperti tak dianggap istri, meskipun sikap Sandi tidak pernah kasar.


"Iya, nak!


Ibu mau kasih kabar!


Kamu ingat sama Erna kan?


Putri Bu Anggi tetangga desa sebelah, yang dulu suka main kerumah nyariin kamu!" Bu Desmita mulai membicarakan tentang Erna.


"Erna?


Yang dulu gemuk dan putih banget itu ya Bu?


Kok ibu ngomongin dia, Erna apa ada menghubungi ibu?" Clara menanggapi ucapan ibunya dengan semangat, Erna adalah salah satu temannya yang dianggap baik waktu itu, Erna yang pendiam dan tak banyak tingkah karena selalu minder dengan fisiknya yang gendut.


"Iya, barusan dia menghubungi ibu.


Nanyain kamu, katanya dia ada pemotretan di Surabaya, pingin Ketemu sama kamu katanya!" sahut Bu Desmita menjelaskan keinginan Erna yang menghubunginya.


"Oh iya, Clara juga rindu sama itu anak, pa kabarnya sekarang ya, hilang kontak begitu saja!" Clara tersenyum senang mengingat dulu begitu dekat dengan Erna.


"Denger denger, dia kan jadi model terkenal di majalah dewasa itu loh, masak kamu gak tau, Ra?


Wong dulu di kampung heboh berita soal itu gitu loh!" sahut Bu Desmita dengan suara yang sedikit di pelan kan, padahal pembicaraan mereka tidak ada yang mendengar.


"Iya sih, tapi Clara pikir kan itu cuma gosip.


Tapi ya biarin saja lah Bu, itu memang jalan yang dipilih Erna. Oh iya, kasih nomornya Clara ke Erna saja, biar nanti dia langsung menghubungi Clara, kangen juga pingin ngobrol dengan Erna. Penasaran seperti apa dia sekarang." Clara berusaha untuk tidak menilai orang lain dengan pekerjaan dan penampilannya, karena dia merasa juga bukan orang baik. Asal tidak mengusik hidupnya, Clara akan bersikap cuek dan baik pada orang tersebut.

__ADS_1


Bu Desmita mengakhiri obrolannya dengan Clara, dan mengirimkan nomor ponsel Clara ke akun watshap Erna. Membiarkan Erna dan Clara menyelesaikan rindunya sebagai sahabat semasa kecilnya.


"Clara, aku jadi gak sabar ketemu dengan dia. Apa kabarnya sekarang?" gumam Erna pas membuka pesan dari Bu Desmita yang mengirimkan nomor akun watshap milik Clara.


Erna langsung menghubungi Clara, dan mereka terlihat obrolan seru, mengenang semasa kecilnya dulu, dan pada akhirnya janjian untuk ketemu dirumahnya Clara, lebih tepatnya di rumahnya Sandi, Erna berjanji besok akan pergi kerumah Clara setelah selesai acara pemotretan, dan disambut senang oleh Clara karena memang sudah sangat ingin bertemu dengan Erna setelah bertahun tahun putus komunikasi.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan Sandi sepulang dari rumahnya Risma, mampir dulu kerumah orang tuanya.


Sandi memutuskan untuk menerima tawaran papanya memegang salah satu bisnis keluarganya yang ada di Surabaya. Sekarang adalah waktu yang tepat pikir Sandi, karena dia sudah jadi kepala keluarga dan mulai memikirkan tanggung jawab yang besar pada istri dan anaknya.


Setelah semua clear, Sandi kembali pulang dengan mengendarai mobilnya menyusuri jalan raya, memilih lewat jalan tol, biar lebih cepat sampai. Karena harus segera mengurus banyak hal soal kepemimpinan nya yang akan di amanah kan pada pundaknya oleh sang papa.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️


__ADS_2