Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain

Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
ditolak petugas


__ADS_3

"Ini akan menyakiti kita semua, Mas. Aku, Clara dan kamu. Kita akan tersiksa dengan hubungan tak sehat ini. Jujur, aku sudah beranjak dari perasaanku, aku benar benar sudah berhenti. Aku kecewa, dan luka itu sulit untuk aku sembuhkan. Kamu akan tersiksa karena hidup bersama wanita yang memilih mengabaikan kamu, padahal kita satu atap. Apa kamu sanggup bertahan?" sahut Risma menatap lekat sorot mata Pandu yang mulai berembun.


"Aku akan bertahan, demi kamu Dan demi anak anak!


Untuk Clara, aku akan berusaha untuk membuatnya mengerti, itupun kalau dia masih mau mendengar perkataan ku. Tapi jika dia masih bertahan dengan sikapnya yang egois, aku tidak tau, apakah akan bertahan atau justru melepasnya." Pandu menutup matanya, membuang nafasnya kasar. Merasakan sesak dan pikirannya buntu menghadapi dua wanita yang berbeda sikap dan sifatnya.


Risma tak lagi ingin menanggapi. Lelah dan berusaha untuk tetap menguatkan hatinya. Untuk saat ini, hanya ingin fokus pada proses penyembuhannya. Risma dengan sengaja membiarkan Pandu dan Clara saling membuka keburukan sikap masing masing, dengan memberi sedikit terapi shock pada Clara melalui trik trik cerdasnya dengan memancing api cemburu perempuan yang memiliki sifat keras tersebut.


Dan ternyata itu berhasil membuat hubungan Clara dan Pandu kian memanas dan selanjutnya cukup dilihat saja.


"Ma! apa kamu akan menginap disini?


Kalau iya, aku akan pulang untuk mengambil keperluan kamu selama disini." Pandu kembali bersuara setelah beberapa saat terdiam, wajah yang biasanya berseri dan terlihat tegas, kini tampak kusut dan terlihat tertekan.


"Gak usah, Pa!


Setelah tenaga ku pilih dan cairan infusnya habis, sudah dibolehkan pulang kerumah dan akan kembali lagi setelah seminggu. Dan melakukan terapi yang sama namun dengan dosis yang berbeda." Sahut Risma mulai mau membuka diri untuk berbagi soal penyakitnya.


Pandu menatap iba dan terukir senyum tipis di bibirnya. "Semoga segera berlalu dan kamu kembali sehat. Maafkan aku yang abai selama ini. Sungguh aku menyesal." ucap Pandu yang diiringi satu tetes kristal dari kedua matanya.


"Sudahlah, Pa! Jika benar kamu menyesal dan benar benar ingin memperbaiki semuanya, cukup buktikan, tidak perlu terus kamu ungkapkan." sahut Risma datar dan terlihat memalingkan wajahnya agar tak melihat wajah Pandu yang terlihat kacau.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan dikamar hotel yang nyaman, Clara masih saja terus meratapi nasibnya, menangis dan terus merutuki dirinya sendiri. Masih tak percaya jika Pandu bisa berubah drastis dalam waktu singkat. Kebencian kian merasuki hati Clara, tak terima jika harus diperlakukan gak adil oleh Pandu yang katanya begitu mencintainya.


"Aku tidak terima kamu perlakukan aku seperti ini, Mas!

__ADS_1


Aku tidak boleh diam saja, aku harus bertindak. Dan aku tidak akan terus sembunyi dari masyarakat tentang status ku yang juga istri dari Pandu Aditama.


Baiklah Mas, aku akan memberimu kejutan hari ini." Clara bergumam sendirian dan mulai menghapus air matanya, pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri. Berganti pakaian yang paling indah dan terlihat begitu anggun dengan sapuan make up tipis di wajahnya. Cantik!


Dengan langkah pasti, Clara keluar dari kamar hotel dan menunggu taksi yang tadi sudah dipesannya lewat aplikasi. Memutuskan untuk menemui Pandu di kantornya, ingin menunjukkan jika dirinya juga pantas untuk diakui dunia meskipun hanya seorang istri kedua.


"Ini tujuannya, benar di markas TNI angkatan udara, Bu?" sopir taksi menoleh kebelakang dan menanyakan kebenaran alamat yang akan dituju.


"Iya, pak!


Bisa cepat sedikit, karena suami saya sudah menunggu." sahut Clara percaya diri dan begitu bangga dengan senyuman mengembang dari bibirnya yang indah.


"Baik, Bu!" balas sopir taksi ramah dan langsung meluncur ke arah tujuan.


Clara sudah membayangkan bagaimana reaksi Pandu yang terkejut dengan kedatangannya nanti. Dan tatapan dari para anggota yang lain, membayangkan saja sudah membuat bibir Clara tersenyum bahagia.


Tidak butuh waktu lama, taksi yang ditumpangi Clara berhenti tepat di kantor Pandu. Setelah membayar ongkos taksi, Clara turun dengan anggun dan berjalan menuju area kantor dan menemui petugas yang berjaga di pintu masuk.


"Iya, saya ingin bertemu pak Pandu Aditama!" sahut Clara sambil tersenyum sopan.


"Maaf, Pak Pandu sedang tidak ada ditempat.


Bisa tinggalkan pesan jika memang ada yang penting, nanti akan saya sampaikan kepada beliau." balas petugas masih dengan suara tegas dan ramah.


"Tidak ada ditempat?


Tadi bilang sama saya kalau akan kembali ke kantor dan ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Tapi kenapa anda bilang pak Pandu tidak ada ditempat?

__ADS_1


Bilang, Clara ingin bertemu!" sahut Clara sedikit emosi dan kesal karena merasa dibohongi.


"Maaf, memang pak Pandu sedang tidak ada ditempat, beliau sedang dirumah sakit, karena istrinya sedang dirawat." balas petugas masih dengan sikap ramah dan suara tegasnya.


"Apa saya bisa bertemu dengan atasan Pak Pandu?


Saya ingin bicara dengan beliau!" balas Clara tegas dengan menahan amarah di dadanya yang kian sesak.


"Maaf, tidak bisa Bu. Semua harus ada prosedurnya, tidak sembarangan orang boleh bertemu. Maaf semoga bisa dimaklumi." Balas petugas dengan sedikit memicingkan mata karena mulai curiga dengan sikap Clara yang terus memaksa.


"Jika saya mengatakan, kalau saya juga istri dari Pandu Aditama, apakah saya bisa masuk dan bertemu dengan beliau?" Clara benar benar dibuat jengah karena sulitnya masuk ke dalam kantornya Pandu.


"Silahkan ikuti prosedurnya dulu, Bu.


Dan lebih baik, bicarakan dulu dengan Pak Pandu, karena ini menyangkut kehormatan beliau. Jangan sampai sikap ibu membuat masalah untuk pekerjaan Pak Pandu. Maaf saya permisi, ada yang harus dikerjakan soalnya." balas petugas tersebut dengan tegas dan sengaja menghindari Clara karena sudah tau maksud dan tujuan Clara datang, sebagai anak buah, Agung cukup tau bagaimana melindungi kehormatan sang atasan.


Agung adalah nama petugas yang baru saja bicara dengan Clara. Agung salah satu anak buah Pandu yang paling di sayangi Pandu karena kedisiplinan dan kerajinannya, itulah kenapa Agung harus bisa melindungi dan menjaga kehormatan sang atasan dari gosip yang dibawa perempuan yang mengaku sebagai istrinya.


"Aku harus memberitahu pak Pandu dan semoga tidak ada yang mendengar pembicaraan ku dengan wanita itu. Ini tidak benar! " batin Agung yang memilih menyimpan rahasia Pandu dari yang baru saja dia dengar dari mulutnya Clara.


"Sialan!


Kenapa sih sulit banget buat masuk saja, aku ingin buat mas Pandu mengakui kalau aku juga istrinya di hadapan para anggotanya. Dan aku juga ingin atasannya mas Pandu tau, tentang pernikahanku dengan Mas Pandu, agar aku tidak terus terasing.


Tapi kenapa sulit sekali. Aaargh!" Clara menggerutu di sepanjang jalan, kesal dan juga lelah. Ternyata tidak mudah untuk bisa masuk kedalam kantor tempat Pandu bekerja.


"Awas kamu, Mas!

__ADS_1


Kamu sudah membohongiku, katanya kamu akan kembali ke kantor. Tapi justru kamu bersama Risma.


Aku tidak suka kebohongan kamu, lihat saja, aku akan membuatmu kembali perduli padaku atau aku akan membuatmu malu di hadapan semua orang. Aku benci kamu Pandu Aditama!" sungut Clara membenci nasibnya sendiri dan kecewa dengan kebohongan yang sudah Pandu ciptakan.


__ADS_2