Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain

Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
pertemuan sandi dengan Erna


__ADS_3

Setelah melepas rindu, Erna kembali dengan mengendarai mobilnya, senyumnya mengembang dengan begitu tulus, seolah kesombongan dan sikap angkuhnya bisa luruh hanya karena seorang Clara Prameswari yang selalu menerima kehadirannya apapun keadaannya.


Setelah dari rumah Clara, Erna tidak langsung kembali ke hotel tempat dia menginap.


Erna mencari restoran untuk sekedar mengisi perutnya. Dirumahnya Clara bukan tak disuguhi makanan, Clara bahkan menyiapkan banyak makanan untuk Erna, tapi Erna merasa sungkan dan hanya mengambil sedikit untuk menghargai Clara.


Keluar dari mobil dengan anggun dan penuh pesona, Erna selalu menjadi tatapan para pria. Wajah cantik dan kulit mulusnya yang selalu terekspos membuat Erna jadi pandangan sedap kaum Adam.


Memilih duduk di bangku yang ada di dekat jendela, dan memulai memesan beberapa menu pilihannya. Tanpa Erna sadari, ada pasang mata yang terus memperhatikannya dari kejauhan.


Sandi, menatap Erna tanpa kedip, mencoba mengingat perempuan yang kini dilihatnya.


Sandi merasa pernah bertemu dengan sosok Erna, tapi ingatannya tak kunjung muncul. Membuat sandi harus berpikir keras untuk mengingat wanita yang kini tengah dia pandang.


Sandi memang berada di restoran yang sama dengan Erna kunjungi. Sandi baru saja mengadakan meeting dengan wajah satu rekan kerjanya. Namun Sandi memilih untuk tetap tinggal dan kembali memesan kopi hanya sekedar untuk mengistirahatkan pikirannya yang mulai penat.


Disaat tak terduga, justru Sandi melihat kehadiran Erna di tempat yang sama.


"Sepertinya aku pernah melihat wanita itu, wajahnya tidak asing, tapi dimana ya?" Sandi bicara sendiri di dalam hatinya, berusaha mengingat ingat siapa wanita yang kini tengah ada dipikirannya.


Setelah berusaha keras, akhirnya sandi ingat, dimana bertemu dengan Erna.


"Ah, bukannya dia itu yang kemarin ada dirumah Risma, yang lari dan kita bertubrukan.


Siapa dia?


Ada masalah dengan Risma atau Pandu?" Sandi terus menerka nerka dengan pikirannya sendiri, namun fokus matanya tak lepas dari melihat Erna.


Hingga akhirnya Erna menyadari kalau ada mata yang tengah menatapnya, dan membuat Erna terkejut dengan keberadaan Sandi, ingatan Erna tajam, sehingga langsung mengenali siapa Sandi.


Laki laki yang ditabraknya saat lari keluar dari rumah Pandu.


"Laki laki itu?" batin Erna yang juga tengah menatap balik ke arah Sandi dengan tatapan tajam.


"Dia punya hubungan apa dengan Pandu?


Sepertinya mereka punya hubungan, karena dia juga sedang berada di rumahnya Pandu.


Apa aku dekati saja, dan cari informasi tentang Pandu dan istrinya lewat laki laki itu." gumam Erna di dalam hatinya, yang kini tengah menatap Sandi yang mulai terlihat gugup dan salah tingkah karena Erna juga membalas tatapannya.


Dengan percaya diri, Erna berjalan ke arah Sandi, tapi sebelumnya, meminta pelayan untuk mengantarkan pesanannya ke mejanya Sandi. Karena Erna berniat bergabung di meja sandi dan ingin mengobrol dengan Sandi.


"Hai, kenalkan. Erna!" Erna langsung mengulurkan tangannya dan menyebut namanya.


Sandi yang terkejut, terlihat gugup dengan kedatangan Erna yang tidak diduganya.


"Sandi." balas Sandi singkat.


"Kita pernah bertemu sewaktu di rumahnya Pandu.

__ADS_1


Kamu ada hubungan apa dengannya?


Kalau aku temannya sewaktu sekolah dulu." Erna menjelaskan tanpa diminta. Sandi hanya tersenyum membalas ucapan Erna. Ragu mau bertanya soal Erna yang menangis saat keluar dari rumahnya Risma.


"Mas sandi, ada hubungan apa dengan Pandu?


Maaf aku panggil dengan Mas saja ya, gak papakan?" Erna kembali bertanya pada Sandi dengan berusaha bersikap ramah.


"Saya, saudara sepupu istrinya. Risma!" sahut Sandi jujur dan bersikap biasa saja, Sandi sudah bisa menguasai dirinya kembali.


"Oh.


Maaf, bolehkan saya gabung disini? kita bisa ngobrol, barangkali bisa jadi teman. Sama sama kenal dengan Pandu dan istrinya." Erna tersenyum dan bersikap seolah sudah mengenal Sandi dengan baik, dan itu membuat Sandi tersenyum dengan sifat supel yang Erna miliki.


"Boleh, silahkan!


Apa mbak Erna sedang ada masalah dengan Pandu?


Karena waktu itu, mbak terlihat sedang menangis saat keluar dari rumahnya?" Sandi mulai berani mengungkapkan rasa penasarannya pada Erna.


"Iya!


Saya kecewa dengan sikap Pandu dan istrinya.


Mereka sudah menghina harga diri saya, sakit rasanya!" Erna memasang wajah memelas, mencoba mengambil simpatinya Sandi.


Setahuku, Risma maupun Pandu, bukan orang yang tak bisa menghargai orang lain. Kecuali anda sendiri yang membuat kesalahan." Sandi menatap tajam pada Erna yang langsung melihat kaget dengan jawaban dari Sandi.


Sandi mulai curiga dan menilai Erna dengan pikirannya yang buruk. Hingga membuat ekspresi wajah Sandi berubah dingin seketika.


"Maksudnya?" jawab Erna tak suka dengan ucapan Sandi.


"Saya sangat mengenal Risma dari kecil, karena kami saudara. Dia tidak akan merendahkan orang lain apapun alasannya kecuali orang itu sedang merendahkan dirinya sendiri.


Begitu juga dengan Pandu, dia orang yang berpendidikan dan santun, Pandu Memang tegas, tapi tidak akan bersikap rendah dengan merendahkan orang lain. Kecuali batas kesabarannya sudah habis oleh sikap orang tersebut." sahut Sandi dingin, tidak terima jika Erna menjelekkan keluarganya, sedangkan Sandi sangat mengenal karakter mereka.


Erna membuang wajahnya ke sembarang arah. Mencebik kesal pada Sandi yang justru seperti menuduh buruk dirinya.


"Apa yang terjadi sampai mereka mbak anggap sudah merendahkan harga diri mbak Erna?" todong Sandi dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"Saya datang hanya ingin mengatakan perasaan pada Pandu. Saya menyukai Pandu dari sejak kecil, apa itu salah?


Lagian jika dilihat dari fisik, lebih unggul saya dari pada istrinya. Namun justru Pandu mengusirku dari rumahnya, dengan kata kata penghinaan. Apakah itu bukan merendahkan harga diri seseorang?" sahut Erna angkuh tanpa merasa bersalah sama sekali. Membuat Sandi tertawa lepas dengan penjelasan Erna.


"Kenapa anda justru tertawa sangat keras?


Memalukan!" sungut Erna tak suka dengan sikap Sandi yang seolah menertawakannya.


"Haduh mbak!

__ADS_1


Harusnya mbak Erna yang sadar diri.


Jelas Pandu marah lah, ketenangan dan keluarganya mbak usik.


Pandu sangat mencintai Risma, istrinya!


Jadinya wajar Pandu maupun Risma tak suka dengan kenekatan mbak itu.


Bukan mereka yang merendahkan kamu, mbak!


Tapi mbak Erna sendiri yang sudah menjatuhkan harga diri mbak sebagai seorang perempuan.


Mana ada wanita baik baik datang menyatakan perasaannya pada suami orang, di depan istrinya lagi. Duh, mbak Erna sehat?" sahut Sandi dengan senyuman mengejek dan menggelengkan kepalanya heran. Wanita dihadapannya sungguh tak lagi punya rasa malu dan tak bisa berpikiran jernih. Sandi sebenarnya kesal, tapi merasa lucu dengan pemikiran Erna yang dinilainya sangat bodoh. Wanita secantik Erna ternyata punya pikiran sangat dangkal dan memalukan. Itulah yang kini ada dipikiran Sandi untuk Erna.


"Terserah anda bagaimana menilai saya, tapi yang pasti, saya bukan perempuan munafik yang ingin menjalin hubungan diam diam dengan laki orang.


Saya berani mengatakan isi hati saya dihadapan istrinya, ditolak tak masalah, tapi saya punya seribu cara untuk meraih apa yang ingin saya raih, termasuk dengan Pandu Aditama!" Sahut Erna dengan tatapan tajamnya dan seketika membuat Sandi langsung mengerutkan dahinya.


"Jangan macam macam dengan mengganggu rumah tangganya Risma. Karena saya tidak akan tinggal diam. Ingat itu!" Balas Sandi dingin dan menatap penuh intimidasi pada Erna yang justru menyungging kan senyum sinis ke arah Sandi yang mulai terusik emosinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️

__ADS_1


__ADS_2