
"Nanti nak Erna akan tinggal dengan para santri perempuan di pondok kusus putri, biar nanti di antar Aisyah ke kamar ya!" umi Zara menimpali masih dengan senyuman hangat nan meneduhkan.
Runi mengusap bahu Erna lembut, memberi dukungan dan kekuatan untuk saudarinya.
Kesan pertama Erna to nggak di asrama putri adalah rasa nyaman, meskipun Erna masih minder dengan dirinya yang belum bisa apa apa. Bahkan ngajinya masih harus belajar dari awal, tidak satupun yang mengejek, justru mereka membantu Erna belajar dengan sangat ramah.
Erna merasa betah dan senang tinggal bersama para santriwati, satu kamar di usi dua orang yang sudah dewasa, sedangkan untuk anak anak, satu kamar di isi empat orang anak.
Erna satu kamar dengan Aisyah, keponakan dari Abah Faisal. Masih satu keluarga dengan Abas.
Aisyah sangat cantik, memiliki kulit yang bersih, dan mata yang indah. Meskipun tanpa polesan make up, Aisyah terlihat begitu cantik, cantik alami. Karena hatinya juga bersih dan baik.
"Mbak Erna asli orang mana?" tanya Aisyah membuka obrolan menjelang mau tidur.
"Saya asli Kediri, teh!
Tapi lama menetap di Jakarta.
Selama di Jakarta saya kerja, menjadi model salah satu majalah." sahut Erna dengan senyuman tipis, matanya sudah berkaca kaca mengingat dosa yang pernah dia lakukan.
"Wah Pantesan, mbak cantik banget.
Kulitnya terawat dan juga punya bodi yang slimming." sahut Aisyah kagum, karena Erna memang sangat cantik, kulitnya juga putih bersih.
"Tapi aku sudah melakukan banyak dosa dengan tubuh dan wajahku hanya karena dendam di masa lalu. Aku sangat takut, jika disaku tak lagi terampuni!" Isak Erna dengan menundukkan wajahnya dalam.
Membuat Aisyah bingung dengan perubahan sikap Erna yang mendadak sedih.
Aisyah beranjak dari tempat tidurnya, dan mendekati Erna.
Mengusap punggung tangan Erna dengan lembut.
"Alloh maha pengampun, selama kita menyesali dan tidak lagi mengulangi, insyaallah Alloh pasti memberikan ampunan nya." Aisyah mencoba menjadi teman yang baik dan memberi dukungan pada Erna yang ingin berhijrah.
"Dulu saya itu model majalah dewasa, teh!
Saya selalu berpose seksi demi tuntutan pekerjaan.
Namun saya sangat bangga, karena tubuh indah dan wajah cantik ini. Membuat ku sombong dan angkuh. Aku sering membanggakan semua itu untuk memuaskan hatiku." sahut Erna dengan air mata yang terus mengalir dari kedua bola matanya.
__ADS_1
"Astagfirullah." desis Aisyah membekap mulutnya, namun tak ingin menyalahkan apalagi menghakimi masa lalu kelam Erna.
"Apa aku bisa diampuni, teh!
Dosaku terlalu banyak, auratku sudah dinikmati banyak mata pria yang bukan mahram. Aku menyesal sungguh menyesal. Alloh!" tangis Erna semakin pecah, dan Aisyah merangkulnya, berusaha untuk menenangkan Erna dengan usapan usapan lembut tangannya.
"Insyaallah, bertobatlah mbak. Dan tinggalkan semua masa lalu itu, terus perbaiki diri, mohon ampun pada Alloh. Insyaallah Alloh maha pengampun!" Aisyah berusaha untuk memberi kekuatan dan kepercayaan diri Erna.
Karena saat dirinya mau bertobat dan memperbaiki diri, sebagai sesama muslimah harus saling mendukung dan merangkul dengan cinta.
"Sekarang mbak Erna sudah mengambil keputusan yang tepat, dengan meninggalkan pekerjaan mbak, dan juga dengan ingin menimba ilmu disini. Semoga selalu Istiqomah, insyaallah ini adalah jalan yang harus mbak lewati dan jalani."
"Tapi aku malu, teh!
Usiaku sudah tua tapi masih belum bisa baca Alquran, dan surat surat pendek pun aku juga masih belum bisa. Ya Alloh malu banget rasanya." Erna menutup wajahnya dengan kedua tangannya, merasa malu luar biasa, saat santriwati dibawahnya sudah banyak yang hafal Qur'an dengan lancar.
"Gak papa, semua butuh proses. Kami semua disini itu masih sama sama belajar. Jadi jangan malu, kalau menuruti malu, justru kita tidak akan pernah bisa.
Insyaallah disini semua kita itu sama, jadi tidak akan ada yang mengejek maupun menghina kok. Yuk semangat belajarnya." Aisyah memberikan kekuatan dan membuat Erna agar percaya diri dan semangat untuk menimba ilmu tanpa harus malu karena merasa belum bisa.
"Sudah malam, yuk istirahat!
Karena besok sebelum subuh kita harus bangun. Peraturan di asrama putri memang begitu, kita harus bangun lebih dulu, untuk menyiapkan sarapan buat adik adik kita. Gak papakan?
Mulai saat ini, Erna akan menjalani kehidupan yang berbeda, dan itu harus membuat Erna terbiasa dan menikmatinya sebagai bentuk ikhtiar dari hijrahnya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Waktu terus saja bergulir, tak terasa sudah empat tahun Sandi dan Clara mengarungi rumah tangganya, dan Dania juga sudah tumbuh besar dan lucu, bahkan sudah masuk sekolah TK.
Clara yang tengah hamil tiga bulan, membuatnya sering mual dan lemas. Membuat Bu Desmita harus ikut tinggal di rumah menantunya untuk menjaga Clara juga Dania.
Meskipun sudah ada pembantu, namun Bu Desmita tidak tega kalau harus berjauhan dengan putrinya yang sedang hamil tapi dalam keadaan lemah. Padahal sewaktu hamil Dania, Clara sangat kuat dan biasa saja.
"Dania, berangkat ke sekolah nya sama papa ya, ditemani suster!" Sandi menatap lembut pada Dania yang tengah mengunyah rotinya, sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
"Mama masih sakit ya, Pa?" sahut Dania dengan polosnya, matanya yang bening menatap papanya.
"Iya, mama masih belum sehat. Dede bayi di perut mama maunya istirahat dulu. Dania Kan sudah besar, jadi harus pinter ya!" balas Sandi dengan sabar, memberi pengertian sesuai dengan usia Dania yang masih balita.
__ADS_1
"Iya papa!
Dania ke sekolah sama suster, Dania janji gak akan nakal kok. Dania Kan sayang sama Dede bayi!" sahut Dania dengan lancarnya, membuat sandi tersenyum bangga karena Dania sangat cerdas dan mudah paham jika di nasehati.
"Kan anak papa, pasti pinter!
Makasih ya sayang! Dania anak pinter dan hebat!" Sandi mengusap pucuk kepala Dania yang berbalut jilbab.
"Habisin sarapannya, terus minum susunya. Habis itu temui mama, pamit ya!
Papa mau ke kamar ganti baju dulu!" Sandi meninggalkan Dania di meja makan bersama susternya.
Berganti pakaian ke kamarnya dan bersiap siap pergi ke kantor. Sedangkan Clara masih terbaring lemah di tempat tidur, kehamilannya memang sangat lemah, dokter memintanya untuk istirahat total.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Kasih sayang yang salah
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
Happy ending ❤️