
"Aku berangkat ya, kasihan anak anak nanti bisa terlambat. Asalamualaikum!" Pandu melangkah pergi setelah mencium istri dan anaknya. Diluar sudah ada Galang dan Cinta yang sudah menunggu, mereka tadi sudah pamitan dengan mamanya sebelum Risma menyusul Pandu ke dalam kamar.
"Yuk berangkat." ajak Pandu pada kedua anaknya yang langsung berlari masuk ke dalam mobil.
Risma menatap kepergian suami dan anak anaknya dengan senyuman dan doa.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sandi sudah berangkat dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kota Madiun, kota kelahiran nya dan kota dimana Sandi menyimpan banyak duka dan sukanya. Hingga akhirnya memutuskan untuk pergi dari kota itu karena patah hati oleh cinta yang tak seharusnya. Cinta yang harus di pendamnya bertahun tahun tanpa ada satupun yang tahu, cinta pada saudaranya sendiri. Hingga akhirnya Sandi bertemu dengan Clara dan jatuh cinta padanya, namun kecewanya kembali muncul dengan dihadapkan situasi yang sama dengan masa lalunya, dengan satu laki laki, yaitu Pandu.
Sandi pernah menyimpan rasa pada Risma, namun hanya bisa menyimpannya saja. Dan saat menikahi wanita, ternyata wanita itu juga pernah ada hubungan dengan Pandu. Itulah kenapa Sandi begitu kecewa dan sangat terpukul, dengan dalih tak ingin menyakiti Risma dia bersembunyi dari lukanya sendiri.
"Sandi melepas lelah di salah satu masjid, melaksanakan sholat Dhuha sambil menunggu waktu, karena masih jam sepuluh, satu jam lagi Sandi harus bertemu Pandu dan mengungkapkan semuanya.
Sedangkan Pandu, sudah tak lagi fokus dengan pekerjaannya. Pikirannya terus menerka dan batinnya pun tak merasa tenang.
"Pasti ada yang sangat penting, sampai sampai Sandi ingin meminta bertemu mendadak kayak gini, apalagi tidak membolehkan Risma tau. Apa sebenarnya yang terjadi? Apa masih ada hubungannya dengan Clara, tapi itu apa?"
Ah, kenapa aku bisa secemas ini?"
Pandu mengerang frustasi karena pikiran pikirannya yang mendadak cemas dan membuat hatinya terus tidak nyaman, namun dia tetap saja tak mampu menebak apa yang tengah terjadi, sehingga membuatnya sesak sendiri.
Pandu tak lagi mampu mengendalikan dirinya karena emosi hati yang tak lagi bisa di tebak. Pukul sepuluh lebih tiga puluh menit, Pandu meninggalkan kantor dengan langkah tergesa.
Menuju cafe yang tak begitu jauh dari kantornya. Berharap Sandi sudah ada disana, agar apa yang mengganjal pikirannya segera terungkap.
Hanya butuh waktu lima belas menit Pandu sudah sampai di pelataran cafe Box Coffin. Saat Pandu baru turun dari mobil, terlihat Sandi juga tengah memasuki pelataran parkir cafe. Pandu tertegun dan memilih menunggu Sandi. Pandu sangat hafal dengan mobil milik Sandi.
"Sudah datang?" Sapa Sandi saat mendekati Pandu dan mereka saling bersalaman. Lalu masuk ke dalam cafe dengan langkah lebar.
Dia laki laki tampan dengan penampilan yang bikin wanita menatap kagum, membuat mereka menjadi pusat perhatian.
Pandu yang masih gagah dengan pakaian dengan dinasnya. Sedangkan Sandi, memakai pakaian casual yang membuatnya terlihat begitu gagah dan tampan.
__ADS_1
"Jujur, aku sangat gelisah karena kepikiran dengan apa tujuan kamu ingin bertemu.
Aku memiliki feeling tidak enak dengan pertemuan ini, ada apa?
Apa yang sedang terjadi? Sampai sampai Risma tidak boleh tau kita bertemu?" Pandu langsung membuka obrolan pada intinya, tak ingin membuang buang waktu dan bertele tele.
Sandi menatap lekat wajah Pandu. Tampan dan sangat tegas, bahkan Pandu memiliki kharisma yang membuat banyak wanita terpesona.
Sandi masih menyimpan perih di hatinya, karena dua wanita yang di cinta, semuanya memiliki hubungan dengan Pandu. Tapi Sandi berusaha tenang dan bukan saatnya sakit hati karena masa lalu.
"Ada apa Sand? tolong katakan sekarang, jangan buat aku makin tak tenang begini!" Pandu kembali membuka suaranya, setelah beberapa saat menunggu jawaban dari Sandi, namun Sandi hanya diam saja dengan pandangan nanar.
"Maaf, kalau aku baru bisa mengatakan hari ini.
Karena semua permintaan Clara untuk tidak menyampaikan kebenaran yang ada.
Tapi kemarin lusa dia mengalami musibah, harus di operasi di usia kandungan yang masih enam tujuh bulan.
Akhirnya anak kami harus masuk inkubator, dan Clara saat ini masih kritis, belum sadarkan diri." terang Sandi, membuat Pandu menutup matanya, ikut merasakan kesedihan dengan aka yang tengah terjadi dalam keluarga Sandi. Dan bagaimanapun Clara juga pernah menjadi perempuan yang bertahun tahun mengisi hatinya. Rasa itu sebenarnya masih ada, tapi Pandu berusaha untuk menutup demi istri dan anak anaknya.
Lalu kebenaran seperti apa yang ingin kamu katakan, apa semua berhubungan dengan Clara?" sahut Pandu tegas dengan mimik yang tak bisa di tebak.
"Iya! masih berhubungan dengan Clara dan juga kamu." Sahut Sandi serius dan menarik nafasnya dalam lalu membuangnya kasar.
"Waktu aku ingin menikahi Clara, waktu itu dia tengah hamil besar. Hamil anak kamu!" tenggorokan Sandi tercekat, rasanya berat meneruskan kalimatnya.
"A pa?
Clara hamil anakku?
Tapi kenapa dia tidak memberitahu kalau dia tengah hamil anakku?" Pandu mengusap wajahnya gelisah, sedang Sandi masih diam mengatur nafasnya, berusaha untuk kuat agar bisa mengatakan apa yang seharusnya di katakan.
"Iya, Clara hamil tapi dia menyembunyikan kehamilan itu darimu. Dia ingin menjauh dan benar benar pergi dari masa lalunya. Tapi hari ini kamu harus tau yang sebenarnya.
__ADS_1
Nama anak itu Dania, dia perempuan dan memiliki wajah yang hampir mirip denganmu. Sekarang dia sudah sekolah TK." Sandi menerangkan dengan nada dingin, karena menahan perasaan sakit di hatinya.
"Apa ini?
Kenapa kalian menutupi hal sebesar ini dariku?" Pandu tak kuasa menahan perasaan kecewanya, dan semua itu membuatnya semakin kalut. Apa lagi ketika Risma harus tau semuanya, apakah dia sanggup untuk menerima kenyataan yang ada. Tapi sebagai ayah kandung, Pandu juga tidak bisa abai dengan keberadaan Dania.
"Astagfirullah, astagfirullah!" Pandu terus melafazkan kalimat Istighfar untuk menenangkan hatinya yang tengah kacau oleh kenyataan yang baru saja diketahuinya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Kasih sayang yang salah
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
Happy ending ❤️