Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain

Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
penampilan baru


__ADS_3

"Ada kok mbak, sebentar saya ambilkan contohnya." pegawai toko memberikan beberapa contoh jilbab instan pada Erna, dan Erna mulai mencobanya satu persatu.


Erna akhirnya membeli beberapa stel gamis dan jilbabnya, tersenyum sumringah dengan membawa beberapa paper bag di kedua tangannya. "Bismillah, semoga aku bisa. Semua karena kamu Clara! Kamu selalu bisa menyentuh hatiku dengan kelembutan dan ketulusan kamu." gumam Erna di dalam hatinya dan melangkahkan kakinya keluar dari mall kembali menuju ke hotel tempatnya menginap.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Keesokan harinya, Erna dengan penampilan barunya mengunjungi Clara dirumahnya, pukul sepuluh pagi Erna berangkat dari hotel, karena sedari pagi Erna masih beres beres agar esok saat akan kembali ke Jakarta tidak terburu buru karena barang yang belum dibereskan.


Saat Erna datang kerumahnya Clara, Sandi sudah berangkat ke kantornya. Sudah dari jam sembilan pagi Sandi sudah menuju kantornya.


"Masya Allah, ini beneran kamu, Er?


Cantik sekali! Aku sampai pangling loh, sumpah kamu cantik banget pakaian kayak gini." Clara sampai terpaku tak percaya dengan penampilan Erna yang baru, Erna sudah mengenakan jilbab dan terlihat sangat cantik sekali.


"Aku gak disuruh masuk dulu nih, atau kita langsung otewe saja?" sahut Erna tersipu dan senang dengan ekspresi yang ditunjukkan Clara padanya.


"Owh iya, sampai lupa. Ayok masuk dulu, aku juga belum siap siap, cuma tinggal ganti baju saja kok.


Em aku bawa Dania gak papakan?" Clara menatap sungkan pada Erna yang terlihat tersenyum senang.


"Ya gak papa lah, Ra! ajak saja Dania, biar lebih berwarna perjalanan kita dengan ocehan dia. Justru aku senang sekali kamu bawa Dania!" Erna tersenyum sumringah dan duduk diruang tamu menunggu Clara bersiap siap.


Bi Marni menyuguhkan teh hangat dan sepiring bolu keju pada Erna.


"Terimakasih ya, Bi! gak perlu repot repot begini harusnya, saya cuma sebentar saja kok!" Erna menatap sungkan pada Bi Marni.


"Gak papa, non! Tamu itu wajib dijamu dengan baik. Monggo silahkan diminum, dan dicicipi bolunya, Itu buatan bibi sendiri loh, wajib dicoba!" sahut Bi Marni ramah dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


"Wah benar kah? Kalau begitu saya akan mencobanya, Bi. Terimakasih ya Bi, maaf kalau sudah merepotkan!" Erna membalasnya dengan sumringah. Kepribadiannya yang sombong dan angkuh seolah hilang dari diri Erna, saat berada di hadapan orang orang yang dia anggap memperlakukan dirinya dengan baik.


Clara sudah siap dengan Dania yang berada di gendongannya.


"Bi Marni ikut kami jalan jalan ya, nanti bisa temani aku bantu ngemong Dania. Tadi aku sudah ijin sama Mas Sandi kok." Clara ingin mengajak serta Bi Marni, biar pembantunya itu juga bisa mencuci mata dan ikut jalan jalan.


"Beneran Bu?


Saya boleh ikutan belanja ini?" sahut Bi Marni lugu, dan membuat Erna juga Clara tersenyum dengan tingkah Bi Marni.

__ADS_1


"Iya, Bi Marni diajak, siap siap gih. Aku tungguin." sahut Clara dengan menahan senyum karena sikap lucu pembantunya.


"Siap! bibi akan ganti baju dulu, jangan ditinggal loh, Bu!" Bi Marni berlari kecil menuju kamarnya, berniat mengganti bajunya dengan yang lebih bagus.


"Bentar ya, Er! gak papakan aku ajak bi Marni juga?" Clara menatap Erna dan berharap Erna tidak keberatan dengan niatnya yang juga mengajak Bi Marni.


Setelah beberapa saat menunggu, Bu Marni keluar dengan dandanan yang berbeda, yang biasanya selalu dengan baju dasternya, kini Bi Marni mengenakan kulot dan Tunik. Terlihat sangat berbeda, membuat Clara tersenyum dan kagum dengan wanita paruh baya yang sudah dianggap nya sebagai keluarga.


"Wah, Bibi cantik banget, terlihat muda kalau penampilan nya kayak gini !"


"Masa sih Bu?


Wah nanti pak Sandi tertarik sama bibi gimana?" sahut Bi Marni genit dan membuat Clara juga Erna tertawa karena ulah konyolnya.


Sampai di mall, Erna dan Clara langsung menuju ke toko baju, Erna ingin membelikan sesuatu untuk Clara, meskipun Clara sungkan dan berniat membayar belanjaan nya sendiri, namun Erna tetap kekeuh ingin membayar apa yang dipilih Clara.


"Biar aku bayar sendiri saja, Er. Banyak loh ini, sama punya Bi Marni juga. Gak enak aku.


Lagian tadi suamiku juga sudah memberiku uang buat belanja kok." Clara menolak halus niat Erna karena merasa sungkan.


"Sudah! Anggap saja ini hadiah dariku, bentuk rasa terimakasih ku sama kamu, karena kamu aku menemukan diriku yang lain, karena kamu aku merasa dihargai dan dipedulikan, aku merasa dianggap ada hanya oleh kamu, Ra! Tolong, untuk kali ini saja, biarkan aku membalas semua kebaikan kamu. oke?" Erna memohon penuh harap agar Clara menerima niatnya, dan pada akhirnya Clara pun pasrah, namun dengan syarat kalau dia juga akan memberikan hadiah untuk Erna juga.


Bi Marni yang melihat ketulusan dua sahabat itu pun menjadi terharu, tidak menyangka kalau Clara bisa menjadi jalan berubahnya Erna yang seorang model panas dengan pakaian yang minim bahan.


Setelah puas jalan jalan dan belanja.


Mereka memutuskan untuk kembali pulang, tak lupa membeli bermacam makanan untuk di makan dirumah saja, karena hari sudah sore. Clara takut kalau Sandi sudah sampai rumah duluan.


"Gak papakan makanannya di bawa pulang saja, kita makan dirumah?" Clara menatap tak enak ke arah Erna yang juga berusaha mengerti Clara. Karena Clara punya kewajiban sebagai seorang istri, bukan seperti nya yang masih bebas mau apa saja.


"Gak papa kok, santai saja. Aku juga paham kali, kamu sudah bukan gadis lagi, yang bebas kemanapun dan mau apapun.


Tenang saja, aku paham kok!" sahut Erna tersenyum dan menepuk punggung tangan Clara lembut.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Bi Marni menghidangkan semua makanan yang tadi dibeli di meja makan, dan menyiapkan minuman untuk Clara juga Erna.

__ADS_1


Sedangkan Clara tengah sibuk memandikan Dania, didandani dengan sangat cantik untuk menyambut papanya pulang dari kantor.


Erna hanya menunggu dengan bermain ponselnya di ruang tamu.


Saat asik bermain ponsel, terdengar deru mesin mobil memasuki halaman. "Mungkin suaminya Clara yang datang." batin Erna berdebar, berharap bukan Sandi yang ia kenal.


Saat Sandi mulai memasuki rumah nya, Erna dengan mata yang membulat tak percaya menatap kedatangan Sandi, pun dengan Sandi yang langsung terkejut dengan keberadaan Erna dirumahnya.


"Kamu!" tatap Sandi tajam, terlihat raut tak suka dari Wajahnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


Happy ending ❤️


__ADS_2