Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 42


__ADS_3

Seperti janji Charles, hari ini dia membawa Jani pulang dari rumah sakit. Kedua orang tua dari kedua belah pihak ikut mengantar Jani dan Charles pulang. Seorang ART juga sudah disiapkan Charles. Rosa yang mengirim rupanya. Dia adalah mbok Nah, ART rumah Rosa yang untuk sementara ini diminta untuk membantu Jani dan Charles.


Sampai di kediaman mereka Charles langsung membawa Jani masuk ke dalam rumah lalu terus ke kamar. Pria itu membantu sang istrinya untuk merebahkan tubuhnya di kamar utama yakni kamar mereka berdua.


" Charles, bolehkan bunda menginap," tanya Sekar kepada menantunya. Sekar jelas masih khawatir dengan sang putri yang belum pulih betul itu.


" Ya Allah bund, tentu boleh lah. Bunda bebas mau kesini juga. Ini rumah Jani, jadi bunda kapan saja boleh kesini, mau menginap lama pun silahkan. Atau bunda mau selamanya di sini. Charles senang-senang saja."


" Eeh tidak begitu, nanti ayahmu gimana."


Charles terkekeh kecil mendengar jawaban Sekar. Mereka membiarkan Jani kembali istirahat. Tadi Jani sebelum pulang oleh Dika sudah diberi obat. Dan mungkin saat ini Jani tertidur karena pengaruh obat.


Drtzzz


Ponsel Charles bergetar. Ia pun langsung melibat siapa yang menghubungi.


" Hallo Cil, ada apa?"


Rupanya Cilla yang menghubungi Charles. Pria itu mendengarkan apa yang dikatakan adiknya dengan seksama. Raut wajah Charles jelas berubah setelah beberapa saat.


" Yah, bun, mom, dad, sepertinya Charles harus ke perusahaan. Baru saja Cilla menelpon. Ada yang penting, Charles nitip Jani dulu."


Kedua pasangan itu mengangguk mendengar ucapan Charles. Roberth yang tadinya hendak bertanya urung saat melihat Charles langsung lari ke luar.


" Apa ada sesuatu Bang?" tanya Aryo kepada besannya itu.


" Nggak tahu mas, mungkin. William Diamond tengah perang dingin dengan Red Blue Jewelry. Pasti ada sesuatu yang mengharuskan Charles buru-buru ke perusahaan."

__ADS_1


Aryo menganggukkan kepalanya pelan. Dalam hal bisnis persaingan adalah hal yang biasa dan pastinya sangat maklum.


Di dalam kamar Rinjani mengerjakan matanya. Terlihat di sana tampak sepi tidak ada siapapun. Ia pun mencoba bangkit dari tidurnya secara perlahan. Bisa dia rasakan tubuhnya memang masih terasa sakit di beberapa bagian, mungkin di bagian yang memnag terdapat luka. Tapi yang jelas sangat terasa ya di bagian bahu sebelah kanan karena memang kemarin di operasi.


Drtzzz


Ponsel milik Jani bergetar. Dengan tangan kiri ia meraih ponsel yang ada di atas nakas. Ada beberapa pesan yang masuk.


Jan, gimana keadaan lo. Lo udah balik ke rumah belum? ( Tari)


Hay Jan, gimana kondisi kamu? Kamu dirawat dimana ya? Aku pengen banget jenguk kamu tapi Tari nggak mau ngasih tahu aku dimana kamu dirawat. (Paundra)


Eh cewek miskin, hati-hati lo ya. Gue harap lo bakalan diem. Kalau mulut lo ember gue bakalan minta lo di DO dari kampus.(... )


Jani mengerutkan alisnya saat membaca pesan yang terakhir tersebut. Nomor yang mengirimi pesan itu tidak terdaftar dalam buku kontak di ponselnya. Tapi Jani merasa kenal, terlebih gaya bicara itu.


Jani bangun dan berjalan pelan menuju luar kamar. Ia ingin mencari sang suami. Saat membuka pintu kamar Jani memindai isi rumah tapi tidka dilihatnya Charles di sana. Namun sebuah tarikan nafas lega saat melihat kedua orang tua dan mertua nya ada di sana.


" Yah," panggil Jani saat melihat Aryo uang duduk bersama Daddy Roberth.


" Lho Jan sudah bangun?" Aryo langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Jani lalu membawa putri bungsunya itu duduk bersama mereka.


" Om mana?" tanya Jani.


" Tadi dapat telepon dari Cilla sekarang sedang ke perusahaan sayang," jawab Roberth lembut. Melihat Jani seperti melihat Cilla, Roberth pun sungguh senang mempunyai Jani sebagai menantu.


Jani mengerti ia kemudian memperlihatkan pesan yang tadi dia dapat kepada sang ayah. Bukan mau jadi tukang ngadu tapi sepertinya memang si Sella ini harus diberi efek jera. Kasian jika nanti ada lagi korban seperti Jani. Ya kalua orang itu punya power atau kedudukan? Jika tidak pasti hanya akan pasrah dan menurut apa yang Sella katakan.

__ADS_1


" Apa ini nak, apa. Kamu tahu siapa dia?" tanya Aryo kepada sang putri.


" Drazella Kertajasa, putri dari Pujo Kertajasa."


Aryo langsung membuang nafasnya kasar. Pujo adalah salah satu komite kampus. Berarti mau tidak mau ia akan berhadapan dengan Pujo. Tapi ini memang harus segera diselesaikan. Dan meskipun nanti akan sedikit alit, tapi tetap Sella akan dijatuhi sanksi atas apa yang sudah dia lakukan. Perbuatan itu jelas bahaya dna bisa saja mengancam nyawa.


🍀🍀🍀


Cilla langsung menyambut Charles di lobi. Terlihat wajah gadis itu yang begitu cemas.


" Bang, ini sungguh gawat. Pria itu, Si Burhan memonopoli para pelanggan kita. Dia menggunakan cara hasutan agar merek meninggalkan WD dan beralih ke RBJ. Dia juga menyebarkan rumor bahwa kita yang mencuri design mereka."


Charles terlihat masih tenang saat Cilla menjelaskan apa yang terjadi. Ia langsung menuju ruangannya. Di sana tampak Ben sedang sibuk di depan monitor komputer tengah mencoba menghandle banyaknya pertanyaan yang masuk. Bukan hanya dari konsumen dalam negri tapi konsumen yang ada di negara singa putih dan negeri ginseng pun menanyakan kabar yang beredar.


" Aman Ben?"


" Belum bos, saat ini mereka masih rame. Burhan bener-bener menyiram minyak di api sehingga kobaran apinya semakin besar."


Charles mengambil tabletnya dari laci meja dan menyalakannya. Ia mencari aoa yang sebenarnya dilakukan Burhan.


Tangan Charles mengepal erat, ia jelas marah. Burhan secara terang-terangan menunjukkan soft file design milik WD yang dia ambil dan mengklaim bahwa itu miliknya. Dalam keterangan disebutkan Burhan membuat design itu untuk RBJ namun diminta dicuri oleh WD.


" Tampaknya kamu memang tidka ingin berakhir baik. Oke, mari ikuti permainan yang kamu ciptakan. Jangan menyesal jika akhirnya kamu akan menangis dan mendekam di dinginnya lantai hotel prodeo Burhan Permana."


Jika kemarin Charles masih slow dalam menghadapi Burhan, sepertinya kali ini tidak. Dia tidak akan tinggal diam lagi.


TBC

__ADS_1


__ADS_2