Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 53


__ADS_3

Darius dan Cilla terkejut saat ada beberapa orang menghampiri mereka. Seketika tempat itu menjadi sepi. Tapi detik selanjutnya naik Darius maupun Cilla kembali tenang dan tersenyum ke arah sekelompok orang yang datang mendekat itu.


" Maaf., ada apa ya?" tanya Darius sopan.


" Woaaah, tumben nih orang kaya tapi sopan. Biasanya nyolot. Bagi duit dong!"


Salah seorang dari mereka yang kalau tidak salah merupakan pemimpin kelompok itu tampak mendekat ke arah Cilla. Namun dengan gerakan cepat Darius meraih tangan Cilla lalu menyembunyikan dibalik tubuhnya yang tinggi dan kekar. Cilla sesaat kaget saat tangannya tersentuh oleh Darius, tapi dia mengerti bahwa yang dilakukan pria yang baru dua kali ia temui itu untuk melindungi dirinya.


Bahkan saat ini tangan Darius masih memegang erat tangan Cilla. Pria itu menatap tajam ke arah kelompok yang ada di depannya. Bagaimanapun darah mafia mengalir di tubuhnya. Albern, adalah ayah Darus merupakan pemimpin Tiger Fangs meskipun sudah bubar adalah klan mafia yang ditakuti. Maka dari itu tidak tampak sedikitpun ketakutan di dalam diri Darius. Ia hanya sedikit khawatir karena ada seorang gadis yang ada bersamanya.


" Masuklah ke dalam mobil nona, aku akan mengatasi ini."


Bugh


Baru saja Darius menyelesaikan ucapannya, sebuah bogem mendarat di perutnya tapi Darius tidak merasakan rasa sakit sama sekali. Matanya membulat sempurna saat melihat apa yang ada di hadapannya.


Tangan Cilla menangkap kepalan tangan salah seorang dari kelompok yang mereka yakini adalah preman. Bahkan preman itu merasa kesakitan saat Cilla memelintir tangannya.


" Argggh, sialan!" umpat si preman. Ia kemudian berusaha menggunakan tangan yang satunya lagi untuk menarik jilbab Cilla, namun oleh Darius langsung ditangkap. Cilla melepaskan tangannya dan preman itu diambil alih oleh Darius.


Rupanya preman lainnya tidak terima. Mereka maju bersama, perkelahian tak terelakan. 7 lawan 2, tapi tidak terlihat jomplang malah tampak seimbang.


Dalam hati Darius memuji ketrampilan bela diri yang dimiliki oleh Cilla. Ia tidak menyangka gadis berhijab itu sangat lincah menggerakkan tubuhnya.


dari arah lain, Benzo sangat terkejut melihat adik dari bosnya itu tengah bergelut dengan beberapa orang. Benzo pun langsung memanggil polisi. dia tentu paham Cilla memang punya kemampuan beladiri, tapi jika Cilla terluka tentu Benzo yang akan kena damprat oleh Charles.


Sedikit berlari, Benzo menghampiri Cilla setelah memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari mobil Cill yang mogok.


" Sorry telat," ucap Benzo sambil membantu Cilla melumpuhkan para preman.

__ADS_1


" Nggak apa, untung ada yang bantuin," jawab Cilla tenang.


Bugh


Bugh


Suara saling pukul itu masih terdengar hingga sebuah sirine millik polisi itu mendekat. Para preman berusaha melarikan diri tapi oleh Cilla, Benzo dan Darius mereka bisa ditahan. tampaknya ini adalah hari apes mereka. Biasanya mereka berhasil memalak orang yang lewat. Tapi siapa sangka kali ini korban mereka adalah orang-orang yang ahli dalam bela diri.


" Terimakasih atas laporan saudara. Preman-preman ini selalu bisa meloloskan diri setiap kami kejar. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih." Salah satu polisi mengucapkan terimakasih kepada ketiga orang tersebut. mereka membalasnya dengan mengangguk pelan.


" Sorry ya Cill. aku telat. Kalau ketahuan abang mu habis aku pasti," ujar Benzo penuh sesal. Tadi dia memang tidak langsung menemui Cilla karena dipanggil oleh seseorang saat di ballroom hotel.


" Nggak apa bang, santai saja. Nggak usah bilang ke abang, yang ada malah ramai."


" Ya udah yuk balik," ajak Benzo.


" Bolehkan saya antar, dan sebaiknya Tuan membereskan mobil Nona Cilla."


" Baiklah, aku urusin mobilmu. hati-hati pulangnya."


Darius tersenyum, jalannya tampaknya akan mulus. Ia bertekad akan mengenal lebih jauh gadis berhijab yang kini duduk di sampingnya di dalam mobil.


🍀🍀🍀


Keesokan harinya berita mengenai pernikahan Charles dan Jani menyebar ke seantero kampus. Tari tentu sangat terkejut, sahabatnya menikah tapi dia tidak tahu sama sekali. Tapi Tari memaklumi hal tersebut, karen setiap orang memiliki privasi.


" Tar, itu bukannya pria yang waktu itu di kamar rawat Jani ya," ucap Lim yang saat ini duduk di sebelah Tari.


" Eh iya, dan ternyata itu suaminya Jani Lim, Asli gue nggak nyangka. tapi gue ikut senang sih kalau Jani bahagia. Dia bukan gadis yang neko-neko dan kalau dilihat suaminya itu sungguh sayang sekali sama Jani."

__ADS_1


Lim sedikit heran kepada Tari, jika sahabat biasanya selalu dikasih tahu mengenai apa yang akan sahabatnya lakukan tapi ini tidak. Terlihat sekali Tari juga tidak tahu akan pernikahan Jani.


" Tar, gue mau nanya deh. Emang lo nggak marah gitu jani nggak ngabarin lo. Kan kalian deket banget."


Tari tersenyum mendengar pertanyaan dari Lim. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke langit. ya, saat ini dia dan Lim sedang berada di taman kampus.


" Lim, ada yang mau temenan sama gue aja gue udah bersyukur. Dan Jani, sungguh dia adalah orang yang sangat baik yang gue temui. Dia yang seorang kaya raya tidak pernah menganggap kecil gue yang hanya seorang biasa. pun dengan keluarganya, semuanya low profile. Meskipun kita berbeda keyakinan, Jani selalu menghormati keyakinan gue pun sebaliknya. Satu hal lagi, setipa orang punya sesuatu hal yang pribadi yang tidak perlu ia beritahukan kepada orang lain, meskipun itu sahabat sekalipun. Tidak ada sebuah kewajiban memberitahu hal pribadi kepada sahabat bukan? yang gue lihat Jani bahagia, itu udah cukup."


Lim takjub mendengar setiap kata yang keluar dari bibir gadis yang duduk disebelahnya. Tidak terasa tangan Lim bergerak sendiri membelai pipi Tari.


" Tar, aku suka sama kamu. Mau kah jadi kekasihku."


Tari tersentak mendapat pengakuan tiba-tiba dari Lim. Pria populer itu, sungguh tidak ia sangka bisa dengan gamblang menyatakan perasaannya. Tapi Tari tidak mau gede rasa, dia menganggap apa yang dikatakan Lim itu sebuah candaan sehingga Tari tertawa.


" Jangan becanda deh lo Lim, yang bener aje."


" Aku nggak bercanda Tari, aku serius. Mau jadi pacarku? aku serius, tunggu kita lulus lalu satu tahun lagi akau akan datang bersama kedua orang tuaku untuk melamar kamu."


Glek


Tari menelan saliva nya dengan susah payah. Ia tidak menyangka Lim sungguh serius. Senangkan dia? ya, Tari pun mengakui bahwa dirinya menyukai Lim selama ini. Tapi, Tari mencoba untuk realistis. Keluarga Lim juga bukan keluarga biasa, ia jelas merasa minder.


" Jangan berpikir yang aneh-aneh, Aku tahu yang ada dalam kepalamu. Kedua orang tuaku bukan orang seperti itu. Mereka tidak pernah melihat seseorang dari status sosial. Jadi bagaimana, apa jawabanmu?"


" Baik, mari kita mencobanya."


Lim bersorak. pernyataan cintanya diterima. Sorakan itu menarik perhatian mahasiswa lain yang sedang berada di sana. Tari bahkan harus membungkam mulut Lim agar berhenti bersorak.


" Terimakasih."

__ADS_1


TBC


__ADS_2