Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 50


__ADS_3

Paundra dan Lina yang baru saja sampai tentu saja terkejut dengan ucapan Martin kepada Burhan. Terlebih Lina, jelas ia merasa kaget dan juga malu karena sang suami di pecat di depan orang-orang yang bukan orang biasa. Bisa Lani pastikan bahwa di ballroom Pandawa Resort tersebut pasti banyak anggota genk sosialita yang ia ikuti.


Berbeda dengan sang ibu, fokus Paundra saat ini tepat di depan. Di atas podium itu ada wanita yang sangat ia kenal. Dan Paundra sangat terpesona dengan wanita tersebut. Jani terlihat sangat cantik saat ini, sungguh sangat berbeda dengan yang biasa ia lihat.


Namun, kekagumannya harus berhenti saat pria yang berdiri sebelahnya itu merengkuh pinggang Jani dnegan lembut. Keduanya terlihat begitu mesra.


" Hal kedua yang harus saya sampaikan adalah ini. Wanita yang berdiri di sebelah saya adalah istri saya. Saya perkenalkan, Rinjani Nestia Dwilaga adalah istri saya yang sah secara hukum dan agama. Jadi ketika ada berita di luar yang mengatakan bahwa Rinjani adalah sugar baby seorang pria kaya, itu tidak benar. Yang Anda semua lihat di foto itu adalah saya dan istri saya. jadi saya mohon stop untuk berbicara buruk."


Duaaar


bagai bom yang meledak semuanya terkejut, sebenarnya tidak semua. Tapi yang paling terkejut adalah Paundra. Pria itu menggeleng cepat saat Charles mengumumkan pernikahannya dengan Jani. Gadis yang selama ini ditaksirnya dan dikejarnya itu adalah wanita bersuami.


" Tidak, ini tidak mungkin. Ba-bagaimana bisa. Jani, menikah? Tidak ini pasti bohong."


Paundra masih saja tidak percaya padahal di belakang Charles dan Jani, foto-foto mereka diperlihatkan.


" Paundra ayo lekas pulang. Papa mu sudah menunggu. Cari kakakmu, Paundra!!!"


Dengan terpaksa Paundra pulang mengikuti Lani. Burhan keluar dari acara itu dengan rasa malu yang sungguh luar biasa. Ia bahkan tidak berani mengangkat kepalanya.


Paundra yang awalnya mengekor papa dan mamanya harus kembali lagi masuk ke dalam untuk mencari sang kakak. Ia bertanya kepada seorang cleaning service dan beruntung cs tersebut tahu.


" Kak! apa kau di dalam!" Paundra berteriak sedikit lebih keras. Ia ingin masuk tapi jelas tidak bisa karena itu adlah toilet wanita.


Seorang petugas kebersihan datang dan Paundra meminta tolong untuk memanggilkan wanita yang ada di dalam. Paundra memberikan gambar Agatha agar petugas kebersihan itu tidak salah orang.

__ADS_1


Baru saja masuk, petugas kebersihan itu kembali keluar dengan wajah pucat. " mas, mbak yang mas kasih fotonya itu pingsan di dalam."


" Apa?"


Paundra bergegas masuk, dilihatnya Agatha pingsan di lantai kamar mandi. Paundra pun langsung mengangkat tubuh Agatha. Tidak ingin terjadi kehebohan, paundra membawa keluar Agatha dari pintu belakang. ia menghubungi mama nya untu membawa mobil ke belakang.


" Paun, kakak kamu kenapa?"


" Nggak tau mam, saat aku minta tolong petugas kebersihan buat manggilin kaka, dia udah pingsan."


Lani mengerti, ia kemudian meminta Paundra untuk membawa mobil ke rumah sakit. Burhan sedari tadi diam saja. ia tentu bingung harus berbuat apa sekarang. Semuanya jelas hancur. Tidak akan ada lagi yang mau memperkerjakan dia mulai saat ini.


Lalu bagaimana dengan kehidupan mereka? Siapa yang akan membiayai kuliah Paundra? harapan terakhirnya hanya pada Agatha sekarang.


" Baik, tunggu sebentar ya, kami akan memeriksa pasien," ucap seorang dokter kepada Pundra dan Lani. Terlihat wajah khawatir Lani. Selama ini putrinya itu tidak pernah sakit. Jadi Lani sungguh merasa takut jika terjadi apa-apa kepada Agatha.


15 menit berselang, dokter akhirnya keluar dari ruang penanganan. wajah dokter itu hanya menampilkan ekspresi datar.


" Maaf, apakah Anda suaminya?" tanya dokter tersebut kepada Paundra.


" Bukan dokter, saya adiknya. Ada apa ya dokter?"


Paundra sungguh merasa ada yang aneh dengan pertanyaan sang dokter. Untuk apa dia menanyakan suami dari kakaknya itu, sedangkan jelas Agatha belum menikah.


" Pasien saat ini sedang hamil. Usia kandungannya sekitar 3 minggu."

__ADS_1


Jegleeer


Bagai di sambar petir, Paundra dan Lani mendengarkan hal tersebut. Tampaknya malam ini mereka benar-benar sedang spot jantung. Banyak kabar tiba-tiba membuat jantung mereka harus memompa lebih cepat dari pada jantung normal.


" Tidak mungkin, bagaimana bisa hamil?"


Lani terlihat sangat syok. Tubuhnya bahkan terhuyung ke belakang hampir jatuh. Beruntung Paundra menangkapnya. Paundra pun segera membawa kembali Lani ke mobil. Wanita paruh baya itu tergugu. Burhan tentu bingung melihat istrinya begitu.


" Ada apa ma?" tanya Burhan kepada Lani.


" Kak Agatha hamil pa!" Bukan Lani yang menjawab melainkan Paundra. Burhan seketika membulatkan matanya. Ia langsung terkulai lemas saat itu juga.


" Jaga mama pa, aku akan membawa Kak Agatha ke mobil. Kita akan pulang."


Burhan hanya diam tidak merespon. Ia berpikir bahwa hidup merek benar-benar hancur sekarang. Entah apa yang akan ia lakukan. Saat ini pikirannya sama sekali tidak bisa digunakan. Sekelebat ia memikirkan hubungan Agatha dengan Martin, tapi sungguh tidak mungkin Martin yang membuat Agatha hamil. Pasalnya baru beberapa hari mereka berkenalan.


" Siapa ayah dari anak yang dikandung Agatha?"


TBC


Note: Sedikit pemberitahuan ya teman-teman. Karya "Hanya Sekedar Suami Pelunas Hutang", sepertinya akan saya stop. Dikarenakan retensi anjlok, dan sangat menghabiskan tenaga jika dilanjutkan. Jadi lebih baik saya fokus saja di Charles dan Jani.


Akhza dan Airin juga retensinya jeblok, jadi mungkin juga saya stop. Maaf atas ketidaknyamanan. Tapi kita lihat nanti ya kalau editor mau membantu saya mempertahankan karya saya akan kabari lebih lanjut.


Terimakasih banyak atas dukungannya untuk Charles dan Jani sehingga bisa terus update. 🙏🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2