Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 61


__ADS_3

Eaaah, sebelum lanjut. Like nya jangan lupa. 3 bab untuk para reader kesayangan. Happy reading.


...----------------...


Greb


Bugh


Cilla memejamkan matanya, tapi tubuhnya baik-baik saja dan tidak menyentuh tanah sama sekali. Ia tidak merasa sakit sedikitpun. Perlahan Cilla membuka matanya, ia melihat ada lua tangan kekar yang memegangi tubuhnya. Ia pun langsung menoleh untuk mengetahui siapa gerangan yang menolongnya.


" Kak Darius?" Cilla terkejut melihat siapa yang ada dibelakangnya. Sedangkan Darius, pria itu malah bengong saat melihat mata cantik milik Cilla. Darius seperti tersihir oleh mata coklat dan bulu mata lentik gadis itu.


" Eh iya, ini aku. Apa kamu baik-baik saja." Darius segera menyadarkan dirinya.


Cilla mengangguk menanggapi pertanyaan Darius. Tapi sayang, saat mereka kembali fokus kepada Vernon, pria itu sudah berlari menjauh. Sebuah tarikan nafas kelegaan dilakukan oleh Cilla.


" Siapa dia, dan mengapa melakukan itu padamu?" tanya Darius penasaran.


" Dia designer William Diamond, tapi sebentar lagi bukan karena kontraknya akan habis. Dan aku juga tidak tahu mengapa dia begitu terhadapku, padahal kita sudah berteman lama. Tapi satu hal yang aku ingat, dia mengatakan kalau ingin membuat Bang Charles sedih karena sudah mengambil apa yang dia punya." Jelas Cilla.


Darius terdiam sesaat. Sepertinya pria itu tidak suka dengan apa yang saat ini keluarga Cilla miliki terutama kaka Cilla. Jelas sekali, tujuan utama pria yang bernama Vernon adalah Charles. Tapi pria itu mencoba menggunakan Cilla untuk menyakiti Charles. Seperti itulah analisa cepat yabg dilakukan Darius.


Ia ingin bertanya lebih lanjut, tapi Darius membawa Cilla ke tempat yang lebih santai. Sebuah bangku dan meja di bawah pohon menjadi tempat pilihan Darius untuk membawa Cilla duduk. Ia juga berlari memberi air mineral dan kembali cepat lalu menyerahkan itu kepada Cilla.


" Minumlah dulu."


" Terimakasih kak."

__ADS_1


Darius sungguh senang, Cilla tak lagi memanggilnya tuan. Cilla kemudian menenggak air mineral itu hingga setengahnya habis.


" Baiklah, sudah tenang? Sekarang ada yang ingin aku tanyakan. Mengapa Vernon sepertinya begitu tidak menyukai kakak mu. Apakah Tuan Charles pernah membuat kesalahan terhadap dia?"


Cilla terdiam, ia berusaha mengingatnya. Tapi tidak ada sekalipun Charles menyinggung Vernon. Jika hanya sekedar request terhadap sebuah rancangan bukankah itu adalah hal biasa? Cilla pun menggelengkan kepalanya cepat.


" Nggak ada kak, nggak ada hal yang seperti itu. Selama 5 tahun Vernon bergabung di William Diamond tidak ada gesekan antara abang dan dia."


Darius mengerutkan keningnya, tidak ada gesekan? Tapi tidak mungkin Vernon sefrontal itu tanpa ada sebab yang jelas. Saat ini Darius memilih diam. Agaknya ini bukan masalah sederhana.


Pria itu kemudian menanyakan hal lain lagi perihal kapan kontrak Vernon habis dan mengapa tidak memperpanjang. Darius berusaha mengambil kesimpulan melalu setipa hal yang disampaikan oleh Cilla.


" Maaf kak, malah membuatmu ikut mikir soal ini. Padahal kakak lagi healing," ucap Cilla penuh sesal. Ia merasa tidak enak karena membuat Darius memikirkan hal tersebut. Tapi ada rasa lega dalam hati Cilla karena berhasil menceritakan masalah yang dialami. Selama ini kalau ada masalah hanya ia pendam sendiri. Mentoknya sama Charles ia bercerita. Tapi semenjak Charles menikah, Cilla merasa tidak enak menganggu abangnya itu.


" Haisssh, santai saja. Jika aku bantu maka aku akan membantumu. Jangan merasa tidak enak atau terbebani. Soalnya aku ada di sini pun juga karena kamu." Kalimat terkahir, Darius ucapkan dalam hati. Saat ini dia belum akan mengungkapkan rasa hatinya. Bisa Darius tangkap bahwa saat ini keadaan perusahaan Cilla sedang tidak baik-baik saja. Ia akan membantu Cilla untuk mengusut kasus Vernon.


Di kantornya Martin tersenyum puas. Tawaran kerja sama yang diajukan Vernon Jayden terhadap Red Blue Jewelry membuat dirinya yakin bahwa akan bisa menyaingi popularitas dari William Diamond.


" Ini sungguh kesempatan emas. Selama ini, selama bertahun-tahun Red Blue Jewelry selalu berada di bawah bayang-bayang William Diamond dan sekarang masa keemasan Red Blue Jewelry akan datang. Dengan adanya si jenius designer Vernon maka aku yakin perusahaan ini akan bisa menembus pasar internasional."


Marin sungguh sangat yakin. Mengapa ia sangat yakin, Martin meyakini bahwa selama ini William Diamond bisa berjaya seperi sekarang karena tangan dingin Vernon. Tanpa pernah Martin tahu, semua itu kerja sama semua karyawan William Diamond yang solid.


Coba saja bayangkan, jika desain bagus tapi promosi kurang apakah akan dilihat? Tidak bukan? Itu adalah contoh sederhananya. Jadi keberhasilan William Diamond tidak serta merta hanya dari desian yang dibuat oleh Vernon melainkan karena kerja keras semua orang yang bernaung di bawah satu atap William Diamond.


Namun, kata-kata manis yang diucapkan oleh Vernon Jayden membuat Martin begitu percaya. bahkan Vernon juga mengusulkan sebuah model yang dimiliki oleh William Diamond. Pria itu menyarankan kepada Martin untuk merekrut Sean Andreas.


Martin seketika itu langsung mencari media sosial Sean. Ia takjub dengan kemampuan Sean dalam menampilkan produk. Sungguh terlihat berkelas. Meskipun bisa dikatakan bahwa Sean termasuk moel underrated tapi kemampuan Sean sungguh luar biasa.

__ADS_1


" Ini adalah model yang aku cari. Tan, kemari. Kau cari tahu mengenai Sean ini. Datangi kediamannya lalu tawarkan kerjasama dengan nilai tinggi kepadanya." Martin memanggil asistennya yang bernama Tan. tan mengangguk patuh. Tanpa bertanya lagi pria berwajah oriental itu langsung keluar dari ruangan sang tuan dan mencari tahu mengenai Sean.


" Hallo, kapan kau mulai bisa bekerja di sini."


" Wohoo Tuan Martin bersabarlah. Vernon tidak bisa ditekan, jika Anda menginginkan Vernon maka ikuti aturan Vernon. Aku akan ke perusahaan Anda jika kontrakku dengan William Diamond selesai akhir bulan ini. Aku tentu tidak mau pinalti."


Vernon langsung mematikan panggilan dari Martin saat Charles masuk ke ruangannya. Pria itu sungguh cepat. Setelah hampir mencelakai Cilla dia langsung kembali ke WD.


" Bisa bicara sebentar Ver," ucap Charles ramah.


" Silahkan Tuan Charles, apa yang Anda ingin bicarakan," jawab vernon dengan nada tidak suka. Charles tentu bisa mengetahui hal tersebut.


" Apa benar kamu tidak akan memperpanjang kontrak dengan kami? Aah sudahlah, itu tidak masalah. Itu adalah hak kamu untuk bekerja dimanapun yang kamu suka. Tapi mengapa kamu menjual disain yang mirip dengan WD ke tempat lain?"


Pertanyaan Charles ditanggapi senyum sinis Vernon. Sungguh pria itu sangat benci melihat Charles saat ini. Tapi ia berusaha untuk tidak bicara sembarangan.


" Apa Anda punya buktinya tuan. Lagi pula itu hanya mirip, dan bukannya di dunai sangat wajar jika terjadi kemiripan."


" Baiklah kalau begitu, aku harap jika kamu keluar dari sini,kamu mendapatkan rumah yang lebih nyaman. Selamat siang Vernon."


Charles tidak ingin banyak bicara lagi. ia tahu Vernon sudah tidak nyaman ada di WD, maka dari itu Charles memilih menghentikan diskusinya.


Brakk


Pintu itu ditutup dengan pelan oleh Charles tapi kembali ditutup keras oleh Vernon.


" Sialaan, brengseek. kau mengambilnya. Aku tidak akan membiarkan itu. Dia milikku. dan selamanya akan jadi milikku. Kau sungguh tidak pantas untuknya! Arghhhh!!!!"

__ADS_1


TBC


__ADS_2