
Dikediamannya, Burhan terkejut saat mendapat undangan dari William Diamond untuk peluncuran produk baru. Ia tentu tidak menyangka akan diundang pada acara malam itu. Namun, keterkejutannya berubah menjadi senyum penuh Arti.
Burhan kemudian memanggil semua anggota keluarganya. Lani, Agatha dan Paundra langsung datang menghampiri Burhan yang saat ini berada di ruang keluarga.
" Bersiap-siaplah kalian. Kita akan menghadiri malam peluncuran produk baru William Diamond. Paundra kali ini kamu harus ikut. Papa nggak mau kamu absen."
Paundra mengerucutkan bibirnya, sungguh dia tidak suka menghadiri acara seperti ini. Lain dengan Agatha yang tampak berbinar. Ini adalah salah satu kesempatannya untuk mendapatkan Charles kembali tentunya.
" Cepat segera bersiap. Setengah jam lagi kita kan berangkat."
Semua langsung kembali ke kamar masing-masing. Burhan kemudian kembali duduk dan menghubungi seseorang.
" Tuan Martin, apakah Anda juga mendapat undangan dari William Diamond?"
Rupanya burhan mengubungi bos dari Red Blue Jewelry. Dan jawaban Martin membuat Burhan terkejut. Pasalnya,Martin juga diundang. Bahkan undangan itu diantarkan oleh Benzo langung.
" Baiklah Tuan Burhan, samapi berjumpa di Pandawa Hotel dan Resort, oh iya apakah putri Anda juga akan datang?"
" Tentu Tuan Martin, Agatha juga akan datang. Dia pasti akan senang jika tahu Anda juga hadir di sana."
Di seberang sana Martin tersenyum. ia tentu tidak sabar untuk membawa Agatha ke ranjangnya lagi. Permainan Agatha sungguh membuat Martin langsung menyukai wanita itu. Martin pun berharap bisa manahan Agatha di sisinya.
Di kediaman Charles, Jani dibantu oleh Sekar sedang berhias. Malam ini Jani mengenakan dress panjang berwarna hitam, Sekar menata rambut Jani dengan mengepangnya lalu memberi hiasan di sela-sela rambut. Sekar tersenyum, selam 22 tahun memiliki anak perempuan baru kali ini dia bisa mendandaninya.
Jani adalah gadis yang tomboy. jani kecil sangat tidak suka jika rambutnya ditata macam-macam oleh sang bunda.
" Cantik, anak bund sungguh cantik."
Dress panjang dengan lengan panjang dan juga tertutup hingga ke leher itu membuat tampilan Jani semakin cantik dan elegan. Jani jelas tidak menyukai baju yang terbuka malka dari itu bajunya benar-benar menutup semua bagian tubuhnya.
Charles kembali takjub dengan tampilan Jani. Cantik, sangat cantik membuat Charles enggan menunjukkan istrinya itu ke publik.
__ADS_1
" Jangan dilihatin terus bang Jani nya, ayoo buruan berangkat."
Suara Rosa membuat Charles terkejut. Pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Charles kemudian menggandeng Jani dan membawanya ke mobil.
3 mobil keluar dari pekarangan Charles. Mobil Charles sendiri, mobil Aryo dan mobil roberth. Sedangkan Cilla tentu sudah ada di lokasi, pun dengan ketiga kakak Jani. Radi, Dika, dan Andra sudah berada di sana bersama Silvya dan Hasna. Tapi mereka tidak membawa putra mereka. Nataya bersama mommy nya Silvya dan Yasa ada bersama bibinya Hasna.
Mobil ketiganya terparkir sempurna di depan gedung. Juna sudah menyambut kedatangan Charles beserta keluarganya.
" Apakah siap Ca?" tanya Juna kepada sang sahabat.
" Siap, semua yang aku minta sudah berek kan Jun?"
Juna mengangguk, rencana Charles tentu melibatkan semua sahabatnya. Awak media mulai mengambil foto saat Charles masuk dnegan menggandeng Jani. Karyawan Charles pun mulai berbisik.
" Apa ini istri pak bos, ya ampun cantik banget."
" Astaga, pak bos terlihat jadi lebih muda."
Jani tentu mendengar setiap perkataan orang-orang itu. Tangan Jani mencengkeram erat lengan Charles.
" Apa gugup? Tenang ya semua akan berjalan lancar."
Sebuah ciuman lembut Charles ia daratkan di pucuk kepala sang istri membuat beberapa orang histeris saat melihatnya. Mereka tentu tidka menyangka Charles bisa berbuat begitu manis.
" Kayaknya sahabat kita udah kena pelet cinta," ujar Rama kepada Juna dna Sukhdev. Sukhdev yang masih single itu hanya memutar bola matanya malas mendengar selorohan Rama. Tapi tentu tidka dnegan Juna. Juna malah menimpali ucapan Rama dengan omongan absurd.
" Dia pasti udah ngerasain lembah kenikmatan Ram."
Tawa meledak diantara keduanya. Charles langsung membawa Jani untuk naik ke podium. Dengan sedikit basa-basi ia membuka acara malam ini. Hingga acara puncak yakni peluncuran produk baru milik William Diamond itu dilakukan. Seperangkat perhiasan berlian dibawa oleh tim Charles ke atas podium lalu dibelakang sebuah gambar muncul. Di sana dijelaskan mengenai desain dari perhiasan kali ini.
" Inilah perhiasan baru kami. Kami harap Anda akan tampak semakin berkilau dengan menggunakan William Diamond."
__ADS_1
Suara riuh tepuk tangan membahana. Namun semuanya diam saat salah seorang awak media melontarkan sebuah pertanyaan.
" Maaf Tuan Charles, mengapa desainnya sama persis dengan milik RBJ."
Burhan dan Martin yang baru saja sampai terlihat menyunggingkan senyum. Semua tamu undangan mulai ber kasak-kusuk. Bahakan seorang awak media berteriak jika WD memplagiat desain RBJ.
" Aah itu ada Tua Martin, bagaimana tanggapan Anda Tuan Martin?"
" Waah tentu saya sungguh sangat kecewa dong. itu kan desain perusahaan kami dan sudah kami launching terlebih dulu 2 minggu yang lalu."
Heboh, suasana ball room itu menjadi sangat ramai. Aryo, Sekar, Roberth, dan Rosa tentu sedikit terkejut.
" Tenang saja pasti Charles bisa mengatasi ini semua kok," ucap Radi,
Terlihat di atas podium Charles begitu tenang. Ia membuat kode kepada Juna dan Rama . Kedua sahabatnya itu mengangguk paham.
Di layar belakang podium sebuah video di putar. Di sana memperlihatkan bagaimana desain itu dibuat. Sebuah tangan terlihat tengah menggoreskan pendil di atas kertas. Tapi wajah orang tersebut belumlah terlihat. Setelah dari kertas, berpindah dengan menggunakan tablet. Pewarnaan juga mulai dilakukan dan bentuknya mulai terlihat. Semua orang diam menyaksikan hal tersebut. Tapi satu orang mulai gelisah, ia ingin pergi namum pintu ballroom langsung dihadang oleh beberapa bodyguard.
Orang itu adalah Burhan, siapa lagi. Saat ini sungguh dia mulai merasa terancam. Berbeda dengan Agatha, wanita itu terus saja menatap cemburu Charles yang menggenggam erat tangan istrinya.
" Sialan, aku benar-benar tidak memiliki kesempatan. Hoeek."
Agatha berlari ke kamar mandi secepatnya saat perutnya terasa begitu mual. Itu rasanya seperti di aduk-aduk.
Kembali ke ball room, video itu terus berputar hingga menampakkan wajah salah satu tamu di sana. Jelas sekali terlihat bagaimana orang itu mengambil desai yang baru saja dibuat.
" Baiklah, apakah semua ini sudah menjelaskan siapa yang mencuri dna dicuri. Saya rasa Anda semua yang hadir di sini cukup pintar untuk memutuskannya."
Ucapan Charles tentu saja tepat sasaran. Ini semua orang menatap ke arah Burhan. Martin seperti ingin terjatuh saat mengetahui bahwa desain yang diberikan Burhan adalah hasil curian dari William Diamond.
" Brengsek, kamu sungguh brengsek. Bisa-bisanya kamu memberikanku desain curian. Sialan. Kamu ku pecat sekarang juga."
__ADS_1
TBC