Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 55


__ADS_3

Tekad Sean sudah bulat ia akan akan mendatangi lokasi yang dikirimkan. Sebelumnya ia menghubungi nomor itu terlebih dulu lalu mengatakan ia akan ke sana. Tapi tidak ada jawaban dari nomor tersebut. Sean tidak ambil pusing. Yang jelas saat ini ia diliputi rasa senang karena bisa kembali bertemu dengan Agatha.


" Entahlah mengapa aku sungguh merindukan dia. Ini belun pernah terjadi sebelumnya."


Sean bergumam di sela-sela kegiatannya mengemudikan mobil. Menjalin hubungan tanpa status dengan Agatha selama setahunan lebih Sean tidak pernah merasakan hal semacam ini. Jadi kali ini sungguh terasa amat lain.


Sean sedikit heran saat ia berhenti tepat di lokasi yang diberikan oleh nomor tadi. Pasalnya di depan yang ia lihat adalah sebuah bangunan kosong dan terbengkalai. Sean tetap turun dari mobilnya. Tanpa ia duga sebuah bogem mentah mendarat di pipi pria tinggi berwajah bule tersebut.


Bugh


" Auch, apa-apa an ini. Siapa kau, dan mengapa kau tiba-tiba memukulku!"


" Aku Paundra adik dari Agatha Cynthia. Apa kau yang sudah menghamili kakak ku! Apa kamu ayah dari bayi yang dikandung kakakku hah!"


Mat Sean membelalak. Ia terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Paundra. Agatha hamil? Sebuah pertanyaan yang muncul di benaknya itu membuat Sean berpikir keras. Selama ini dia selalu berhubungan dengan cara yang aman, tapi seketika Sean mengingat hari itu. Hari dimana Agatha pagi-pagi menemuinya di apartemen dan kemudian mereka melakukannya. Dengan kesadaran penuh, saat itu Sean melepaskan benih-benihnya di dalam rahim Agatha.


" Apa benar Agatha hamil? Sungguh?" pekik Sean senang.


Paundra heran dengan tanggapan dari Sean. Ia pikir Sean akan mengelak, tapi sepertinya tidak. bisa Paundra lihat Sean sangat senang.


" Ya, kakakku hamil." Paundra menjawab singkat.

__ADS_1


" Aku ingin bertemu dengannya, bawa aku menemuinya," pinta Sean kepada adik Agatha itu.


Paundra mengangguk, jika benar Sean memang mau bertanggung jawab, maka ia akan membiarkan Sean bertemu dengan Agatha. Paundra diminta Sean untuk masuk ke mobil, dia memang ke tempat itu menggunakan ojek online. Motornya berhasil dijual, begitupun dengan rumah keluarga. Hari ini juga sebenarnya mereka akan pindahan ke kampung halaman sang ayah di kota M provinsi Jatim.


Sampai di tempat yang diarahkan oleh Paundra, Sean heran saat melihat beberapa orang mengeluarkan barang-barang dari rumah tersebut. Namun fokus Sean tertuju pada wanita yang selama ini ia rindukan. Agatha sedang duduk di sebuah kursi, tapi wajah wanita itu pucat dan detik selanjutnya Sean melihat Agatha mengeluarkan sesuatu dari mulutnya.


" Hoeeek ... hoeeek ... sungguh rasanya tidak enak sama sekali," gerutu Agatha. Tapi rasa mualnya seketika hilang saat ia mencium aroma tubuh seseorang yang baru saja datang. Agatha menoleh, ia melihat Sean berdiri di sana. Rasa dalam diri Agatha berkecamuk. ia merasa marah dan lega menjadi satu.


Bugh ... bugh ... bugh ...


" Kau sungguh keterlaluan Sean, mengapa kau membuatku hamil. Mengapa aku harus mengandung anakmu ini. Mengapa hah!!" Agatha berteriak sambil memukuli Sean.


Sean seketika itu juga langsung memeluk tubuh Agatha, awalnya tangan Agatha masih memukuli dada Sean tapi detik selanjutnya wanita itu sudah tenang. Bahkan tubuh Agtaha melemas dan sebuah dengkuran halus terdengar di sana, rupanya Agatha tertidur.


Air mata Sean luruh, entah sejak kapan rasa cinta untuk Agatha hadir di dalam hatinya, tapi ia benar-benar menginginkan Agatha untuk dirinya. Setelah memindahkan Agatha ke kamar, Sean kemudian menemui kedua orang tua Agatha dan mengatakan ingin menikahi Agatha. Dia pun akan ikut serta ke kota M untuk mengantarkan Agatha. tapi setelah menikah Sean harus kembali ke kota J karena banyak pekerjaan yang harus ida lakukan.


" Tidak masalah bang, lakukan pekerjaanmu, tapi Kak Agatha tetap harus bersama kami. Mentalnya yang labil membuat kami khawatir jika harus jauh darinya. lagi pula sudah tidak di tempat bagi kami untuk terus disini."


Sean sepenuhnya mengerti apa yang dikatakan oleh Paundra. Skandal keluarga Agatha ini tentu diketahui banyak orang. Maka dari itu sebuah pilihan yang tepat untuk meninggalkan kota ini dan hidup dengan baik di tempat yang baru.


🍀🍀🍀

__ADS_1


Tari sungguh sangat senang saat Jani kembali masuk kuliah. Satu hal berbeda yang Jani rasakan saat ini yakni reaksi atau sikap orang-orang terhadapnya berubah. Jika dulu semuanya cuek kepadanya sekarang tiba-tiba dia mendapat sapaan. Jani yakin ini semua gara-gara status nya sebagain putri Aryo Dwilaga diketahui.


Terlebih mobil mewah Charles tadi memasuki kampus membuat semua orang terpana. jani menghela nafasnya kasar.


" Kenapa?" tanya Tari penasaran.


" Ini yang gue nggak suka, mereka langsung berubah sikapnya ke gue. Kan ketahuan kalau mereka nggak tulus. Mereka hanya ketakutan terhadap gue karena gue anaknya Pak Aryo." Jani menjawab pertanyaan Tari dengan bibir yang dimajukan. Tari pun hanya tertawa dengan perkataan sang sahabat. Ia jelas tahu hal itu akan terjadi. Akan banyak orag yang bersikap manis di depan tapi pahit di belakang. Ini merupakan hal yang lumrah terjadi.


" Dah nikmati aja," ucap Tari.


" Nggak enak Tar."


" Kasih kucing kalau nggak enak."


Kedua sahabat itu saling tertawa, mereka kemudian berjalan beriringan menuju ke kelas untuk mengikuti perkuliahan selanjutnya.


" Tertawalah sepuasnya, setelah ini aku pastikan kau akan menangis Rinjani. Aku tidak akan membiarkanmu tertawa terlalu lama. Lihat saja apa yang akan aku lakukan."


Seseorang membalikkan tubuhnya lalu melenggang pergi dari tempat itu. tapi apa yang dia kerjakan rupanya dilihat oleh seseorang yang lian.


" Sella mau apa dia datang lagi ke kampus. Ada perlu apa dia kemari?"

__ADS_1


TBC


__ADS_2