Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 81


__ADS_3

Hari ini, kediaman William sedikit ramai. Setelah mengatakan kepada Rosa dan Roberth mengenai Cilla dan Darius, kedua orang tua tersebut tentu setuju. Putri mereka juga sudah siap untuk menuju ke jenjang pernikahan.


Keluarga Jani ikut datang, tak lupa ketiga sahabat Charles juga ada di sana bersama istri dan anak-anak mereka. Hanya Sukhdev yang masih betah sendiri. Pengusaha tekstil itu belum punya keinginan untuk membina rumah tangga seperti ketiga sahabatnya yang lain.


Di dalam kamar, Cilla tampak gugup dengan acara hari ini. Ia tidak menyangka bahwa semua akan begitu cepat. Bukan hanya sekedar lamaran, tapi Darius langsung meminta Cilla menjadi istrinya. Seminggu waktu yang ia butuhkan untuk mengurus semua perihal tentang pernikahan. Dan, hari itu sekarang tiba.


" Apakah gugup Kak La?"


" Dangat, apakah kak JAni tidak gugup?"


Jani terkekeh geli, bagaimana dia mau gugup.Waktu mereka menikah, keduanya belum memiliki rasa. Masih sekedar biasa saja. Jani jadi ingat momen mereka menikah waktu itu, bagai sebuah sandiwara di atas pentas. Tapi kini jelas semua sudah berubah, keduanya saling mencintai satu sama lain.


" Kak La kan tahu kami menikah awalanya bagaimana hehehe, asli sih waktu itu aku nggak gugup. Tapi nggak tahu tuh om suami bagaimana."


Cilla tersenyum kecil, kakak iparnya itu sungguh frontal sekali. Tapi dia suka, Jani sama sekali tidak jaim dalam bertindak, ia adalah pribadi yang menyenangkan.


Rombongan Darius datang, Charles langsung bangkit diikuti ketiga sahabatnya untuk menjemput si mempelai pria. Terlihat raut wajah yang tegang diperlihatkan oleh Darius saat turun dari mobil. Pria itu menggenakan tuxedo berwarna hitam membuat tampilannya semakin menawan.


" Selamat datang, calon adik ipar. Setelah kata akad di ucapkan, aku percayakan adikku kepada mu. Semoga kamu bisa selalu menjaganya, jangan pernah sakiti hatinya."


" Terimakasih bang, aku tidak akan berjanji tapi aku akan memberikan bukti atas rasa cinta dan sayang ku kepada Cilla."


Darius mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia berjalan perlahan menuju halaman depan rumah yang sudah di sulap menjadi sebuah venue wedding. Pelaminan dibuat dengan sederhana tapi cantik dan elegan. Meja akad juga sudah ada penghulu dan ayah dari Cilla membuat Darius semakin gugup.


Ia melihat sekeliling, banyak orang yang ia tahu secara personal maupun secara umum. Salah seorang yang ia kenal secara personal adalah Silvya dan Dika. Pasangan suami istri itu duduk di sana bersama dengan putra mereka. Darius tersenyum, rupanya pandangan Silvya dan dirinya beradu. Silvya mengangguk kecil dan di balas senyuman oleh Darius.

__ADS_1


" Berbahagialah Vya, dan aku juga akan bahagia. Siapa sangka kita akan menjadi keluarga melalui jalur ipar."


Darius berbicara dalam hari. Rasanya ia ingin menertawakan dirinya sendiri. Bagaimana tidak, ia sungguh tidak menyangka dirinya bisa menjadi bagian dari keluarga wanita yang pernah singgah dii hatinya itu. Haisssh, dunia begitu sempit. Istilah dunia tidak selebar kolor eh kelor rupanya benar.


" Baiklah mas manten, mari kita mulai. Semua sudah siap bukan? Pak mertua monggo dijabat tangan calan menantunya."


Roberth dan Darius saling berjabat tangan. keduanya sama-sama guup. Dalam hati Roberth baru menyadari, menikahkan anak laki-laki dan anak perempuan sungguh sangat berbeda. menikahkan anak perempuan membuat getaran di dada nya begitu hebat. Ia seperti kehilangan sesuatu dalam dirinya.


" Saudara Darius Edmund, aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Cilla Catherine William Binti Roberth William dengan mas kawin seperangkat perhiasan dan uang sebesar Rp. 39.902.023 dibayar tunai."


" Saya terima nikahnya Cilla Catherine William binti Roberth william dengan mas kawin tersebut tunai!"


" SAH!!!"


Semua mengatakan kata itu dengan lantang. Yang paling keras berteriak adalah Benzo, entahlah, pria jomblo itu merasa begitu senang. Ia berharap juga bisa segera menyusul kedua bos nya membentuk sebuah keluarga.


" Selamat jadi istri Kak La, semoga pernikahan kakak sakinah, mawadah, dan warohmah."


" Selamat sayang, kini Cilla sudah bukan gadis kecil mommy lagi. Sekarang Cilla sudah menjadi seorang wanita yang bersuami, selalu jaga marwah mu nak. Berbaktilah kepada suamimu."


Sebuah pelukan dan ciuman lembut Rosa berikan untuk putri bungsu nya. Ya, rasa haru tersebut sungguh tak terbendung. Hari ini akhirnya tiba, hari dia melepaskan anak perempuannya menuju ke gerbang kehidupan baru yang pastinya lebih panjang.


Cilla kemudian diantarkan oleh Jani dan Rosa menuju ke pelaminan. Di sana darius sudah menunggu. Pria itu sedikit speechless saat melihat tampilan Cilla yang sangat cantik dan anggun. Gaun berwarna nude itu memancarkan kecantikan CIlla. Rosa memberikan putrinya kepada Robert dan Roberth meneruskan itu kepada Darius.


" Ku serahkan putriku padamu. Sekarang tanggung jawabku telah usai, dan dia kini menjadi tanggungjawabmu. Cintai dia dan perlakukan dia dengan baik, jaga hatinya dan jangan pernah sakiti. Jika kau tidak lagi cinta, jangan kau sakiti dia tapi kembalikan saja padaku. Aku akan menerimanya kembali."

__ADS_1


Air mata Roberth luruh, pun dengan Cilla. Seketika Darius memeluk Roberth.Tidak banyak yang bisa ia katakan, dia hanya mengatakan akan selalu menjaga Cilla, mencintai, menyayangi dan juga menghormati wanita yang sekarang jadi istrinya itu.


Suasana haru berubah menjadi ramai saat Charles and the gank mulai memainkan alat musik yang sudah dipersiapkan. Rupanya, Charles, Juna, Rama, Sukhdev, dan Teo itu masih belum lupa memainkan alat musik. terakhir mereka memainkannya adalah saat pernikahan Juna, dan kali ini di pernikahan Cilla mereka kembali bermain.


Semua larut dalam pesta pernikahan sederhana tapi begitu intimate tersebut. Mereka saling berbicara dan menikmatinya.


" Gimana, sudah benar-benar berubah?"


" Astaga Q, kau mengagetkanku. Ya, ternyata hidup seperti ini jauh lebih damai dan menyenangkan."


Silvya terkekeh mendengar ucapan Albern. Mereka dulu adalah musuh di klan mafia, hampir Albern meregang nyawa ditangan Silvya. Namun semua itu sudah berlalu. Bisa Silvya lihat pria tua itu sudah banyak berubah.


Di pelaminan, Cilla masih begitu malu menatap suaminya. hal tersebut membuat Darius gemas.


" Jadi gini rasanya punya istri, sungguh menyenangkan. Bolehkah?"


Belum juga menjawab, pipi Cilla sudah dicium oleh Darius. wajah Cilla langsung memerah.


" Astaga Dar, sabar. Tunggu kami pulang dan kamu bebas melakukan apapun."


Suara Silvya terang saja membuat Darius terkejut, ia tidak menyangka apa yang ia lakukan bisa ditangkap oleh Silvya. ( ya iyalah, ente lagi di pelaminan, jelas kelihatan orang.)


Darius hanya tertawa dan Cilla semakin malu saja.


" Terimakasih sudah mau menerimaku La, mari kita bersama menjalani kehidupan baru ini."

__ADS_1


" Terima Kasih juga sudah memilihku. Masih banyak kurangku, mari kita belajar untuk menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah."


TBC


__ADS_2