Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 43


__ADS_3

Sawerannya jangan lupa ya guys hehhehe. Happy reading ...


...****************...


Charles berada di depan laptop miliknya. Ia begitu serius menatap layar tersebut sambil menggerakkan semua jarinya di atas keyboard. Benzo dan Cilla hanya diam sambil mengamati pria tersebut.


Selama satu jam, Charles sama sekali tidak bergerak dari tempat tersebut dan juga tidak memalingkan wajahnya sama sekali. Namun, tiba-tiba dia menghentikan semua pekerjaannya saat mengingat sesuatu.


" Jani, astagfirullah aku lupa. Pasti dia udah bangun. "


Charles rupanya mengingat sang istri. Ia pun meraih ponsel yang ia letakkan tepat di sebelah laptop miliknya.


" Hallo sayang, apakah sudah bangun dari tadi. Maaf aku harus ke perusahaan. Ada hal penting."


" Halo om, iya nggak apa. Jangan lupa makan ya."


Charles berbicara sebentar dengan Jani. Dirasa cukup dan mengetahui bahwa sang istri baik-baik saja, Charles mematikan ponselnya dan kembali pada laptopnya.


Satu jam kemudian tampak wajah charles tersenyum simpul. Cilla dna Benzo baru mendekat saat mereka merasa Charles sudah selesai dengan apa yang dikerjakan.


" Apa yang abang lakukan?" tanya Cilla penasaran.


" Memeriksa tikus, dan sepertinya tikusnya sudah memakan umpan sepenuhnya. Kini giliran kita yang menangkap tikus itu karena kekenyangan memakan umpan yang disuguhkan," jawab Charles sambil mengedipkan satu matanya.


Cilla menatap sang kakak dengan penuh tanya. Ia jelas tidak mengerti dengan maksud ucapan abangnya. Rupanya itu juga terjadi kepada Benzo. Benzo yang sudah mengikuti Charles setelah Charles diangkat jadi CEO William Diamond itu pun tidak mengerti maksud bosnya.


***


Di sisi lain Burhan benar-benar saat ini tengah berada di atas angin. Apa yang ia harapkan menjadi kenyataan dan semuanya berjalan bahkan lebih mulus dari pada jalan tol, sungguh tanpa hambatan. Terlebih Matin CEO Red Blue Jewelry menerima Agatha untuk menjadi model. Bukan hanya sebagai model biasa tapi sebagai Brand Ambasador nya.


Saat ini, Agatha tengah melakukan pemotretan untuk iklan RBJ yang akan dirilis bulan depan. Hal tersebut diusulkan oleh Burhan sebagi gebrakan untuk koleksi terbaru RBJ yang ia klaim dialah pembuatnya.

__ADS_1


" Bagaimana tuan Martin, apakah Agatha cocok untuk perhiasan-perhiasan itu?"


Burhan menarik sudut bibirnya saat melihat Martin yang sedari tadi menatap Agatha tanpa putus bahkan tanpa berkedip.


" Cocok, sangat cocok. Nona Agatha sungguh cantik dan tentunya begitu cocok dengan perhiasan-perhiasan tersebut. Oh iya Tuan Burhan, apakah putri Anda sudah memiliki kekasih."


Bagaikan tengah memancing ikan, umpan tersebut ternyata langsung dimakan sehingga bisa ditarik pancingnya. Burhan tersenyum lebar penuh arti saat Martin mengatakan hal tersebut. Satu langkah yang kelas ia harapkan.


" Tentu belum tuan. Selama ini banyak yang menginginkan putri saya tapi dia sungguh selektif."


Martin mengangguk-anggukkan kepalanya tanda ia mengerti maksud Burhan. Pria itu kemudian berjalan menghampiri Agatha yang tampak sudah selesai dengan kegiatan pemotretan.


" Selamat sore Nona Agatha. Bagaimana, apakah Anda merasa nyaman bekerja di RBJ ini?"


" Aaah tuan Martin, tentu. Semuanya begitu baik dan jelas profesional. Sehingga ini sungguh menjadi mudha dna cepat selesai."


" Apakah kiranya Anda berkenan untuk makan malam dengan saya?"


" Peluang besar, jika dulu Charles tidak bisa kugapai begini maka ini akan mudah dan tentu namaku akan semakin melambung. Charles? Sudah lama aku tidak mengetahui kabarnya. Tampaknya kapan-kapan aku harus mampir."


Tampaknya Agatha akan memanfaatkan Martin. Sepertinya dalam hidup wanita itu sellau penuh dengan trik dan intrik. Setiap orang yang bisa ia gunakan untuk menaikkan popularitasnya langsung saja ia dekati tanpa memperhitungkan akibat yang akan ia dapat.


Saat ini Agatha memang tengah berada di puncak kejayaan. Semua brand mengejarnya untuk menjadikannya model mereka. Namun Agatha sepertinya lupa bahwa yang namanya hidup pasti akan terus berputar. Dan, satu hal itu yang tidak pernah Agatha pikirkan.


Seperti sekarang, perilaku sombong dan angkuh Agatha terhadap kru tempatnya bekerja tanpa ia sadari atau memnag sebenarnya dia sadr namun acuh, membuat mereka jengah. Agatha hadir layaknya kristal yang mana mereka harus sangat istimewa dna hati-hati dalam memperlakukannya.


" Aku tidak mau pakai MUA dari kalian, sungguh caranya me-make up ku begitu kasar dan tidak profesional. Hair do nya juga sungguh tidak bagus. Dan ini apa baju murahan yang kalian berikan padaku membuat kulitku gatal plus iritasi. Ini RBJ lho, tapi team pembuatan iklannya sungguh kacau."


Semua orang tentu terhenyak dengan ucapan sarkas Agatha. Bisa ia dengar tadi di depan CEO mereka Agatha mengatakan bahwa kru pemotretan sangat baik dalam bekerja. Tapi saat Martin sudah berlaku, Agatha berbicara lain.


Wanita itu pun ikut pergi dari ruangan tanpa mengatakan sepatah kata ucapan terimakasih.

__ADS_1


" Gilaa, rubah betina," ucap salah satu kru RBJ.


" Kau benar, gayanya ampuuuun udah kaya superstar. Baru jadi model lho ini dah ngerasa paling bener," ujar yang lainnya.


" Iya, gimana kalau jadi istri presiden. Bisa-bisa tersentuh pun tidak mau. Pencitraan yang sungguh apik. Dia seharusnya men sinetron tuh, pas natural aktingnya."


Semua yang ada di ruangan itu seketika tidka menyukai keberadaan Agatha. Gaya Agatha yang sok membuat mereka benar-benar muak. Dna, mereka akan sellau bertemu dengan wanita itu karena Agatha adalah BA dari RBJ.


Agatha tampaknya memang selalu pintar memanfaatkan kesempatan. Dengan berlaku seperti seorang wanita yang manis ia seolah-olah salah masuk ruangan yang jelas itu adalah ruangan Martin.


" Aaah maaf Tuan Martin, saya sepertinya tersesat."


Martin yang melihat Agatha hanya menggunakan mini dress dengan panjang sepaha model kemben langsung membuka matanya lebar-lebar. Pria itu langsung berdiri dna berjalan menghampiri Agatha.


" Apa Anda mau duduk sejenak di sini nona?"


Agatha menyambut ajakan Martin. Mereka pun duduk di sofa. Martin mengambil sebotol wine dan dua gelas, pria itu menuang wine lalu memberikannya kepada Agatha.


" Minumlah, ini wine yang sangat bagus dan manis."


Agatha tersenyum, ia mengambil gelas itu dari tangan Martin lalu menenggaknya habis. Pun dengan Martin.


" Tapi sepertinya lebih manis jika aku mencicipinya dari sini." Martin meletakkan gelasnya lalu meraih dagu Agatha dan meraup bibir wanita itu. Agatha jelas tidak menolak karena memang ini rencananya. Mendapatkan Martin lebih cepat maka ia bebas sesuka hati bertindak di perusahaan itu.


Ciuman itu semakin menggebu, terlebih tangan Martin mulai menyentuh area pribadi dan sensitif milik Agatha. Lenguhan keluar dari mulut Agatha saat Martin menurunkan dress Agatha dan mulai memainkan benda kenyal miliknya dengan mulut dan lidah.


" Kamu sungguh seksii honey, kau semakin tidak tahan. Tapi aku tidka mau melakukannya di sini. Mari kita pulang ke rumahku dan kita bebas bermain di sana."


" Mari lakukan itu Tuan Martin."


" Call me baby, honey."

__ADS_1


TBC


__ADS_2