Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 67


__ADS_3

Semalaman Sean memikirkan tawaran dari RBJ. Nominal yang fantastik dan menggiurkan itu tentunya menari-nari di kepalanya. Apalagi sekarang ia siap menjadi seorang ayah. Sean tahu bahwa membangun rumah tangga harus memiliki financial yang baik.


Mengetahui Agatha hamil membuat Sean banyak belajar mengenai kehidupan rumah tangga dari media sosial. Dia yang dibesarkan di panti asuhan tentu tidak pernah merasakan bagaimana itu rasanya punya orang tua. Maka dari itu Sean bertekad untuk menyayangi dan memberikan yang terbaik untuk anak dan istrinya. Dan salah satunya finansial.


" Tapi kan tidak mungkin aku selamanya jadi model. Wajah akan menua dan tubuhku pasti tidak akan bisa selalu bagus. Tawaran ini memang menggiurkan tapi ada satu hal yang membuatku berat menerimanya. Di sini tertulis aku terikat kuat dengan RBJ dan tidak bisa mengambil pekerjaan di tempat lain. Sangat berbeda dengan WD, mereka membebaskanku mengambil job lain di luar WD."


Sean terus membaca kontrak itu dengan benar-benar teliti. Ia tidak mau terjebak. Terkadang beberapa perusahaan menjebak pekerjanya dengan kata-kata tersembunyi. Jika tidka teliti habislah sudah.


" Tidak, kau tidak bisa menerima ini. Aku akan menyusul Agatha ke kota M setelah kontrak dengan WD selesai. Aku ajan menikahi Agatha dan alu jelas ingin dekat dengannya dan calon anak kita."


Keputusan Sean sudah bulat. Dari awal memang ia memilih untuk bersama keluarga Agatha di kota M. Bahkan Sean sudah mulia mencari pekerjaan di sana. Jadi bisa dipastikan ia tidak akan menerima tawaran Martin.


Ada nomor telpon yang ditinggalkan oleh Tan di sana. Sean langsung menghubungi nomor itu dan mengatakan keputusannya.


" Siaaal, brengsek! Bahkan anak buah Charles sama menyebalkan dengan Charles. Tan, apa yang kau katakan dengan model itu hah! Membujuk orang seperti itu saja tidak becus!"


Tan menunduk dalam menerima kemarahan si tuan. Ia terkejut saat Sean menghubunginya dan menolak bekerja di RBJ. Ia pikir dengan nominal itu bisa dengan mudah membuat sang model menerimanya.


" Maafkan saya Tuan Martin."


" Tck, sialan!!"


Tan langsung segera keluar dari ruangan Martin. Sedangkan Martin dengan rasa marahnya mencoba menghubungi Vernon. Hanya tinggal hitungan hari saja kontrak Vernon dan WD berakhir. Tapi Vernon masih begitu nyaman sepertinya berada di kantor WD.


" Kapan kau akan kemari?"


" Besok, ada sebuah hal yang harus ku lakukan. Tutup panggilan mu, kau mengganggu ku."

__ADS_1


Pagi-pagi sekali Vernon sudah ada di WD. Padahal biasanya dia siang baru datang. Namun tidak ada yang tahu dengan apa yang sedang direncanakan.


Vernon berjalan pelan melewati ruangan Cilla dan Charles. Dia melihat kedua orang itu sedang sibuk di ruangan masing-masing. Benzo juga ada di sana. Vernon membuang nafasnya kasar. Sepertinya dia harus menggunakan trik yang ia rencanakan itu. Vernon pun segera berjalan menuju tempat yang di tuju.


" Bos, dia mulai bergerak," ucap Benzo kepada Charles.


" Iya, cepet susul dan langsung sergap. Kalau memang dia berbuat sesuatu kita bisa langsung cut dia saja agar WD aman."


Benzo mengangguk paham. Ia langsung berjalan ke luar dan menyusul Vernon. Ternyata Charles memnag mengawasi Vernon dari kemarin. Dia melihat gelagat mencurigakan dari pria itu melalui rekaman cctv.


Meskipun Charles tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Vernon tapi dia merasa Vernon akan berbuat sesuatu. Terlebih saat Vernon berada di depan ruang Cilla saat ia dan adiknya itu membahas desain baru. Ekspresi Vernon terlihat marah. Maka dari pagi tadi Charles pun datang lebih pagi bersama dengan Benzo dan Cilla.


Dan apa yang di duga Charles benar. Vernon saat ini menuju tempat dimana sebuah alarm kebakaran berada. Pria itu akan menekan tombol darurat tersebut untuk membuat keributan di WD. Tapi Benzo datang lebih cepat dna Charles menyusul di belakangnya.


Bugh


" Apakah seperti ini caramu? Sungguh ke kanak-kanakan," ujar Charles.


" Cih, sialan. Ternyata memang Tuan Charles adalah seorang yang cerdas. Apa yang akan ku lakukan pun Anda tahu. Tapi aku yakin kedepannya kita tidak akan tahu siapa yang lebih cerdas bukan."


Vernon tersenyum sinis dna Charles hanya bisa membuang nafasnya kasar. Menghadapi bocah di depannya ini tidak boleh gegabah juga.


" Mulai sekarang kamu bukan lagi karyawan WD. Pergilah sesukamu ke tempat yang kau inginkan."


" Dengan senang hati. Karena memnag itu yang aku harapkan. Sampai bertemu lagi di lain kesempatan Tuan Charles yang terhormat. Aku yakin kau akan segera mendapatkan kesengsaraan."


Vernon melenggang masuk ke ruangannya lalu kemudian pergi membawa tas miliknya. Charles benar-benar tidak habis pikir, mengapa ada orang yang bis bersikap begitu.

__ADS_1


" Apakah ini tidak apa-apa bos?" tanya Benzo khawatir.


" Tenang saja. Paling tidak dia dengan perginya dia lebih cepat dari WD tidak akan ada lagi yang mengusik WD. Rahasia perusahaan kita lebih terjamin. Dan, Cilla bisa dengan tenang membuat desain. Aku yakin dia tadi akan membuat keributan untuk merusak desain Cilla."


Benzo mengerti. Apa yang dikatakan oleh Charles jelas benar adanya. Sebuah masalah di WD mulai di selesaikan. Perginya Vernon dan kemantapan Cilla untuk menadi desainer perhiasan di WD. Sebuah dukungan juga diberikan oleh Rosa dna Roberth.


Cilla memberitahukan permasalahan yang saat ini terjadi kepada kedua orang tuanya. Mereka jelas terkejut. Terlebih saat tahu ini menyasar kepada sang menantu. Tapi saat Cilla menjelaskan dirinya akan menjadi perancang perhiasan di WD, Rosa dan Roberth tentu senang. Sebuah kelegaan juga keduanya rasakan saat Cilla mengatakan bahwa Jani sekarang berada di rumah kedua orang tuanya.


Dan rupanya kabar Jani tengah menjadi sasaran Vernon itu sampai juga ditelinga Silvya sang kakak ipar. Apalagi saat nama Darius juga disebut. Ya saat ini anak, menantu dna cucu tengah berkumpul di kediaman Dwilaga. Aryo yang meminta semuanya datang. Tapi Silvya salah fokus dengan nama Darius.


" Jan, siapa itu Darius?" tanya Silvya kepada Jani yang saat ini sedang sibuk bermain dengan Yasa dan Nataya.


" Itu kak, dia temen deket Cilla kayaknya," jawab Jani tanpa mengalihkan wajahnya dari dua keponakannya itu.


Silvya mengangguk paham. Dia kemudian mengirim pesan kepada anak buahnya untuk menempatkan orang disekitar kediaman Dwilaga dan juga universitas untuk menjaga Jani, ayah mertuanya dan kakak iparnya juga.


" Jan tapi kamu beneran nggak kenal baik sama pria itu?" Kini giliran Dika yang bertanya.


" Kagak mas. Ketemu cuma sekali kok. Aku aja udah lupa tadinya. Masa nolong orang salah sih. Ya sapa tahu bakalan kek gini," keluh Jani.


" Tidak salah sayang, kamu sudah bagus untuk menolong orang. Orangnya saja yang punya pikiran buruk." Sekar yang tadi di dapur berjalan menghampiri putri bungsunya dan mengusap kepala putrinya dengan lembut. Ia sendiri tidka menyangka hal seperti ini akan terjadi di rumah tangga sang putri.


" Bund ... Bikin rujak. Ayah suruh manjat pohon jambu belakang rumah."


" He???"


Semua orang terkejut dan saling pandang. Terutama Aryo. Saat ini mereka sedang bicara serius tapi permintaan Jani sungguh membuat semuanya heran.

__ADS_1


TBC


__ADS_2