Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 72


__ADS_3

Jani memberengut saat Charles berbicara dengan keras. Bagaimana tidak, usul Jani membaut Charles hampir saja masuk IGD karena jantungan.


" Awas kamu kalau melakukan itu." Charles mengancam Jani. Ia tahu istrinya itu suka nekat dan ceroboh.


" Iya enggak, buset deh galak amat. Tapi by kan itu ya cepet pasti. Aku tinggal nemuin dia kan, pura-pura baik terus minta deh surat itu. Biar ceritanya lain dari pada yang lain by. Dari pada entar dia tiba-tiba culik aku terus pake gaya-gaya psikopat gitu kan jatuhnya jadi biasa ceritanya."


Jani seketika membayangkan adegan film psikopat atau novel mengenai psikopat. Dimana si female lead nya di culik oleh pria psikopat dan dirinya harus dipaksa ini dan itu dengan ancaman dan seringai menyeramkan. Jani seketika bergidik.


" Jangan membayangkan yang aneh-aneh. Jangan terbesit melakukan hal tersebut. Sungguh aku tidak mau. Kita bisa menggunakan cara lain yang tidak perlu menjadikanmu sebagai umpan sayang. Terlebih saat ini kamu tengah mengandung."


Jani mengangguk paham apa yang dikatakan suaminya adalah benar adanya. Ada kehidupan lain dalam dirinya saat ini yang ia harus jaga sepenuh jiwa dan raga. Tapi, Jani pun harus siap jika ada kejadian yang mewajibkan dia berhadapan dengan pria itu.


Sesungguhnya dia sendiri pun juga takut jika itu terjadi. Tapi sebenarnya ada maksud tersendiri saat ide itu muncul dalam kepalanya, yakni dia ingin segera selesai dengan teror yang belum terlihat tapi sudah terlaksana. Sedikit berkorban tapi semua selesai lebih cepat. Ia sendiri tahu resiko yang akan dia dapat.


" Tapi, jika benar dia menyukaiku bukankah dia tidak akan menyakitiku?" tanya Jani pada dirinya sendiri.


Di William Diamond Cilla memberi kabar kepada Benzo bahwa Charles kemungkinan hari ini akan telat atau bisa jadi tidak mauk. Kabar kehamilan yang Cilla terima, ia sampaikan kepada Benzo. Pria itu bersorak, ia sungguh senang nyonya bos nya benar-benar hamil. Dugaan dia saat mencarikan Coto Makasar malam itu terbukti.


" Aku sungguh bersyukur akan hal itu Cil. Ini adalah kebahagiaan."


Cilla setuju dengan ucapan Benzo, meskipun ada beberapa permasalahan di depan mereka tapi paling tidak kabar kehamilan Jani membuat semua orang merasa bahagia.


" Selamat pagi nona Cilla," sapa Darius saat Cilla sedang berbicara dengan Benzo di depan ruangan Cilla.

__ADS_1


" Selamat pagi kak, eeeh ada apa kakak pagi-pagi ke sini. Ayo mauk dulu."


Benzo langsung undur diri saat melihat kedatangan Darius. Ia bisa melihat saat ini Darius sedang mendekati Cilla dan Benzo senang akan hal itu. Kedua bos nya mulai menemukan kebahagiaan masing-masing. Sebuah gumaman keluar dari mulut Benzo," Terus aku kapan? Ya kali harus jomblo sendirian sih. Dah terima saja nasibmu Ben, tunggu othor nyariin jodoh buat gue aja dah."


Cilla mempersilahkan Darius untuk duduk. Dengan cekatan dan tanpa menawari Cilla membuatkan kopi. Ada mesin kopi instan di ruangannya. Cilla memang biasa minum kopi saat pekerjaannya sedang banyak.


" Kak diminum, maaf aku nggak nanya dulu."


" Woaaah, pass ini memang kesukaanku."


Darius menyeruput kopi buatan Cilla. Manis, tapi sungguh masih lebih manis orang yang membuatnya.


Gila kau Darius, kau lebih bila saat ini dari pada saat menyukai Silvya.


Darius berbicara dalam hati sambil menggelengkan kepalanya pelan. Cilla menatap pria yang duduk di depannya itu dengan tatapan penuh dengan rasa heran. Satu hal yang ada dalam pikirannya yakni mungkin saja Darius tidak menyukai kopi buatannya tersebut.


" Bu-bukan. Aku suka dan ini sungguh enak."


Cila tersenyum dan darius meletakkan cangkir kopi itu di atas meja. Ia kemudian menatap Cilla dengan seksama. Sepertinya ia harus segera mengutarakan rasa hatinya itu sebelum Cilla jatuh ke tangan pria lain. Ia tahu saat ini mungkin bukan situasi yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya, tapi jika tidak segera ia sungguh takut akan kehilangan seperti saat itu.


" Bagiamana keadaan kakak dan kakak iparmu Nona Cilla?" Darius harus memulai dari hal yang sederhana dulu, yakni apa yang terjadi saat ini.


" Alhamdulillah kak, semuanya baik-baik saja. Malah ada kabar bagus lagi, Kak Jani hamil. Sungguh berita bahagia dibalik semua kejadian yang kurang baik akhir-akhir ini."

__ADS_1


Darius ikut senang tapi dia juga khawatir. Jika pria obsesi itu tahu Jani hamil maka pasti ia akan semakin marah. Vernon pasti tidak menyukai ada pria lain yang menanamkan benih di tubuh wanita yang ia sukai. Setidaknya itu lah yang ada dalam pikiran seorang pria yang terobsesi oleh seorang wanita.


Tapi Darius memilih diam, dia tidak mau merusak kabar bahagia tersebut. Ia yakin Charles sudah berpikir sampai disitu juga.


" Aku ikut senang mendengar kabar bahagia tersebut nona. Tapi saya kesini ada hal lain yang ingin saya sampaikan. Saya harap nona mendengarkannya dulu."


Cilla merasa penasaran dengan kata-kata Darius. Ini seperti Darius ingin mengatakan sesuatu yang serius dan hal tersebut membuat Cilla merasa sedikit takut. Cilla hanya mengangguk menanggapi perkataan Darius.


" Nona Cilla, saat pertama kali kita bertemu jujur saya merasa tertarik dengan nona. Dan semakin kesini saya merasa rasa itu bukan hanya sekedar rasa ketertarikan semata. Saya merasakan bahwa saya jatuh hati kepada nona. Saya ingin memiliki hubungan lebih dengan nona Cilla. Apakah nona Cilla bersedia?"


Deg


Jantung Cilla berdegup dengan kencang. Ia sungguh tidak menyangka pagi- pagi begini mendapat kejutan sebuah pengakuan cinta dari seorang CEO MoonDrink. Cilla tampak bingung saat ini.


" Maaf tuan Darius, saya sedikit bingung. Saya tidak bisa menjawabnya sekarang dan sepertinya kita berbeda?"


Darius mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Cilla yang terakhir. tapi seketika ia paham maksud dari Cilla.


" Aaah itu rupanya, jika saya mengatakan bahwa kita sama apakah nona Cilla mau menerima saya? he he he, begini nona, saya tidak memiliki kepercayaan apapun sebelumnya dan setahun ini saya sedang belajar untuk mencari Tuhan melalui apa yang saat ini diyakini oleh nona. Apakah nona mau membantu saya?"


Cilla sedikit terkejut, tapi memang sebagian orang di dunia ini memilih tidak percaya dengan adanya Tuhan. Cilla terdiam sejenak, ia lalu mengangguk kecil.


" Baiklah, saya akan membantu Kak Darius."

__ADS_1


Darius tersenyum. Hal tersebut bagaikan sebuah lampu hijau yang diberikan oleh Cilla untuknya. Tapi sungguh dia tidak berbohong. Selama setahun terakhir ini dia memang sedang mempelajari salah satu keyakinan dan hal itu lah yang membuatnya semakin yakin untuk segera berumah tangga.


TBC


__ADS_2