Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 64


__ADS_3

Darius mengantarkan Cilla pulang dan memilih untuk meninggalkan mobilnya. Ada rasa khawatir dalam diri Darius terhadap gadis berhijab itu. Mengingat semua cerita Cilla soal Vernon bisa dipastikan kalau pria itu terindikasi memiliki sebuah obsesi yang besar. Obsesi itu menjadi menakutkan jika tidak segera dihentikan.


Efeknya, bisa jadi dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Ini yang akan menjadikan banyak orang terancam keselamatannya.


" Mari makan dulu sebelum sampai rumah," ajak Darius.


" Apa tidak apa-apa mengantarku? Lalu, mobil kakak bagaimana?" Bukannya menjawab pertanyaan Darius soal ajakan makan, Cilla terlihat khawatir terhadap mobil CEO MoonDrink tersebut.


" Aisssh, tidak perlu dipikirkan soal itu. Nanti aku akan menyuruh orang mengambilnya."


Cilla baru mengangguk saat Darius berkata seperti itu. Bagaiman juga Cilla merasa tidak enak, dia sudah banyak ditolong oleh Darius. Padahal keduanya baru saja kenal. Ada satu hal yang Cilla baru sadari, pertemuannya dengan Darius banyak yang tidak disengaja. Cilla tidak tahi saja bahwa kali ini pria berusia 31 tahun itu memang sengaja mengikutinya.


Namun, Dairus bersyukur. Hasil dia membuntuti Cilla hari ini membuatnya berhasil melindungi gadis itu.


" Baiklah, mari kita makan dulu."


Darius menghentikan mobil Cilla tepat di sebuah restoran. Keduanya turun dan langsung mencari tempat yang pas. Darius dan Cilla memesan makanan yang mereka mau dna hanya tinggal menunggu.


" Baiklah, sambil menunggu makanan datang coba aku review apa yang dilakukan temanmu itu terhadap mu. Dia tiba-tiba bersikap buruk, menjual desain, pergi ke Red Blue Jewelry, dan yang terakhir berkata padamu bahwa akan membuat Tuan Charles menyesal karena mengambil sesuatu darinya?"


Cilla mengangguk, itu memang yang diucapkan Vernon. Sampai sekarang pun Cilla masih berpikir apa maksudnya.


Darius kembali memutar otak. Pria jika begini maka ujung-ujungnya wanita. Seperti mendapatkan sebuah pencerahan di kepalanya, Darius langsung tersenyum.


" Apa benar Tuan Charles sudah menikah?"


" Iya, tapi apa hubungannya semua yang dilakukan Vernon dengan pernikahan Bang Charles dan Kak Jani?"


" Sangat ada hubungannya. Tapi ini bisa salah bisa juga tidak. Mungkin Vernon ini menyukai kakak ipar kamu, dan ia menganggap Tuan Charles telah merebut orang yang dia sukai. Tapi bisa juga hal lain. Namun, saat ini itulah yang paling masuk akal. Ini akan menjadi berbahaya jika sudah ditahap dia mencelakai orang lain. Ancamannya tidak main-main. Dan bukan hanya kamu yang ada dalam bahaya, tapi yang paling bahaya adalah kakak ipar kamu."

__ADS_1


Cilla membulatkan matanya. Jika benar demikian maka ia harus segera memberitahu Charles dan Jani. Atau mungkin ke polisi, tapi tentu tidak bisa. Ini masih sekedar dugaan. Tidak ada bukti pun untuk melaporkan Vernon ke pihak yang berwajib.


Jika tidak salah kasus ini pernah terjadi pada suami Silvya yakni Dokter Dika. Ada wanita yang begitu obsesi dengan suami dari Silvya itu. Dan sekarang adik ipar Silvya juga mengalaminya. Hasihh, apa pesona keluarga Dwilaga itu benar-benar tidak bisa dielakkan? Jika dugaanku benar, apakah aku harus memberitahu Silvya? Tapi, kau yakin Tuan Charles pasti memiliki power juga. Aku akan melihat dan membantu mengirimkan orang untuk berjaga.


Akhirnya keduanya tidak jadi makan malam. Cilla memutuskan untuk pulang. Bukan pulang, tapi ke rumah Charles untuk memberitahukan hal ini. Cilla tidak ingin terjadi apa-apa dengan Charles dan Jani.


Ting tong


Jani yang sedang belajar ditemani oleh Charles langsung bangkit dan berlari ke arah pintu. Charles membiarkan hal tersebut, sudah setengah jam belajar ia yakin istrinya itu mulai bosan.


Di depan pintu Jani tersenyum saat melihat siapa yang ada di luar rumah mereka. Ia buru-buru membukanya.


" Aaah Kak Cilla ayo masuk. Eh ada tamu lain juga. Silahkan masuk ... "


" Darius nama saya Darius."


" Aaah Kak Darius. Sillakan masuk."


Darius pun mengakui bahwa Jani ini adalah pribadi yang menyenangkan. Sangat berbeda dengan Dokter Dika yang memang terkesan dingin. Namun, bisa Darius pastikan bahwa Jani benar-benar adik dokter Dika. Wajah keduanya begitu mirip.


Charles yang duduk di sofa agak heran mengapa Cilla datang malam-malam begini. Dia semakin heran saat melihat pria tinggi CEO MoonDrink datang bersama sang adik.


" Apa hubungan mereka sudah sengat dekat, sehingga pergi bersama?" Tanya Charles dalam hati.


Charles menyalami Darius lalu mempersilakan tamunya itu untuk duduk. Sedangkan Jani, ia berlari ke dapur untuk membawakan minuman dan kue yang tadi sore dia buat.


Tatapan mata penuh tanya langsung dilayangkan Charles kepada Cilla. Ia tahu adiknya itu datang pasti ada hal penting yang ingin disampaikan.


" Ada apa Cil? Katakan saja."

__ADS_1


" Ini soal Vernon bang."


Cerita mengalir dari mulut Cilla mengenai pria yang saat ini jadi trouble maker di William Diamond. Semuanya Cilla ceritakan, saat dia hampir di dorong oleh Vernon pun tidak luput ia sampaikan. Dugaan Darius juga Cilla sampaikan kepada Charles.


" Astaghfirullah, ini sungguh berbahaya. Oh iya, terimakasih Tuan Darius Anda sudah menolong adik saya. Jika tidak ada Anda entah apa yang akan terjadi kepada Cilla." Ada dua hal yang beradu dalam diri Charles saat ini, bersyukur karena Cilla baik-baik saja, dan sangat khawatir terhadap keselamatan sang istri. Ia berpikir untuk mengungkapkan Jani ke rumah ayah dan bunda nya, atau ke rumah kedua orang tuanya. Satu hal yang pasti Jani tidak boleh di rumah sendirian.


" Sama-sama Tuan Charles, Anda tidak perlu sungkan," jawab Darius.


" Maaf lama, oh iya sedang membicarakan apa. Kenapa begitu serius."


Ketiga orang itu saling pandang saat Jani datang. Charles menarik Jani untuk duduk di sebelahnya setelah istrinya itu meletakkan nampan yang dia bawa di atas meja dan mempersilahkan semua orang untuk minum.


Jani sedikit merasa ada yang aneh dnegan suaminya. Tatapan Charles kepada dirinya penuh kekhawatiran.


" Ada apa by, jangan membuatku takut."


" Sayang, sebentar ... Apa kamu mengenal orang ini?"


Charles mengambil ponselnya dna memperlihatkan foto Vernon kepada Jani. Charles, Cilla dan Darius menunggu reaksi dari Jani.


" Bentar, kayaknya pernah lihat deh. Wajahnya familiar."


Deg


Detak jantung Charles semakin keras berpacu. Jika benar Jani pernah bertemu dengan Vernon maka dugaan Darius kemungkinan 90% benar.


" Aaah aku ingat, tapi itu udah lama banget by. Aku pernah nolong orang ini saat masih SMA dulu. Nah orang ini tuh jatuh dari motor. Waktu itu aku ... bolos he he he. Pas aku kabur tuh dari sekolah aku ketemu orang itu. Aku bantu ngobatin dia juga karena kebetulan Mas Dika selalu bawain aku kotak P3K. Terus ada apa memangnya?"


" Sayang, orang ini ingin mengejar mu."

__ADS_1


" He ...?"


TBC


__ADS_2