Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 65


__ADS_3

Semua orang langsung tertunduk lemas saat mendengarkan cerita Jani. Terlebih lagi Charles. Ia tidak menyangka Vernon pernah bertemu dengan Jani sebelumnya. Ini membuktikan bahwa dugaan Darius bisa jadi benar. Sebelum Charles mengumumkan pernikahan mereka, Vernon masih baik-baik saja. Tapi setelah pengumuman malam itu, Vernon tiba-tiba memutuskan untuk mengakhiri kontrak dan tidak memperpanjang lagi.


Jika di runut, kelakuan Vernon yang menjual desain secara bebas juga setelah pengumuman malam itu. Charles mengusap wajahnya dnegan sangat kasar.


Beberapa masalah mereka padahal baru saja selesai. Dan ini, masalah baru muncul dengan begitu terang-terangan. Ya, Vernon sangat terang-terangan mengusik keluarga Charles.


" Ada apa memangnya. Dan siapa pria itu by?" Jani sangat penasaran. Ekspresi semua orang langsung lemas saat Jani mengatakan pernah bertemu Vernon.


 " Sayang dia sepertinya ingin mengejar mu. Dia menginginkan mu."


" He??? Maksudnya? Aku nggak ngerti deh by. Please jelaskan."


Cilla dibantu Darius menjelaskan apa yang terjadi. Pun dengan Charles, awalnya Charles tidak ingin memberitahukan masalah perusahaan apalagi Jani sedang ujian. Tapi ini semua saling berhubungan. Akhirnya mau tidak mau Jani harus tahu. Apalagi, mungkin saja keselamatan jani terancam.


Jani mendengarkan semua cerita itu dengan seksama. Tidak henti-hentinya ia beristigfar. Meskipun itu masih prediksi tapi Jani mengerti. bukankah Sella kemarin juga begitu? meskipun berbeda kasus tapi paling tidak Jani belajar dari kejadian Sella. Dan Jani yakin ini lebih dari apa yang Sella lakukan.


" Jadi aku harus apa by?" Tanya Jani kepada ang suami. Ia yakin saat ini suaminya itu pasti begitu khawatir.


" Kamu masih ada 2 hari lagi ya ujiannya? Bagaiman sementara ini pulang ke rumah ayah dan bunda. Aku tidak ingin kamu di rumah sendirian."


Jani mengangguk patuh dengan pengaturan Charles. Ia yakin ini akan jadi hal terbaik untuk saat ini. Dalam pikiran Charles ia memutuskan sebuah hal. ia kan memberitahukan hal ini kepada ayah mertuanya dan juga kakak iparnya yang berada di kampus. Charles yakin mereka pasti akan mengawasi Jani.


Hari semakin larut, Cilla akhirnya pamit pulang. Untuk saat ini sepertinya cukup unyuk di sini. Cilla juga memutuskan masuk kerja besok. banyak maslaah, dan dia tidak mungkin libur selama 3 hari.


" Sekali lagi terimakasih Tuan Darius tas bantuannya. Saya sungguh mengucapkan banyak terimakasih kepada Anda." Charles lagi-lagi berterimakasih kepada darius. Pria itu sungguh sudah banyak membantu.


" Anda tidak perlu sungkan Tuan Charles. Bukannya kita harus saling tolong menolong sesama makhluk,' jawab darius.


Charles tersenyum, Darius sungguh pria yang baik. Seandainya pun Cilla memang tengah menjalin kedekatan dengan pria itu pun Charles akan setuju saja.


" Apakah ini sungguh parah by?"


Jani memeluk suaminya dari belakang. Bisa Charles rasakan ada rasa takut di eratnya tangan Jani memeluk tubuhnya. Ia membalikkan tubuh sehingga dirinya bisa menatap wajah istrinya dengan lekat.


" Semua akan baik-baik saja. Berdoa, minta kepada Allah agar semua permasalahan ini segera selesai. mungkin ini adalah ujian bagi awal pernikahan kita. Mari bersama-sama menjadi kuat untuk terus bersama."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Charles mendaratkan bibirnya di bibir Jani. Keduanya saling menyesap, ada banyak rasa yang saat ini keduanya rasakan. Khawatir, takut dan lain sebagainya. Charles mengangkat tubuh Jani dan membawanya ke dalam kamar.


" Sebaiknya kita melanjutkan yang tertunda tai siang, apakah mau?"


" Tentu, dengan senang hati."


Keduanya mulai menanggalkan pakaian mereka. lagi, malam itu mereka menghabiskan malam indah sebagai suami istri. Mencoba menghilangkan semua kekhawatiran dengan mereguk kenikmatan surga dunia yang halal. Dan Charles benar-benar melihat sisi lain dari istrinya. Jani lebih agresif dan begitu menguasai permainan.Tapi Charles menyukai hal itu. Dia membiarkan Jani melakukan apa yang dia mau terhadap tubuhnya.


" By ... ."


" Apa sayang?"


" Lapeeerrr, pengan makan nasi gudeg."


Charles langsung bangkit dari posisi berbaringnya dan mengenakan pakaiannya kembali. Matanya membulat mendengar keinginan sang istri. Ia melirik ke arah jam di atas nakas. Jam menunjukkan pukul 11 malam, Charles langsung menggaruk kepalanya. Jam segitu bagaimana mendapat makanan yang bernama gudeg itu.


" Sayangku, mana ada jam segini gudeg. Apa tidak ada makanan yang lain yang diinginkan?"


Jani terdiam, ia mencoba berpikir saat ini. Ia bangkit dari ranjang dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Keringat yang menempel di tubuhnya sungguh membuatnya tidak nyaman.


" Iya by, nggak enak banget keringetan begini. Rasanya lengket."


Charles lagi-lagi merasa aneh dengan istrinya itu. Tidak biasanya Jani mandi malam-malam begini. meskipun mereka habis bertempur, Jani tetap akan mandi pagi sebelum subuh.


" Jangan lupa pakai air anget!"


" By, kalau coto makasar gimana, masih ada nggak? Awas kalau bilang nggak ada. Gudeg udah pending, besok harus dapat itu. Nah malam ini Coto makasar aja."


Charles menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia langsung meraih ponsel dan menghubungi asistennya. Ia merasa keinginan dari istrinya itu harus terpenuhi.


" Ben, gue mau lo cari Coto Makasar malam ini juga. Cepet dan nggak pake lama. Harus dapat!"


Benzo yang masih belum sepenuhnya membuka matanya itu sungguh terkejut menerima perintah sang bos. ia langsung bangun meraih jaket dan kunci motor. Tidak, dia tidak akan memakai mobil. Motor lebih cepat pastinya.


" Kampret ini bos. Bisa-bisa nya minta coto makasar tengah malam begini. Dah kayak orang ngidam aja. Eeeeh tunggu, ngidam? Apa jangan-jangan tuan bos l;agi ngidam."

__ADS_1


Benzo berspekulasi sambil mengendarai motornya berkeliling mencari makanan yang diinginkan oleh bos nya. sekitar 30 menit berkeliling tapi ia sama sekali belum juga ketemu.


Benzo menghentikan motornya sejenak lalu membuka ponsel dan mencoba mencari warung coto makasar terdekat. Ia menemukannya, tapi di ponsel keterangannya sudah tutup.


" Jajal aja dulu, siapa tahu nanti masih ada sisa nya."


Entah mengapa Benzo begitu yakin terhadap feeling nya tersebut. Ia langsung bergegas menuju lokasi. 15 menit waktu yang dibutuhkan. Benzo tersenyum saat melihat warung tersebut. Ia melihat warung tersebut sudah tutup tapi masih ada orang di sana.


" Permisi pak apakah masih ada?" Benzo mencoba untuk bertanya.


" Waah, maaf sudah habis. Dan kami sudah tutup."


Benzo langsung lemas saat mendengarkan jawaban orang tersebut. tapi ia masih ingin berusaha.


" Pak ... maaf sekali apakah tidak aja satuuuu porsi saja. ini untuk istrinya bos saya lagi ngidam pak, pengen banget makan Coto makasar."


Orang itu menggeleng dengan cepat dan kembali meminta maaf. Bukannya tidak mau menuruti keinginan orang ngidam tapi memang coto makasar nya sudah habis.


Benzo rasanya ingin menangis kali ini. kemana lagi dia akan mendapatkan makanan itu.


" Pak, ini saya punya. Tidak banyak karena memang ini tadi adalah sisa yang ada di kuali, dan isinya tidak komplit."


Seseorang menghampiri Benzo, jika tidak salah mungkin itu salah satu karyawan warung tersebut.


" Waah tidak apa-apa mas. Terimakasih banyak ... terimakasih. Ini buat mas nya." Benzo mengeluarkan uang seratus ribu rupiah dan diberikan kepada pria itu.


" Tidak usah pak, saya ikhlas kok. lagian itu tidak komplit."


" Jangan mas, terima saja. Bois saya meminta saya untuk membeli. Dan saya membelinya dari mas."


Pria itu akhirnya mau menerima uang dari Benzo. Benzo pun tersenyum, malam ini dia selamat.


" kalau benar nih nyonya bos hamil, wuiiih manteb. tapi kayaknya bakalan tambah pusing aku nanti."


TBC

__ADS_1


__ADS_2