
Keesokan harinya Charles mengantar Jani ke kampus. Sekalian ia akan menemui ayah mertuanya. Tadi pagi selepas subuh Charles sudah menghubungi Aryo untuk membicarakan sesuatu.
" By, ikut masuk?" tanya Jani saat Charles ikut turun dari mobil.
" Mau ketemu sama ayah, bagaimanapun hal semalam harus dibicarakan sama ayah. Biar semuanya hati-hati."
Jani mengangguk paham. Sepanjang jalan Jani terus bergelayut manja di lengan suaminya. Semua mata menatap pasangan tersebut. banyak pujian yang terlontar untuk keduanya.
" Ganteng dan cantik cocok."
" iya dan pastinya bau uang begitu tercium"
" Ha ha ha bener juga, gue berasa ngeliat uang jalan."
Semua kata-kata yang dilontarkan para mahasiswa itu hanya ditanggapi oleh senyuman oleh jani dan charles. Charles mengantarkan Jani hingga kelasnya dan langsung melenggang menuju kantor sang ayah mertua.
tok ... tok ... tok ...
"Assalamualaikum yah," sapa Charles saat memasuki ruangan Aryo. Ternyata di sana juga sudah ada Radi. Hari ini radi memang tidak ada jadwal mengawas tes jadi dia diminta Aryo untuk datang ke ruangan.
" Waalaikum salam," jawab Aryo dan Radi bersamaan.
" Duduk bang, ada apa ini sebenarnya," tanya Radi tidak sabar.
Charles mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia kemudian menceritakan semuanya hingga tidak ada yang terlewat. Semua yang terjadi di William Diamond dan apa yang terjadi dengan Cilla. Charles tidak melewatkan soal Vernon dan mengatakan tentang dugaan yang Darius katakan.
" Apa? Mengapa segitunya?" Aryo tampak terkejut begitupun Radi. Jika mendengar semua cerita mengenai Vernon maka bisa Radi ketahui itu adalah sebuah obsesi yang salah.
" Iya yah maka dari itu saya ingin Jani pulang ke rumah ayah dulu. Saya tidak bisa meninggalkan Jani di rumah sendiri."
Aryo mengangguk paham. Jika begitu keputusan Charles maka Aryo pun setuju saja. Ia yakin itu akan menjadi keputusan terbaik. Dan benar juga, jika pulang kuliah jani akan sendirian di rumah menunggu Charles. Akan ada kesempatan untuk Vernon mendatangi Jani.
" Baiklah yah, kak, saya harus kembali ke perusahaan."
Charles pamit undur diri. Dia harus segera kembali ke kantor. Beberapa masalah harus segera dibereskan terutama soal desain baru untuk produk baru. Ya, Charles harus segera luncurkan produk baru yang bukan Vernon designer nya. hal itu untuk meminimalisir konsumen yang merasa produk WD mirip dengan produk perhiasan di tempat lain jika mereka mulai memproduksi desain yang dibeli dari Vernon.
__ADS_1
Di William Diamond, saat ini Cilla sedang fokus dengan kertas sketsa nya. Sebuah dorongan dalam dirinya mengatakan bahwa ia yakin bisa melakukannya. Sedikit demi sedikit gambar yang ia buat mulai terbentuk.
" Woaaah kau bisa!" teriak Cilla senang saat melihat hasilnya.
" Apa Cil?"
Dari pintu muncul Charles. Dia berjalan menghampiri Cilla, Adiknya itu langsung menunjukkan hasil desainnya. mata Charles berbinar saat melihat itu.
" Good, mari produksi ini Cil?"
" Eh bang tunggu itu belum sempurna. Cilla masih nggak pede."
Lagi dan lagi Cilla merasa tidak merasa percaya diri dengan hasilnya. Ia tentu belum siap jika apa yang dia gambar mulai di buat menjadi sebuah perhiasan.
" Cilla, itu bagus. Selama ini abang nggak tahu jika kamu bisa membuat desain sebagus itu."
" tapi bang, ini lumayan butuh waktu sehari semalam untuk membuatnya. Dan Cilla rasa ini belum layak untuk dibikin."
Charles mendekat ke arah adiknya lalu mengusap kepa Cilla dengan lembut. " Cilla, percaya dirilah. kamu punya bakat disitu maka kembangkan bakatmu."
" Terimakasih bang."
Charles dan Cilla melanjutkan pembahasan mereka mengenai desai yang Cilla buat. Cilla juga menjelaskan mengani detail desai yang dia buat.
Vernon yang hendak mengurus surat kontrak ke bagian HRD melintas di depan ruangan Cilla. Ia penasaran dengan Charles dan Cilla yang tampak serius bicara di dalam. Ia pun berhenti lalau mencuri dengar.
" Sial, dia sudah membuat desai baru. Brengsek, Cilla rupanya dia juga pandai membuat desain. Tidak akan ku biarkan desain itu dikirimkan ke pengrajin mereka. Tidak akan bisa mereka memproduksi produk baru."
Vernon menyeringai. Dia merasa marah saat tahu Cilla bisa membuat desain perhiasan. Baginya, itu akan menjadi saingan. Padahal dia sendiri sudah tidak akan bekerja di WD. Tapi Vernon merasa tidak ada yang lebih baik dalam mendesain perhiasan selain dirinya.
Pria itu tidak jadi ke bagian HRD dan memilih untuk kembali ke ruangannya. Vernon kembali memikirkan cara bagaimana untuk menggagalkan rencana Cilla dan Charles tersebut. Ia berjalan kesana dan kemari untuk membuat cara yang tepat.
" Aku tahu harus apa."
πππ
__ADS_1
Tan, asisten dari Martin menemukan apartemen milik sean. Rupanya dia membuntuti Sean dari WD sehingga menemukan kediaman model tersebut.
Tan tidak mau berlama-lama. Dia segera membunyikan bel apartemen agar bisa cepat mengatakan maksud dan tujuan dari tuannya.
Ting tong
" Maaf apakah benar ini adalah rumah saudara Sean?"
" Benar, ada apa ya?"
" Bolehkan saya masuk. Saya membawa tawaran pekerjaan dari Red Blue Jewelry."
Sean mengerutkan alisnya. Nama perusahaan itu jelas tidka asing bagi telinganya. Sean tahu RBJ adalah saingan dari WD. Lalu, untuk apa orang dari RBJ ini mendatangi dirinya. Dan apa tadi, tawaran pekerjaan? Banyak tanya yang hadir di kepala Sean saat ini.
" Baik silahkan masuk dulu tuan."
Sean meminta Tan masuk dan duduk. Kini keduanya berhadapan. Tan langsung mengeluarkan sebuah berkas dan menyerahkannya kepada Sean.
" Apa ini?" tanya Sean tidak mengerti.
" Perjanjian kerja. Jika Anda setuju maka langsung sign di situ. Dalma berkas tersebut dijelaskan semuanya termasuk gaji yang akan Anda terima."
Sean masih belum jug mengerti. Banyak model bagus di luaran sana. Tapi mengapa RBJ menginginkan dirinya.
βPria itu kemudian membuka dan membaca isi dari surat tersebut. Sebuah nominal fantastis tertera di sana membuat Sean begitu terkejut.
" Bagaimana cukup puas bukan?" ucap Tan ketika melihat ekspresi dari Sean.
" Begini saja, saya akan meninggalkan itu. Saya beri Anda waktu sampai besok pagi. Jika Anda setuju maka datanglah ke RBJ, dan saya harap besok Anda akan datang. Baiklah, baca saja dulu semuanya. Saya akan permisi terlebih dulu."
Sean masih bengong dengan apa yang ada di tangannya saat ini. Bahkan dia tidak mengantarkan Tan keluar apartemen.
" Ini nominal yang sangat banyak. 250 juta. Gilaa. Tunggu aku tidka boleh gegabah. Aku harus membacanya dengan seksama. Lagi pula bukankah aku akan menyusul Agatha ke kota M. Aku harus memikirkan ini dulu."
TBC
__ADS_1