
" Hallo Lidya, apa kamu baik-baik saja di sana. Kapan mau nyusul kami?"
" Kak, aku masih ingin di sini. Beberapa tanaman hias ku sedang laris pembeli. Jadi aku akan di sini untuk sementara waktu. Semoga Kak Pujo dan Sella selalu sehat. Jangan khawatirkan aku."
Lidya jelas berbohong, ia tidak ingin kakaknya itu merasa khawatir atas dirinya. Beberapa bulan ini omset penjualan tanaman hias mulai menurun. Sebenarnya Lidya ingin menyusul kakak dan keponakannya di kampung halaman. Tapi Lidya berpikir, apa yang akan ia kerjakan di sana. Dia lulusan pendidikan bahasa Indonesia. Untuk melamar jadi pengajar di lingkungan kampung halamannya jelas sudah mulai susah.
Usia Lidya yang sudah 30 tahun membuatnya bingung juga. Dan dia yang belum menikah membuatnya urung untuk segera kembali. Ia malas mendengar ucapan para tetangga. Label perawan tua pasti akan segera disematkan kepadanya jika ia kembali pulang.
" Huft, maafkan aku kak. Tapi begini lebih baik. Sella juga sudah berubah. Aku harap semuanya baik-baik saja."
Drtzzz
Sebuah pesan masuk ke ponselnya. Lidya membaca pesan tersebut dnegan seksama. Matanya berbinar saat mengetahui isi dari pesan itu.
< Apakah benar ini adalah Harita Nursery, kami ingin mengajak Anda bekerja sama untuk pembuatan taman di depan gedung kami>
< Iya, betul sekali Tuan/Nyonya. Boleh sekali. Saya akan datang untuk mendiskusikan taman apa yang Anda inginkan> Lidya
< Baiklah, besok saya mengudang anda di gedung William Diamond, alamatnya Jalan Waru no. 455 Kota J, pukul 10.00 pagi>
< Baik Tuan/ Nyonya saya akan datang tepat waktu> Lidya
__ADS_1
Lidya sungguh senang. Saat dia akan menyerah dengan apa yang sedang ia lakukan sekarang tiba-tiba kabar baik hadir. Ia yakin Tuhan masih ingin dia berkecimpung di dunia tumbuhan. Keputusannya untuk menekuni soal tanaman 5 tahun lalu ia yakin tidak akan salah.
" Baiklah, mari terus semangat aku yakin akan ada jalan keluar di balik sebuah kesulitan. Aku belum akan menyerah. Baru 5 tahun, aku sempat berada di atas, jadi saat aku ada di bawah maka aku harus kembali berdiri untuk berjalan ke atas lagi."
Lidya kemudian mengambil portofolio yang akan ia bawa besok. Sungguh, ia begitu bersemangat kali ini.
Di tempat lain tepatnya di gedung William Diamond Benzo sedang berada di ruangan Cilla. Hampir setahun menikah saat ini Cilla tengah mengandung. Usia kehamilan Cilla memasuki usia 5 bulan. Dan lihatlah, CEO MoonDrink itu seperti tidak punya kerjaan. Ya Darius mengikuti Cilla yang sedang bekerja. Benzo dan Charles bahkan berkali-kali membuang nafasnya kasar karena ulah calon bapak tersebut.
" Dar, apakah kau tidak bekerja?" Charles akhirnya tidak tahan juga dengan ulah adik iparnya. Darius benar-benar bucin terhadap Cilla.
" Kerja bang, nih lihat. Aku kerja dari sini sambil nemenin ayang. Takut ayang pengen makan apa gitu, jadi aku standby aja."
Charles menepuk keningnya pelan mendengar jawaban Darius. Satu kata terakhir akhirnya keluar juga dari mulut Darius, " TERSERAH!"
Drtzzzz
Ponsel milik Darius berbunyi. Alisnya berkerut saat mendengarkan pembicaraan orang yang menelpon. " Apa tidak bisa kamu tangani sendiri Ton? Oke, aku akan ke perusahan sekarang."
Sebuah hembusan nafas kasar dilakukan Darius. Ia harus ke MoonDrink untuk menyelesaikan sebuah masalah.
" Sayang, aku harus pergi. Kamu nggak apa-apa kan?" tanya Darius kepada sang istri.
__ADS_1
" Aku nggak apa-apa kak. Pergilah. Jangan terlalu khawatir disini ada Abang dan Bang Ben juga."
Setelah mencium kening dan perut Cilla, Darius berjalan cepat meninggalkan ruangan. Cilla hanya terkekeh geli melihat reaksi Charles dan Benzo.
" Oh ayolah stop melihatku begitu. Oh iya gimana soal taman Bang Ben?"
" Aman, besok orang dari Harita Nursery akan datang memberikan desain taman."
Cilla dan Charles mengangguk. Selama beberapa bulan ini semua berjalan lancar tanpa hambatan. Bahkan perkembangan Ravindra juga bagus. Meskipun terlahir pada usia 7 bulan, tapi putra Charles dan Jani itu berkembang dengan sangat baik dan sehat. Saat ini usia Ravindra memasuki 3 bulan, sungguh sangat menggemaskan membuat Charles tak sabar ingin cepat pulang.
" Cill, baby udah USG? Cowok apa Cewek?" tanya Charles penasaran.
" Udah bang, tapi nggak kelihatan," jawab Cilla.
Saat Charles dan Cilla asik dengan obrolan mereka seputar baby, Benzo memilih untuk mundur. Tidak munafik dia iri melihat kedua bosnya yang semakin bahagia setelah menikah.
Benzo berjalan keluar gedung, ia mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan.
" Kapan, kapan Ya Tuhan saat itu datang padaku. Semua sudah kumiliki. Rumah, mobil, dan tabungan. Tapi istri, kenapa masih Kau sembunyikan. Kapan hilal jodohku ini datang. Aish ... "
TBC
__ADS_1
Bonchap nih ya manteman. Semoga sedikit menghibur. Terimakasih masih mengikuti 🤗