Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Cintaku Perjaka Tua 80


__ADS_3

Seminggu berlalu, Jani dan Charles sudah kembali ke kediaman mereka. Sesampainya di rumah Jani langsung merebahkan tubuh, Charles membiarkan hal tersebut. Ia tahu istrinya itu pasti lelah. Ia berpikir untuk mengambil ART. Semenjak hamil, Jani memang terlihat mudah lelah. Tapi satu hal yang Charles syukuri, Jani tidak mengalami morning sickness seperti wanita hamil muda pada umumnya. Hanya saja banyak sekali makanan yang diinginkan oleh istrinya tersebut.


Charles membereskan semua barang bawaan mereka. Tidak lupa ia mengeluarkan oleh-oleh untuk semua anggota keluarga.


Drtzzzz


Ponsel Charlez berbunyi, ia melihat pada layar pipih itu, rupanya sang adik yang menghubungi. " Hallo dek, ada apa?"


" Ehhmm, bang, abang udah pulang. Cilla mau ngomong. Cilla ke rumah abang ya."


" Udah, abang udah pulang, ya udah sini aja."


Charles merasa ada sesuatu dengan adik satu-satunya yang ia punya itu. Tapi dia tidka mau berspekulasi. Lebih baik ia menunggu Cilla dan mendengarkan apa yang akan dikatakan.


Satu hari sebelumnya.


Tok tok tok


Pintu ruangan Cilla diketuk oleh seseorang. Ia langsung menghentikan pekerjaannya dan langsung meminta orang tersebut masuk. Tanpa ia duga itu adalah pria yang beberapa waktu ini dekat dengannya.


Darius Edmund, pria itu berjalan dari arah pintu dengan setelan jas warna navy. Di tangan kananya membawa sebuket bunga mawar merah muda. Senyum pria itu mengembang, sangat tampan. Itu lah yang dilihat Cilla saat ini. Sejenak Cilla terpana dengan ketampanan wajah Darius tapi kemudian secepat kilat ia menyadarkan dirinya dari makhluk ciptaan Tuhan yang menurutnya begitu sempurna itu.


Garis rahang yang tegas, hidung mancung, mata coklat dan rambut hitam legam itu membuat Cilla benar-benar tidak tahan untuk tidak melihatnya. Terlebih tatapan mata lembut Darius mampun merasuk ke relung hatinya.


" Apa-apa an ini, kenapa dia begitu berbeda hari ini. Ya Allah, jantungku sepertinya tidak aman lagi," batin Cilla.

__ADS_1


Darius terus mendekat hingga ia berdiri tepat di depan meja kerja Cilla. Gadis berhijab itu masih menunduk, ia merasa tidak sanggup jika berlama-lama menatap wajah Darius saat ini.


" La, apa kamu tidak memintaku duduk? Apa kamu sungguh membiarkan ku berdiri sepanjang waktu?"


" Eh, kak, maaf silahkan duduk kak."


Darius bisa melihat kegugupan di wajah gadis yang ada di depannya. Sungguh menggemaskan, begitulah anggapan Darius saat ini.


" Oh iya, ada apa kakak datang kemari?"


Darius langsung memberikan buket bunga mawar tersebut. Cilla menerima dengan ragu.


" Terimalah, itu sengaja ku beli untukmu. Dan ini, aku harap kau juga menerimanya. Ini adalah ungkapan keseriusanku padamu. Cilla Catherine William, maukah kamu menjadi pasangan hidupku?"


Deg


" Jangan bingung La, aku tidak mau kamu buru-buru menjawab. pikirkanlah ini baik-baik baru beri aku jawaban sesuai isi hatimu."


Cilla hanya bisa diam. Lidahnya kelu untuk mengucapkan sepatah kata pun. Dalam pikirannya hanya ada sang abang. ya, dia harus membicarakan ini kepada abangnya segera mungkin.


Hari ini di rumah Charles


Charles mendengarkan semua yang Cilla katakan mengenai Darius. Tidak ada yang terlewat barang sekecil apapun. Charles tidak menunjukkan reaksi yang berlebih. Pada dasarnya dia sudah tahu bahwa CEO MoonDrink itu memang punya rasa ketertarikan dengan adiknya.


" Lalu,apa yang kamu rasakan?"

__ADS_1


" Eh ... ."


Cilla langsung menunduk dalam saat Charles bertanya akan hal itu. Dia bertanya dalam diri tentang isi hatinya.


" Kak La, kalau Kak La udah yakin ya sudah jawab aja iya. Berarti jodoh dari Allah sudah didatangkan untuk kakak. Bagus begitu kak, nggak usah pacar-pacar an. Malah banyak fitnah nanti."


Jani datang dari arah dapur membawakan air minum dan kue untuk adik iparnya. Bisa Jani tangkap Cilla sebenarnya memiliki rasa yang sama dengan Darius, hanya saja mungkin dia masih ragu karena mungkin mereka baru saja kenal. Tapi apa kabarnya dirinya dan suami, semua berjalan begitu cepat dan Jani sungguh bersyukur semua bisa terlewati dengan baik.


" Begini saja dek, minta Darius datang ke rumah. Jika dia memang ingin meminangmu, minta dia datang bersama orang tuanya. Dan berilah jawaban kepadanya saat dia meminta di depan mommy dan daddy. Nanti Abang bantu bicara kepada mom and dad sekalian mau memberikan oleh-oleh."


Cilla mengangguk mengerti ia kemudian langsung pamitan untuk pulang lebih dahulu. Tapi sebelum menyalakan mobilnya, Cilla mengambil ponsel dan menghubungi Darius mengatakan apa yang tadi Charles katakan.


Di seberang sana darus bersorak senang. Albern dan Toni tentu sedikit terkejut dengan ulah darius. Selama ini baru kali ini Darus bersikap ekspresif.


" Ada apa son? mengapa begitu senang?"


" Dad bersiaplah untuk melamar calon menantu daddy. Besok, kita akan ke rumah wanita yang aku sukai untuk meminangnya."


Jika Albern terkejut, Toni malah tersenyum senang. Ia tahu bagaimana Darius patah hati saat waktu itu mencintai Silvya dalam diam. Dan kini, Darius menemukan cintanya. Toni sungguh bersyukur, nasib yang menimpa dirinya tidak dialami oleh Darius.


" Baiklah, mari kita persiapkan yang terbaik. meskipun tidak ada wanita di rumah ini, kita tetap harus bisa membawa seserahan untuk calon menantu yang akan masuk ke rumah ini bukan?"


Ucapan Toni tentu sangat disetujui oleh Darius dan juga Albern. Mereka bersiap untuk membawa seorang ratu ke rumah ini, dan semuanya harus dipersiapkan dengan baik. Bahkan Darius sudah siap membuang semua koleksi anggur dan wine milik Albern, ya itu adalah sebuah cara untuk membuat Albern berhenti mengonsumsi. Selain Albern bersedia untuk berubah, tentu itu juga baik bagi kesehatan Albern yang mulai menurun seiring penyakit yang di deritanya dan pertambahan usia.


" Aku akan menjadikan kamu ratu di rumah ini. Aku akan berusaha membahagiakan kamu sesuai kemampuanku Cilla Catherine William."

__ADS_1


TBC


__ADS_2