
Beberapa hari berlalu, Jani berangsur-angsur pulih. Tangan kananya mulai bisa digerakkan. Kedua orang tua dan kedua mertuanya pun sudah kembali pulang hanya ada Mbok Nah di sana yang memang oleh Charles belum boleh kembali ke kediaman mommy nya.
Pagi ini Charles dan Jani sedang menikmati sarapan bersama. Jujur, Charles merindukan masakan sang istri. Tapi ia tidak mengatakan. Charles tahu Jani belum sembuh betul.
" Oh iya sayang, bagaimana soal kasus itu. Apa yang akan kamu lakukan kepada wanita itu."
Charles menanyakan soal Sella. Ia yang awalnya ingin ikut mengawal kasus tersebut akhirnya urung karena masalah perusahaan. Hari ini bahkan launching produk barunya akan dilaksanakan dan hal itu yang lumayan membuat Charles sibuk beberapa hari ini.
" Awalnya ayah sama Kak Rafi minta ini dibawa ke jalur hukum tapi aku nggak mau. Aku kasihan sebenarnya sama dia. Dia tuh kayak cuma nyari-nyari perhatian. Aku ngerasa dia kayak kurang perhatian gitu. Terus apakah hukuman Sella sudah dikeluarkan dari pihak kampus."
Charles mengusap kepala sang istri dengan lembut. Ia salut kepada Jani yang bisa berpikir dewasa. Jani juga bisa memaafkan Orang yang sudah berbuat buruk kepadanya.
" Bagus keputusan kamu sudah tepat."
Jani tersenyum dan mengangguk kecil. Ia sendiri memang lebih suka jalan damai. Apalagi saat melihat Pujo, ayah dari Sella itu sungguh orang yang baik. Jani tentu tidak tega saat Pujo begitu malu dan pias mengetahui perbuatan putrinya. Bahkan pria paruh baya itu sungguh merasa amat sangat bersalah.
Akan tetapi niat baik Jani tampaknya tidak disambut baik oleh Sella. Dia yang hanya di DO dari kampus merasa tidak terima.
" Sialan, aaah gue masih punya satu hal lagi yang bakal bikin ini ramai. Seorang putri Dwilaga menjadi sugar baby. Berita ini pasti akan viral dan cewek itu akan kena getahnya. Ha ha ha, ini akan jadi balasan yang sempurna."
Sella rupanya tidak juga jera. Tampaknya gadis itu masih belum puas dengan hukuman Drop Out yang dikeluarkan dari Universitas sehingga masih ingin membuat ulah kembali.
Sella yang saat ini berada di kamar dan tengah menghadap laptop mulai mengunggah foto-foto yang dia ambil waktu itu mengenai Jani dan pria yang ia duga sebagi sudar daddy. Sella mengunggah itu di media sosial universitas. Sebuah keterangan ia bubuhkan di foto tersebut agar semua orang tahu mengenai Jani.
__ADS_1
" Jani, salah salah seorang mahasiswa Universitas Nusantara mejadi simpanan om-om kaya. Dan bisa dilihat pada gambar bahwa pria itu bukan hanya satu saja melainkan berganti. Sungguh miris, Mahasiswa dari universitas terkenal dan merupakan salah satu kampus terbaik di negri ini memiliki sisi gelap. Mahasiswanya menjadi seorang sugar baby."
Sella menekan tombol untuk mengunggah foto tersebut. Ia tersenyum puas. Ia jamin setelah foto ini berhasil diunggah akan ramai. Dan benar saja baru berapa menit Foto tersebut sudah mendapat ratusan like dan juga komentar.
" Kan, apa gue bilang. Rame pasti. Nikmatilah Jan, nikmati hari-hari mu yang menyakitkan di kampus. Sekalipun kamu orang kaya, nama mu tetaplah akan buruk. Bahkan semua keluargamu akan kena."
Wanita itu tertawa terbahak-bahak. Ia menutup laptopnya lalau merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Bagi Sella dikeluarkan dari kampus bukanlah hal yang besar. Apalagi dia bisa menjatuhkan Jani saat ini. Gadis yang selalu menjadi saingannya.
Mengetahui bahwa Jani adalah orang yang kaya dan putri satu-satunya dari pemilik kampus membuat Sella marah. Dia tidka terima, mengapa nasib Jani begitu baik. Selama ini dia selalu menganggap Jani cewek miskin, dimana hal itu sungguh diluar ekspektasinya. Jani lebih kaya berkali-kali lipat dari dirinya.
🍀🍀🍀
Semua anggota keluarga Dwilaga tiba-tiba mendapat banyak panggilan akibat unggahan foto yang Sella lakukan. Mereka tentu bingung dengan apa yang terjadi.
" Tenang aja yah bund, kita tinggal klarifikasi aman kok," ucap Andra saat memasuki rumah.
" Haish, bener-bener deh. Baru juga selesai satu masalah udah nambah lagi aja," keluh Aryo.
" Tapi kita harus konfirmasi ini kepada Charles dan Jani juga. mereka waktu itu kan nggak mau pernikahan mereka di ketahui banyak orang," ujar Sekara. Mereka tentu ingat akan hal tersebut. Namun jika sudah begini maka mau tidak mau harus disiarkan agar Fitnah tersebut tidak menyebar dan lebih besar.
Semua mengangguk, saat itu juga Aryo bersama Sekar bergegas ke rumah Charles. Jani masih belum berangkat ke kampus jadi dia berada di rumah.
Jani pun yang saat ini tengah melihat media sosial hanya menggelengkan kepalnya pelan. ia tidak habis pikir dengan orang-orang yang cepat sekali berspekulasi tanpa tahu kebenarannya.
__ADS_1
Ia ingin memberitahu suaminya tapi urung. Hari ini Charles sedang mempersiapkan peluncuran produk barunya nanti malam.
" Haaaah." Jani membuang nafasnya kasar. Ia sungguh kesal sebenarnya tapi Jani enggan membalas semua komentar itu.
Ting tong
Bel pintu rumah Jani berbunyi. Dengan segera Jani berjalan ke arah pintu. Dilihatnya dari monitor ada ayah dan bundanya di depan sana.
" Yah bund, ada apa, jangan-jangan karena unggahan itu," ujar Jani saat dia sudah membuka pintu rumah.
Aryo dan Sekar mengangguk. keduanya langsung masuk dan menuju ke ruang tamu. Bisa Jani lihat wajah ayah dan bundanya begitu khawatir.
" Jan, sepertinya kalian harus mengumumkan pernikahan kalian secepatnya agar fitnah tidak semakin banyak. Ngeri deh kata-kata netijen tuh. Jahat banget."
Sekar bergidik saat mengingat komentar-komentar netizen yang dia baca. Sungguh kata-kata buruk banyak sekali di sana.
" Gimana Jan, setuju kan kalau pernikahan kalian segera disiarkan?"
Jani masih diam tapi sebuah suara berkata dnegan tegas menjawab pertanyaan Aryo.
" Setuju yah, kami akan menyiarkan pernikahan kami malam ini juga."
TBC
__ADS_1