
Warning, ini sedikit gerah. Mon maap ya. :D
...----------------...
Charles yang mendengar berita mengenai sang istri ramai di media sosial itu langsung bergegas untuk pulang. Ia tahu hal tersebut dari sang adik.
" Abang, ini bukannya abang kan. Mereka bilang Jani sugar baby, wanita simpanan om-om," teriak Cilla saat membuka ponselnya melihat keramaian di media sosial.
Charles mengepalkan tangannya erat. Ia pun langsung pulang ke rumah.
" Iya yah, kami akan menyiarkan pernikahan kami malam ini juga saat launching produk baru William Diamond," ucap Charles saat mendengar ayah mertuanya menanyakan kesanggupan Jani untuk mempublikasikan pernikahan mereka saat ia memasuki rumah.
" Apakah yakin malam ini nak Charles?" tanya Aryo memastikan.
" Yakin yah. Sangat yakin dan Charles harap ayah, bunda dan juga semua anggota keluarga Dwilaga hadir di Pandawa Resort and Hotel. Saya akan memakai ballroom hotel milik teman saya untuk mengadakan launching produk baru William Diamond. Dan nanti sekalian saya akan mengumumkan pernikahan kami di depan para awak media."
Aryo mengangguk paham pun dengan Sekar, tapi tampaknya ekspresi wajah Jani tidak memperlihatkan persetujuan di sana. Charles kemudian mengajak Jani berbicara. Ia membawa istrinya itu ke kamar.
" Ada apa sayang, apa kamu tidak setuju?" tanya Charles to the poin kepada sang istri.
" Bukannya aku nggak setuju by, tapi itukan acara perusahaanmu. Apa tidak akan jadi masalah jika pernikahan diumumkan saat itu juga."
Charles sedikit salah fokus dengan perkataan sang istri. Ia mendengar panggilan lain dari istrinya untuknya itu. Biasanya Jani memanggilnya dengan sebutan om, tapi tadi Jani memanggilnya dengan sebutan by yang ia pahami sebagai hubby.
" Sayang, bolehkan mengulang panggilanmu tadi?"
" Eh ... Kok malah itu sih."
__ADS_1
Merasa tidak tahan dengan wajah sang istri yang begitu menggemaskan, Charles langsung meraup bibi Jani. Ciuman yang lembut nan dalam itu dilakukan oleh keduanya. Charles dengan hati-hati menuntun Jani menuju ke tempat tidur.
Perlahan tapi pasti kemeja Jani mulai dilepaskan satu persatu kancingnya oleh Charles. Tangan kekar pria itu mulai mengusap lembut punggung Jani dan meraih pengait braa untuk dilepaskan.
Kini bagian atas Jani sudah tidak berbalut kain. Charles menatap istrinya itu dengan seksama.
" Ini dan ini semua milikku. Apakah boleh, apakah bisa sekarang?" tanya Charles.
Jani mengangguk malu, ia yang ditatap begitu oleh Charles langsung memerah wajahnya. Sedikit malu tentunya karena tubuhnya terekspose. Tapi toh mereka suami istri yang sah bukankah ini jatuhnya ibadah.
Mendapat lampu hijau, Charles membuka kemejanya laku melemparkannya ke sembarang arah. Ia kemudian merebahkan sang istri di atas tempat tidur. Ciuman itu kembali dilakukan. Bukan hanya di bibir kali ini tapi mulai merembet ke leher dan terus kebawah hingga berhenti di sana. Spot favorit yang membuat wanita mengeluarkan suara merdunya.
Dengan pasti, Charles menurunkan pakaian bagian bawah Jani. Semuanya, hingga istrinya itu polos. Charles tersenyum memandangi tubuh istrinya yang tentu indah untuknya.
" Apa kamu siap sayang? Dengan ini maka kamu sepenuhnya milikku. Tidak ada alasan untuk kamu pergi dariku," ucap Charles seraya menciumi setiap inci tubuh Jani. Dimana hal itu membuat desahaan keluar dari bibir mungilnya.
Charles tersenyum, ia pun melepaskan pakaian terakhirnya. Kini keduanya sama-sama polos. Jani sangat terkejut saat melihat benda pusaka milik Charles yang berdiri menjulang itu. Ia kesusahan menelan saliva nya.
" Jangan gugup, rileks saja. Ini akan sedikit sakit tapi setelah itu menjadi nyaman dan enak tentunya."
Jani hanya mengangguk dengan apa yang diucapkan oleh suaminya. Charles mengambil selimut lalu menutupi tubuh polos keduanya. Ia kembali menuju ke atas. Menciumi wajah istrinya dan bersarang dibibir agar Jani merasa lebih santai.
Dirasa sang istri mulai rileks, Charles bersiap memulai menu utama yang sudah lama ia nantikan itu. Ya, ini tentu adalah hal yang tidak mereka berdua sangka. Pernikahan paksaan itu kini menjadi pernikahan yang mereka terima dengan ikhlas dan akhirnya sampai di tahap ini. Tahap dimana ibadah suami istri dilakuakan.
" Akh ... By, ini sedikit."
" Tahan sayang sedikit lagi semuanya akan masuk."
__ADS_1
Charles mencium bibir Jani agar teriakan itu tidak terdengar membahana. Jani bisa merasakan, bagian bawahnya itu terasa penuh saat milik Charles menerobos miliknya. Sebuah rasa hangat dirasakan oleh Charles.
" Terimakasih, aku adalah yang pertama untukmu dan kamu juga yang pertama untukku."
Penyatuan itu akhirnya terjadi. Charles mulai menggerakkan tubuhnya diatas tubuh sang istri. Jani mencengkeram erat seprei diatas tempat tidur. Tapi apa yang dikatakan suaminya itu benar adanya. Tadi memang sakit namun sekarang itu berubah menjadi nyaman dan tentunya enak.
Suara lenguhan dan erangann di kamar sore itu begitu merdu didengar oleh telinga dua anak manusia yang tengah menikmati surganya dunia.
Charles mulai memacu cepat saat ia hendak sampai di puncaknya. Namun terlebih dulu ia menanyakan kepada sang istri apakah sudah sampai juga atau belum. Charles ingin memastikan bahwa istrinya juga menikmati hal tersebut, bukan hanya dirinya saja yang merasakan.
" By, ada sesuatu yang ingin keluar. Rasanya mau meledak," ucap Jani terbata-bata.
" Mari lakukan bersama sayang, aku akan mengeluarkannya di dalam. Apa kamu siap untuk mengandung benihku?"
Jani mengangguk, menerima Charles sebagai suaminya tentu ia sudah siap untuk mengandung buah hati mereka. Charles tersenyum, ia pun melakukannya dengan cepat hingga keduanya benar-benar sampai di puncak bersamaan.
" Sayang terimakasih sudah mau menerima om-om ini yang mungkin bisa dikatakan perjaka tua. Eeh tapi sekarang udah nggak perjaka. I love you baby."
" Terimakasih by, sudah mau menunggu. I love you to om. Cintaku beneran sudah mentok pada perjaka tua."
Keduanya terkekeh. Sore tersebut menjadi sore pertama bagai keduanya menikmati madunya pernikahan. Manis tentunya, dan sore itu menjadi bekal bagi keduanya untuk menghadapi sebuah masalah yang ada di depan mata.
" Apakah siap untuk nanti malam baby?"
" Siap om, aku siap dengan malam ini."
TBC
__ADS_1