Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua

Cintaku, Mentok Di Perjaka Tua
Bonchap 03


__ADS_3

Cilla tersenyum senang saat Benzo datang. Ia sedikit bosan, karena sang suami yang begitu posesif tidak memperbolehkan dia untuk melakukan apapun.


" Seneng banget ketemu aku La," ledek Benzo. Ia tentu paham bagaimana Cilla yang sebenarnya.


" Huift, jangan mulai deh. Eh, ini mbak yang dari HN ya? Perkenalkan aku, Cilla." Cilla mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Lidya.


" Hallo Bu Cilla, iya saya dari HN. Perkenalkan nama saya Lidya Kertajasa. Semoga saya bisa memenuhi keinginan ibu."


 " Panggil saja aku Cilla, aku sepertinya lebih muda dari pada mbak. Biar kita akrab."


Lidya mengangguk, Ia tersenyum senang. Sepertinya apa yang ia khawatirkan tidak terbukti. Dan, apa yang dikatakan oleh Benzo benar adanya. Cilla adalah orang yang menyenangkan.


Hal tersebut terbukti saat mereka berdua berdiskusi mengenai taman yang akan dibuat. Cilla mengutarakan apa yang dia inginkan dan menerima masukan. Saat ia tidak setuju dengan apa yang Lidya kemukakan, maka Cilla akan berkata dengan lembut dan santun. Lidya semakin bersemangat untuk pekerjaannya tersebut.


" Jadi apakah sudah final untuk memilih seperti ini?" tanya Lidya memastikan.


" Yups, itu akan cantik mbak. Kapan mulai bisa dikerjakan?"


" Besok sudah bisa dimulai. Jika tidak ada yang lain, saya pamit undur diri untuk mempersiapkannya apa saja yang dibutuhkan besok."


Cilla setuju, ia mengantarkan Benzo dan Lidya hingga ke depan pintu. Setelah mengucapkan salam, Lidya dan Benzo segera masuk ke mobil.


" Bang, nanti turunkan saja aku di halte bus," ujar Lidya.

__ADS_1


" Laah, nggak bawa kendaraan kah?"


Lidya menggeleng, ia hanya punya pick up. Selama beberapa bulan ini usahanya sedang lesu dan salah satu mobil miliknya sudah ia jual. Hanya tinggal mobil pick up, yang memang itu sangat penting untuknya karena untuk membawa tanaman-tanamannya.


Wanita itu tidak mau bercerita kepada Pujo. ia merasa tidak enak, lagi pula Pujo berada di kampung halaman. Lidya tidak ingin menambah beban pikiran sang kakak.


" Tunjukkan rumahmu, aku akan mengantarmu sampai rumah."


" Tapi ... ."


" Tidak ada penolakan Lidya."


Lidya pasrah, ia tidak lagi bisa menolak dan hanya bisa duduk tenang sambil menunjukkan arah dimana rumahnya berada.


" Silahkan duduk bang, maaf rumahnya sangat berantakan."


" Nggak Lid, ini sangat keren. Bagus, seger, natural, seperti kembali ke alam. Andaikan rumahku bisa dibuat begini."


Lidya hanya tersenyum menanggapi ucapan Benzo. Ia masuk ke dalam rumah, dan tidak berselang lama Lidya keluar dengan membawa nampan yang berisi teh panas beserta kue.


" Diminum bang."


" Waah terimakasih Lid, malah jadi ngerepotin. Oh iya, Lalu besok siapa yang akan mengerjakan taman itu, apakah kamu sendiri atau ada tim?"

__ADS_1


" Ada tim bang, sekitar 2 orang, 3 dengan ku. Mereka adalah orang yang biasa membantuku juga."


Entahlah, apa yang saat ini Benzo rasakan. Tapi dia begitu senang berbicara dengan Lidya. Selama ini dia tidak pernah banyak bicara dengan wanita kecuali Cilla. Dan, Dengan Lidya, ia merasa begitu nyaman. Padahal mereka baru saja kenal. Ini sungguh aneh.


" Enak juga ya begini, saat weekend pagi, ngeteh atau ngopi ditemani camilan dan istri, eeeh. Astaga. Otakmu Ben, eling ben ... eling."


Benzo menggelengkan kepalanya cepat sambil kembali meminum teh buatan Lidya. Sungguh nikmat, andaikan waktu boleh berhenti, Benzo ingin merasakan lebih lama.


Tapi sepertinya itu tidak akan terjadi karena ponsel miliknya berdering. Sebuah panggilan dari Bos besar masuk, membuat Benzo membuang nafasnya kasar.


" Ada apa Bos?"


" Mane aja ente, buruan balik ke WD. Urgent!"


" Siap!"


Benzo menenggak habis teh nya, ia kemudian berpamitan kepada Lidya dan pergi dengan terburu-buru.


" Pria yang lucu," ucap Lidya lirih setelah Benzo melesat pergi dengan mobilnya. Baru kali ini dia bertemu pria yang begitu menyenangkan. Tapi sedetik kemudian wajahnya langsung berubah murung.


" Jangan, jangan lagi jatuh cinta. Hanya kau yang akan sakit sendirian nantinya."


TBC

__ADS_1


__ADS_2