
Prang !!!
Klontang!!!
Barang pecah belah di rumah itu bisa saja habis jika Agatha tidak dihentikan oleh Paundra. Wanita itu sungguh marah dan kesal. Mengapa dirinya bisa hamil. Selama ini dia selalu bermain aman, lalu mengapa kali ini dia bisa kebobolan. Agatha sungguh merasa frustasi, ia mencoba mengingat dengan siapa kir-kira hubungan itu membuahkan hasil seperti sekarang.
" Kak, cukup kak. Percuma juga marah-marah. Nasi udah jadi bubur!" teriak Paundra tepat di telinga Agatha. Pemuda itu bahkan tidak sempat memikirkan rasa patah hatinya ketika mengingat gadis yang ditaksirnya ternyata sudah menjadi milik orang lain. Bukan hanya sebatas kekasih melainkan suami.
Paundra membuang nafasnya kasar. Sepertinya kali ini pun dia harus fokus dengan keluarganya. Tidak sempat lagi mengingat apa yang terjadi tadi di ballroom Pandawa Hotel and Resort. Papa nya jelas tidak lagi punya pekerjaan. Kakaknya, bisa dipastikan karirnya sebagai model akan berakhir jika kabar kehamilan diluar nikah ini terendus media.
" Bangsat! Kau tahu apa bocah ingusan," maki Agatha kepada adik lelakinya itu.
" Aku jelas tahu, setidaknya jaga martabatmu sendiri sebagai seorang wanita. Jangan suka obral. Aku akui aku pria brengsek yang suka memacari wanita. Tapi aku tidak pernah menyentuh wanita lebih dari batasnya, bahkan sampai berhubungan badan? No, big no!"
Agatha seketika terdiam mendengar ucapan Paundra. Tubuhnya yang tadinya menegang itu kita melemah. Wanita itu jatuh lunglai ke lantai.
Lani yang sedari tadi hanya melihat karena takut kini berani mendekat dan menghampiri putrinya. Ia rengkuh tubuh putrinya itu ke dalam pelukannya.
" Aku tidak mau anak ini ma. Dia akan menghalangi karirku," rintih Agatha disela tangisnya dan mencoba memukuli perutnya. Oleh Lani, tangan itu ditahan agar Agatha tidak menyakiti dirinya sendiri.
__ADS_1
" Sudahlah kak. Itu berkah dari Tuhan. Kamu yang salah tapi anakmu itu tidak salah. Siapa ayahnya, biar ku cari dan minta dia untuk tanggung jawab," ucap Paundra tenang.
Agatha mengingat lagi dengan siapa ia berhubungan selama sebulan terakhir ini. Dalam kepalanya hanya ada dua nama, Sean dan Martin. Martin, itu sangat tidak mungkin karena baru dua hari lalu ia melakukannya. Jadi bisa disimpulkan. benih itu milik Sean. tapi Agatha hanya diam. Dia tidak menjawab pertanyaan Paundra.
" Jangan katakan kau sendiri tidak tahu siapa ayahnya. Kau benar-benar keterlaluan Kak Agatha."
Paundra melenggang ke dapur lalu mengambil sebotol air mineral dan menegaknya hingga habis. Dia saat ini tengah berpikir apa yang harus dia lakukan. Bagaimanapun dia adalah anak lelaki satu-satunya di keluarga ini. Maka tanggungjawab keluarga ada di pundaknya sekarang.
Sebuah ide muncul di kepalanya. Paundra pun meletakkan botol air mineral itu di atas meja dapur lalu bergegas ke ruang tengah dimana semua anggota keluarganya berada.
" Ayo kita pindah ke desa kakek. Kita jual rumah dan mobil yang ada di sini. Sisakan satu mobil untuk transportasi. Aku juga akan menjual motorku, Selesaikan semua urusan kak Agatha."
Semua terkejut dengan ide yang dikemukakan oleh Paundra. Terlebih Burhan, ia jelas tidak setuju. Kalau pindah lalu bagaimana dengan kuliah putra bungsunya itu.
" Apa yang mau papa usahakan? Nama papa jelas sudah buruk, beruntung William Diamond tidak membawa kasus ini ke jalur hukum. Aku akan ambil cuti. Jika perlu pindah kampus."
Lani menatap sendu ke arah sang putra. Dia tidak menyangka Paundra bisa berpikir dewasa. Biasanya anak itu selalu manja.
Setelah mengatakan itu semua Paundra langsung pergi ke kamarnya. Ia melepas semua pakaiannya dan menuju ke kamar mandi. Tak lupa Paundra menyalakan shower dan memposisikan tubuhnya dibawah air yang mengalir tersebut.
__ADS_1
" Jan, ternyata kamu sudah bersuami. Haisssh,mana suamimu orang yang sangat kaya. Jika dibanding aku, jelas aku bukan apa-apa. Niat awalku memang buruk untuk mendekatimu. Tapi semakin kesini sungguh aku mulai menyukaimu. Namun, semua akan percuma karena kau sudah milik orang lain secara legal. Sebelum ini berkembang, sebaiknya memang ku kubur dengan dalam."
🍀🍀🍀
Jika Paundra menerima kekalahannya dengan lapang dada maka tidak dengan Drazella atau yang biasa dipanggil Sella. Gadis itu berteriak marah saat melihat beberapa foto Jani di media sosial. Apalagi saat diumumkan bawa Jani adalah istri dari Charles Smith William, semakin kesal saja Sella dibuatnya.
Perbuatannya mengekspose foto Jani dengan seorang pria dewasa yang dikiranya sugar daddy itu ternyata suami sah Jani. Terlebih pria itu memang sangat kaya. Siapa yang tidak mengenal William Diamond, perusahaan berlian yang sudah memiliki 3 counter cabang di tiga negara.
" Brengseeek! Silaaan! Mengapa, mengapa cewek itu hidupnya mulus banget. Mengapa cewek itu memiliki segalanya yang aku inginkan. harta berlimpah, pria tampan nan kaya. Arghhhh!! Apa kurangnya aku. Aku bahkan lebih cantik dari dirinya. Sebelum semua orang di kampus tahu dia putri Aryo Dwilaga jelas aku yang lebih populer. tapi, tapi kenapa dia yang mendapatkan semuanya. Tidak .... aku tidak bia membiarkan ini."
Sepertinya Sella masih tidak terima. Sungguh sudah tidak tertolong tampaknya star syndrom yang dimiliki gadis ini. Dia benar-benar tidak bisa menerima bahwa ada orang lain yang memang melebihi dirinya.
Sella lupa, akibat perbuatannya sang ayah benar-benar mengajukan pengunduran diri dari Universitas Nusantara. ya, Pujo karena malu, merasa bersalah dan sebuah ucapan terimakasihnya kepada Aryo dan Jani karena tidak membawa permasalah ini ke jalur hukum akhirnya memilih untuk berhenti dari pekerjaannya.
Aryo sungguh tidak setuju sebenarnya. Pujo merupakan seorang yang jujur dan pekerja keras. Tapi karena kebaikan hati Aryo malah membuat Pujo semakin tidak pantas untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai dewan komiter di kampus tersebut.
Saat ini pun Pujo tengah mempersiapkan kepindahan mereka ke kampung halaman yang berada di pulau Jatim tepatnya di kota M. Dimana hal tersebut belum diketahui oleh Sella tentunya.
Dan, di kamarnya gadis itu masih memutar otak mencari cara bagaimana bisa membuat Jani jatuh dari posisinya yang saat ini begitu tunggi.
__ADS_1
" Lihat saja, tidak akan aku biarkan kamu tertawa dan tersenyum begitu. Bagaimanapun kamu tidak bisa berada di atas ku. Hanya aku yang boleh jadi pusat perhatian dan bukannya kamu."
TBC