Cowok Misterius

Cowok Misterius
Satu


__ADS_3

Pagi itu salah satu ruangan kelas di SMA DHANISTA terdengar sangat berisik, Bu Rani guru yang mengajar di kelas tersebut belum juga masuk padahal bel sudah berbunyi lima menit yang lalu. 


Salah satu murid perempuan yang duduk di bangku paling depan samping dinding itu memukul meja bersamaan dengan mengangkat bokongnya dari tempat duduknya "LO SERIUS BELL, PEDEKATE AMA BENI, COWOK CUPU KELAS SEBELAH ITU!!" 


Semua siswa dikelas itu yang tadinya membuat keributan, mengalihkan pandangannya ke arah perempuan pemilik suara, yaitu Raisa Elvaretta.


Suasana di kelas itu mendadak hening, semua memfokuskan pandanganya pada Bela, cewek cantik yang paling populer di SMA Dhanista Karena kegenitanya terhadap semua kaum Adam. 


Apakah benar cewek sepopuler Bella pedekate dengan Beni Savian, murid cupu tapi terkenal di kalangan guru karena prestasinya.


Mengulum senyum. Bella menganggukkan kepalanya mensetujui ucapan dari teman sebangkunya itu. Seketika, suasana hening itu berubah menjadi berisik lagi akibat sorakan semua murid dikelas itu yang dilontarkan ke pada Bella "huuu..!!!!"


 Bella menatap satu persatu semua teman sekelasnya itu dengan wajah heran "Eh, lo semua pada kenapa sih?"


Apa salah jika seorang Bella Chalandra pedekate dengan seorang cowok bernama Beni? tentu saja salah. Beni sudah jelas bukan tipe cowok ideal Bella.


Salah satu siswa tertampan di Dhanista, yang duduk di bangku pojok belakang ikut bersuara. "Katanya cewek paling cantik sedunia. Kok pacaran ama cowok, ama cowok yang punya mata empat sih... gak malu tante" 


"HUAHAHAHA..!"


Tawa semua siswa pecah, mendengar cemohan Samuel Xaviero. Ada yang tertawa sambil bersujud dilantai, ada yang memukul-mukul meja. Memang itu lelucon yang paling humoris yang mereka dengar.


Bella memutar kedua matanya, malas. "Lagian gue tuh deketin Beni cuma buat manfaatin dia doang kok,  Beni kan juara kelas dia pasti bisa ngerjain semua pr gue."


Semua sudah menduganya, Bella memang tidak pernah tulus mencintai cowok. Bahkan semua mantan-mantannya bilang menyesal, pernah pacaran dengan Bella.


"Huuuuu!" Lagi-lagi semua murid dikelas itu menyoraki bella, karena sudah kelewatan menggunakan kecantikannya untuk memanfaatkan semua para kaum adam.


"Cewek gak tau diri!"


"bentar lagi kena karma tuh!"


"kalo tuhan murka, terus diambil kecantikannya baru tau rasa!"


Beberapa cemohan sengaja dilontarkan ke Bella. Namun Bella tak ambil pusing, ia memilih diam pura-pura tuli. Bella tak pernah takut teman-temannya menjauh, menghinannya. Yang terpenting untuknya, dia bisa mendapatkan cowok yang dia inginkan dengan mudah.


Ditengah keributan para siswa di kelas itu. Bu Rani tiba-tiba masuk membuat semua isi kelas itu sontak langsung diam, dan kembali ke kursinya masing-masing. Dibelakang bu Rani di ikuti seorang cowok berparas tampan memiliki kulit putih pucat, ia menggenakan seragam Dhanista.


"GANTENGNYA..!!!" Ucap serempak siswi, dikelas itu.


Bu Rani hanya menggeleng kepala, anak jaman sekarang tidak bisa diam kalo lihat yang cakep dikit.


"Anak-anak ibu membawa teman baru untuk kalian, namanya Aldo Altair." Bu Rani menoleh kearah Aldo. "Nah Aldo, kamu duduk di sebel.." 


"Sebelah Bella aja bu!" Berdiri, memotong ucapan guru didepannya. Bella menoleh, menatap Raisa tajam. "Sa kayanya lo harus pindah tempat duduk, deh."


Lagi-lagi sorakan semua siswa yang dilontarkan untuk Bella, menggema diruang itu. "huuu!"

__ADS_1


"Cewek gak punya malu!"


"Tau tuh!"


"Sudah cukup anak-anak!" Bu Rani menatap Bella tajam. "Bela kembali duduk!"


Jengkel dengan semua teman sekelasnya. Bella kembali duduk, menuruti perintah gurunya.


Bu Rani kembali terseyum pada siswa disampingnya. "Aldo, kamu duduk di sebelah samuel ya."


Aldo berjalan menuju bangku yang ditunjuk bu Rani barusan. Meletakkan tasnya diatas meja, lalu dia duduk.


"Sekian lama.. gue duduk sendiri, akhirnya bu Rani ngasih teman sebangku buat gue." samuel terkekeh pelan.  


Sejak kelas sepuluh, murid dikelas ini jumlahnya memang ganjil. Jadi Samuel terpaksa duduk sendiri.


"Al kenalin, gua Darel" ucap darel yang bangkunya di belakang samuel. ia mengulurkan tangan mengajak bersalaman.


Aldo membalasnya untuk menjabat tangan Darel "Aldo."


"Kalo gue Nando cowok tertampan di sekolah ini." Kini giliran Nando memperkenalkan dirinya kepada siswa baru yang duduk didepan mejanya itu. Dengan percaya diri, Nando mengulurkan tangannya ke Aldo.


Sebelum tangan Aldo menjabat tangan Nando, dengan cepat Darel menepis tangan Nando. " Jangan mau bersentuhan sama Nando, Al. Entar lo gatelan, Nando jarang mandi, cuma setahun sekali."


"Enak aja, orang ganteng dibilang jarang mandi!" Protes Nando tak terima.


Darel memalingkan wajahnya. Menjulurkan lidah, hendak muntah. Dilihat dari segi manapun, dirinya jauh lebih tampan, jika dibandingkan teman sebangkunya itu.


"Do rambut kribo lo ketawa tuh." Samuel menujuk rambut Nando dengan dagunya.


Nando hanya mencebik, tak percaya. Sejak kapan rambut bisa tertawa?


*****


Setelah bel istirahat berbunyi. Samuel, Aldo, Darel, dan Nando duduk di bangku kantin. Dihadapannya sudah terhidang makanan yang mereka pesan.


Mungkin Aldo sudah mulai akrab dengan tiga manusia itu, dibandingkan teman sekelasnya yang lain, Samuel dan dua temannya itu, lebih asyik.


"Kalian bisa bantu gue gak" Tanya Aldo disela makannya.


"hem lo malo..nutuh antuan..emm.. ilang mekita aja" Jawab Nando dengan mulut yang masih penuh makanan.


"Eh sarang burung! kalo mau ngomong tuh ditelen dulu!" Samuel mendesis. Nando tak menghiraukan. "Gak enak banget gue dengernya."


"Emang lo mau minta bantuan apa sih al?" Melirik Aldo sesaat. Darel melahap makanannya kembali.


"Rumah gue jauh, jadi sementara gue mau sewa rumah." jawab Aldo datar.

__ADS_1


"Gue, Darel sama Nando tuh nyewa rumah, ya emang sih gak terlalu besar tapi cukup kok kalo buat kita berempat." Samuel meletakkan sendoknya pada piring dihadapannya. Menghadapa kearah Aldo. "Kamarnya ada dua Darel sama Nando sekamar, Kalo lo mau. Lo Boleh Kok sekamar sama gue, gimana?"


Aldo berpikir sejenak lalu ia menganggukan kepalanya "Oke."


"WOY...!!" 


Samuel, Darel dan Nando terperanjat. Samuel yang tadinya ingin menyuapkan makanan kemulutnya jadi tertunda. Sedangkan Nando menyemburkan makanan yang tadinya memenuhi mulutnya.


"Ih do jorok banget sih lo!" Darel bergidik jijik, lalu menggeser duduknya yang tadinya lebih dekat dengan Nando.


"Eh Annabell kembaran kuntilanak! lo ngapain sih.. ngagetin aja, untung Nando gak punya riwayat penyakit jantung!" Bentak Samuel. Menatap Bella dengan sorot geram.


"Enak aja bilang gue kuntilanak! orang gue CANNTIKK kaya gini kok." Bella mengibaskan rambut panjangnya kewajah samuel saat berucap kata cantik. Samuel mengusap wajahnya beberapa kali dengan tangan karena geli. 


Kini pandangan Bella mengarah pada Aldo. "Oh ya Aldo kenalin gue Bella, satu-satunya cewek tercantik yang lo pernah liat di dunia ini."


Bella mengulurkan tanganya ke arah Aldo, namun tangan Bella segera disambut oleh Nando. Seketika Bella langsung menarik tangannya dengan paksa dari genggaman Nando. "NANDOO..!!!"


Samuel yang berjarak lebih dekat dengan bella, rasanya gendang telingannya ingin pecah.


Nando tersenyum. "iya ca.."


"be." Potong samuel.


Bella melotot kearah Samuel, tak terima. "Lo bilang apa."


Samuel memiringkan kepalanya, sok berpikir. "Perasaan yang bilang tadi Nando deh, kok lo marah ke gue?"


Kini mata Bella yang sudah berkobar mengarah ke Nando.


Nando tergagap. Ia tak suka dengan tatapan Bella saat ini. "Ta-tadi gue cuma ma-mau ngomong can-can can.."


"cut." Sambung Darel.


what! cancut? mata Bella melotot nyaris keluar, membuat Nando semakin sedikit gugup.


"Cantik maksud gue." Akhirnya kalimat itu lolos juga dari bibir Nando.


Terkekeh. Samuel menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Aldo, Berbisik."Al kita pergi aja kali ya, sebelum petir menyambar kita."


Darel yang melihat dua temannya pergi, segera menarik tangan Nando dan mengikuti kedua temanya meninggalkan Bella begitu saja.


"WOY!KALIAN MAU KEMANA...!"


Teriakan Bela membuat semua murid di kantin itu menatapnya bingung.


Like and Comment cerita pertama saya😘

__ADS_1


salam dari Author kece abess😉


__ADS_2