
Bella duduk di jok Belakang, sedangkan Raisa dan Loli duduk di jok depan. Mobil berwarna merah yang mereka tumpangi, terus menyusuri jalanan yang masih ramai itu.
Asyik bertukar informasi dengan kedua temannya. Bella mengambil telponnya yang tiba-tiba bergetar. Melihat nama pengirim pesan itu, Bella mendengus kesal.
Setelah membaca pesan dari Beni. Bella kembali lagi pada pembicaraan dengan kedua temannya. Baginya pesan Beni tidak penting, untuk apa Beni menyuruh Bella menolongnya?
Ponsel Bella bergetar lagi. Kali ini Bella sedikit tertarik dengan isi pesan dari Beni, karena Beni menyangkutkan nama Aldo. Tapi yang lebih membuat Bella penasaran "Beni tau rahasia Aldo, Rahasia apa?"
Raisa menoleh. Loli masih fokus menyetir.
Raisa menatap Bella bingung. "Kenapa Bel?"
"Beni aneh deh. Pertama dia ngirim chat, minta tolong gitu."Bella menatap manik Raisa. "Chat kedua dia bilang, dia tau rahasia Aldo."
"Mungkin cuma alasan Beni aja, biar dapat perhatian dari lo," Loli cekikikan.
Ada benarnya juga ucapan Loli. Bella teringat kejadian siang tadi, Beni mendorong Bella gara-gara mau ciuman dengan Aldo.
"Coba lo telpon aja deh, siapa tau Beni beneran tau rahasia Aldo." Selama ini Aldo memang penuh misteri. Raisa yakin Aldo banyak menyimpan sejuta Rahasia.
Mensetujui saran dari temannya. Bella segera menghubungi Beni. Tak lama, Beni menjawab panggilan Bella.
"Ha-halo Bel"
Mengerutkan keningnya. Dari nada suara Beni yang sangat pelan, nyaris tak terdengar. Bella bisa tau, Beni sedang ketakutan. Tapi kenapa?.
"Eh cupu, lo tau apa tentang Aldo?"
"Bel.."
Sunyi. Beni tak melanjutkan kalimatnya. Bella semakin penasaran. Apa yang terjadi dengan Beni sekarang.
"Beni, Jawab dong. Kalo diem aja gu.."
"Aaaaa!!"
Bella melempar telponnya kesembarang arah. Kenapa Beni memekik?
"Kenapa Bel?" Raisa khawatir, melihat ekspresi Bella saat ini.
Bella menggeleng cepat. Menatap Loli yang masih mengemudi. "Li, puter balik! Kita kesekolahan lagi."
Tanpa protes. Loli memutar balik mobil yang ia jalankan.
"Gue gak tau Beni kenapa. Beni kaya ketakutan gitu, entah cuma pura-pura atau emang bener ketakutan," Bella panik. Walau ia sedang kesal dengan Beni, tapi ia tetap khawatir.
Untung saja mobil mereka belum terlalu jauh dari gedung sekolah, jadi tak perlu memerlukan waktu lama untuk sampai ditujuan.
__ADS_1
Tiga cewek itu keluar dari mobil. Maniknya menangkap beberapa siswa yang belum pulang. Anehnya, mereka semua berkumpul dihalaman depan sekolah, seperti menyaksikan sesuatu. Tapi apa?
Serempak melangkah, menghampiri kerumuhan anak-anak DHANISTA. Suara sirine mobil polisi menghentikan tiga cewek itu.
Bella semakin bingung dengan kedatangan polisi disekolahannya. Kematian Amira sudah diselesaikan beberapa hari yang lalu, Lalu sekarang apa?
Keluar dari mobil. Beberapa polisi berlari menuju kerumuhan siswa. Salah satu polisi membawa kantung mayat.
Semua siswa yang membuat kerumuhan, memberi jalan untuk para polisi.
Bella dan kedua temannya serempak membelalak. Kini terlihat jelas apa yang membuat anak-anak itu berkumpul.
Bella menutup mulutnya yang menganga lebar. Raisa masih tertegun. Sedangkan Loli tak berani melihat, ia menutup mata dengan tangannya.
"Be-Beni!" Bisik Bella tak percaya.
Tubuh Beni tergeletak dihalaman itu. Sebagian tubuhnya hancur, tangan kanannya patah. Darah segar mengalir dari kepalanya, otaknya hampir keluar. Kemeja putihnya, kini sempurna berwarna merah.
Mual, melihat jasad Beni. Salah satu siswi berlari menjauh. Berpapasan dengan Bella.
"Tunggu!" Bella menghentikan langkah cewek yang hendak melaluinya. "Si Be-Beni kenapa?"
"Tadi sebagian anak masih ngumpul di halaman." Cewek itu masih menenangkan dirinya yang masih ingin muntah. "Mereka gak liat, tiba-tiba aja Kak Beni jatuh dari atap gedung."
"Beni bunuh diri!" ucap Raisa setengah teriak.
Mengangguk. Karena tidak bisa menahan mualnya lagi, cewek itu berlari pergi meninggalkan tiga senior yang menanyainya.
"Bel, apa Beni bunuh diri gara-gara.." Raisa menatap Bella. "Lo pacaran sama Aldo."
"Apa jangan-jangan Beni bunuh diri, gara-gara takut sama Aldo." Tebak Loli. Dua sahabatnya menatapnya tak paham. "Kan, Beni tau rahasia Aldo."
"Gak mungkin lah, cuma karena tau rahasia orang sampe bunuh diri." Raisa menatap jasad Beni yang sudah diangkat polisi. "Sebesar apa sih Rahasia Aldo?"
Tubuh Bella gemetar, takut. Beni meminta tolong dengannya tapi Bella tak menolongnya. Dan mungkin Benar yang diucapkan Raisa. Beni bunuh diri akibat Bella.
Menggeleng cepat, menepis semua pemikiran buruk tentang kematian Beni. Bella berlari meninggalkan kedua temannya yang masih diam ditempat.
Terus berlari. Tak menghiraukan panggilan dari kedua temannya. Bella menghentikan sebuah taxi, yang kebetulan lewat tak jauh dihadapannya.
Taxi melaju, menyusuri jalanan sesuai arahan Bella.
Sampai ditempat tujuan, Bella turun dari taxi. Mengetuk pintu utama rumah tujuan Bella.
Pintu terbuka. Bella menatap tajam manik cowok dihadapannya. "Kenapa sih kalo gue kesini, lo terus yang bukain pintu."
Samuel mendesis. "Masih untung gue bukain, kalo gak ada gue, pintu ini gak bakalan buka sendiri."
__ADS_1
Bella memutar kedua matanya. Setiap mendengar kalimat dari Samuel, kepalanya selalu berdenyut. "Yaudah, mana Aldo!"
Samuel berdecak. Selalu saja tujuannya mencari Aldo. "Lo gak bisa apa, sekali-kali nyariin Nando?"
"GUE MAU KETEMU ALDO!" Teriak Bella, membuat cowok didepannya menutup telingannya.
"Kenapa?"
Samue dan Bella serempak menatap cowok dibelakang Samuel.
"Aldo!" Bella menghirup nafas dalam. Memberanikan diri bertanya. Aldo sudah berdiri dihadapannya, Samuel menyisi di samping Aldo. "Lo tau, apa penyebab Beni bunuh diri?"
Samuel tertegun. Aldo hanya menatap Bella dingin.
"Beni bunuh diri!" ucap Samuel setengah teriak.
Nando dan Darel tiba-tiba ikut keluar menemuai Samuel.
"Sam, Beni bunuh diri nih." Darel memperlihatkan layar ponselnya pada Samuel.
"Telat lo Samuel sama Aldo udah gue beri tau!" Sahut Bella. Menatap Aldo takut. "Tadi sebelum Beni bunuh diri, dia ngirim chat ke gue, minta tolong karena dia tau rahasia lo."
"Rahasia," Samuel, Darel dan Nando serempak membeo.
Aldo tersenyum miring. Mempertipis jarak wajahnya dan wajah Bella. Berbisik. "Iya, Beni tau semuanya tentang gue."
Tertegun. Menatap kekasihnya tak percaya. "Lo gak cerita rahasia lo ke gue!"
Gue akan ceritain semuannya, tapi siap-siap aja senasib dengan Beni. Mencekal lengan Bella, Aldo berucap datar. "Gue akan ceritain semuanya."
"Lo beneran mau nyeritain semuanya ke gue?" Bella memastikan.
Aldo mengangguk. "Tapi bukan sekarang."
Bella kecewa, Sebesar itukah rahasia yang disimpan Aldo, sampai ia tutup rapat, lalu.."Lo tau penyebab Beni bunuh diri.
hening.
Aldo diam. Ia sadar dirinya jahat, tapi ia tak pernah berucap bohong pada manusia. "Iya."
Bella menganga tak percaya. "Apa penyebabnya?"
"Dia takut."
"Takut apa?" Bella menyipitkan pandangannya.
"Gue gak tau, dia takut apa."
__ADS_1
Ditunggu Like and Comment,
Bantu beri semangat Author ya..