
Pagi ini halaman depan SMA DHANISTA ramai. Siswa-siswi yang baru datang tidak langsung masuk kekelas, tapi malah berkumpul dihalaman depan, mengitari garis polisi tempat jasad Amira ditemukan. Mereka bertukar informasi apa penyebab Amira bunuh diri. Walaupun beberapa guru dan ketua osis sudah melarang, tetap saja ada beberapa anak yang keras kepala. Termasuk Bella.
"Duh Bel, Kekelas yuk ngapain sih lo ikut-ikutan kepo?" Raisa menarik tangan Bella dari kerumuhan anak-anak lainnya.
"Ih, Sa kalo lo mau kekelas, kekelas aja duluan, gue masih penasaran nih!"
Sepertinya percuma Raisa membujuk Bella. Teman yang satunya ini terlalu keras kepala. Ia melepaskan tangan Bella kasar. "Yaudah seterah lo, gue kekelas duluan. Percuma ikut kumpul-kumpul disini bukannya dapet informasi yang akurat, malah dapet bau keringat, kepanasan!"
Raisa melengos lalu pergi. Bella tak mempedulikan, dia sibuk mendengarkan berita dari para cewek-cewek tukang gosip.
"Gue yakin tuh anak gak sanggup sama pelajaran disekolah ini."
"Depresi !."
"Atau hamil diluar nikah terus si cowok gak tanggung jawab."
"Gue denger-denger dia anak baik, anggota osis lho."
Bella lebih mendekat. Berita dari anak-anak itu terdengar menarik untuk dibahas. Tapi ia mengurungkan niatnya, saat maniknya menatap Aldo berjalan dikoridor bersama tiga temannya. Ia meninggalkan kerumuhan itu.
Berlari ditengah lapangan. Bella teriak menarik perhatian beberapa anak. "ALDO!!!"
Menoleh. Empat sekawan itu berhenti melangkah.
Samuel terkekeh. "Al, siap-siap kuntilanak datang."
"Aldo." Bella langsung bergelayut manya dilengan Aldo. "Ke kelas bareng, yuk."
Samuel masih terkekeh. "Al, seharusnya waktu alaram bunyi tadi, lo lari."
Bella menatap Samuel tak paham. "Kapan alaram bunyi, gue gak denger apa-apa tuh."
Darel menghela nafas. Memasukan satu tangannya di saku celana. "Masa lo gak dengar, alaramnya aja dari mulut lo sendiri."
Samuel dan Darel tertawa keras.
Bella memutar matanya malas. Samuel dan Darel selalu saja begitu. Ia menatap Nando yang masih diam. "Do, Kenapa lo?"
Nando menautkan alisnya. Tumben Bella tanya keadaanya. "Bel, gue udah punya gebetan baru, jadi lo gak perlulah tebar pesona sok peduli gitu. Gue udah restuin lo sama Aldo."
Bella tertawa renyah. Aldo menatapnya dingin.
Ternyata cewek ini lebih receh selera humornya. Gumam Aldo dalam hati.
"Al, coba lo lihat." Samuel menunjuk Bella dengan dagunya. "Cewek sebelah lo tuh, pakunya udah kecabut mungkin?"
"SAMUEL!" Teriak Bella membuat Tiga cowok itu menutup telinga, kecuali Aldo. "Lo kira gue apa?"
"Kuntilanak!" Jawab Samuel santai.
Bella menarik nafas. Melepaskan rangkulannya pada lengan Aldo. Bersiap memukul Samuel dengan tas maronnya.
Samuel menghalangi wajahnya dengan tangan. Bella yang hendak melayangkan tasnya pada Samuel terhenti, saat lengannya ditahan Aldo.
Bella menoleh. Menatap Aldo bingung. kenapa?
__ADS_1
"Gak usah." Nada Aldo masih sama, datar.
Bella menghembuskan nafasnya pelan. Tersenyum manis pada Aldo. "Iya."
Samuel bernafas lega. Bella tak jadi memukulnya.
"Gue heran sama lo," Samuel menatap Bella jenaka. Bella menatapnya marah. "Lo itu kuntilanak, atau ular cobra."
"Lah, kenapa Sam?" Darel bertanya serius.
"Bisa jinak gitu sama pawangnya."
Samuel dan Darel kembali tertawa. Nando masih diam, baginya ini tidak lucu.
"Yaudah kita kekelas." putus Aldo membuat dua sahabatnya menghentikan tawanya.
Aldo melepaskan tangan Bella. Mulai melangkah dan tiga diikuti temannya.
"Al." Panggil Bella, menghentikan langkah Aldo.
Aldo menoleh. Menatap Bella yang masih diam ditempat.
Bella menelan ludah. Aldo tetap menatapnya dingin, tiga temannya menatapnya bingung. Menarik nafas dalam. "Kita pacaran yuk!"
Samuel dan Darel Terduduk dilantai koridor. Tertawa keras sampai menangis.
Nando menunduk. Padahal ia sudah menemukan peganti Bella, tapi entah kenapa masih terasa perih dihatinya mendengar ucapan Bella.
"Rel, gue gak salah dengar kan?" Samuel masih tertawa. Ia tak sanggup berdiri karena tawanya.
Kapan bisa gue bunuh mereka. Aldo sudah mulai jengkel dengan tawa kedua temannya.
Kedua tangan Bella sudah mengepal. Menahan nafas. Jika Samuel dan Darel itu perempuan, Bella pastikan mereka sudah mati ditangan Bella.
"Bel," Aldo menatap Bella yang juga menatapnya. Samuel dan Darel menghentikan tawanya. "iya."
Samuel dan Darel termangau. Nando mendongak menatap Aldo tak percaya.
"iya, iya kita pacaran?" Bella memastikan.
Aldo mengangguk mensetujui ucapan Bella. Bella meloncat kegirangan, seperti anak kecil yang baru mendapatkan permen. Aldo melenggang pergi.
"tuh kan, Aldo juga suka sama gue," Bella mencebik. Melengos, lalu pergi meninggalkan tiga cowok yang masih mematung.
*****
Loli menggaruk kepalanya yang tak gatal. Menatap bangku Bella yang masih kosong. Dua menit lagi pelajaran pertama mulai. "Bella mana?"
Menoleh. Raisa menatap Loli, lalu bangku Bella. "Diluar."
"Dia mau bolos?"
Raisa berpikir. Apa Bella akan bolos demi mendapatkan informasi tentang kematian Amira. "mungkin iya."
Tak lama Bella memasuki kelas dengan merangkul erat tangan Aldo. Menyita semua perhatian anak-anak di dalam kelas.
__ADS_1
Bella melepas rangkulannya dari lengan Aldo. "Nanti kita kekantin bareng ya."
Aldo tak menjawab. Melangkah pergi ke bangkunya.
Semua siswi menahan tawa. Bella dicuekin. Tapi tak masalah bagi Bella. Dia tetap menyunggingkan senyuman.
"Apa yang lo dapat dari luar, fakta atau hoax?" Raisa menatap Bella malas.
Bella tersenyum lebar. "Fakta dong, karena ini terjadi sama gue sendiri."
"Maksud, lo?" Raisa menatap Bella curiga. "Lo yang bunuh Amira."
"Ih, amit-amit. Lo pikir gue psycho!" Teriak Bella. Tak terima tuduhan Raisa yang asal-asalan.
Satu alis Raisa terangkat. "terus apa?"
Bella tersenyum malu. "gue...udah jadian sama Aldo."
"LO PACARAN SAMA ALDO!"
Teriak Raisa membuat semua anak kaget sekaligus tak percaya.
"Bella pacaran sama Aldo?" tanya salah satu cewek, memastikan kebenaran ucapan Raisa.
"Iya, kenapa?" Sahut Bella percaya diri. Semua siswi masih menganga tak percaya.
Bella berdiri menghadap semua anak yang ada di kelas itu.
"Mulai hari ini, buat kalian para cewek-cewek kegatelan yang sok cantik." Bella melirik Vera. Ia tersenyum sinis. "Gak usah lagi deh, repot-repot cari cara buat deketin Aldo. Kalian itu gak mungkin bisa dapetin Aldo, karena Aldo udah jadi milik gue!"
Semua siswi menatap Bella sinis. Bella selalu saja seperti ini, Sombong dan selalu bisa ngambil hati cowok. Mereka iri dengan Bella, kali ini Bella juga berhasil dapetin Aldo, salah satu cowok tampan di SMA DHANISTA, yang banyak diincar para perempuan.
Cewek bernama Felin masih tak percaya, ia menoleh pada Aldo. "Al, lo beneran pacaran sama Bella? Cewek paling genit di SMA DHANISTA?"
"Lin, Lo masih gak mau terima kenyataan, kalo gue sama Aldo itu bener-bener pacaran?" Protes Bella jengkel dengan teman sekelasnya itu.
Vera membela Felin. "Bel, Lo diam aja deh. Kami pengen penjelasan dari Aldo, bisa ajakan lo tuh main drama lagi."
Bella berdecak. Kali ini ia diam. Menatap Aldo yang juga menatapnya.
Hening. Semua anak fokus pada Aldo yang masih diam.
Aldo melirik sekilas teman sekelasnya yang menatapnya penuh penasaran. Menatap Bella yang terlalu percaya akan jawabanya. "Hmm"
"Maksudnya?" tanya mereka serempak.
"gue sama Bella, udah jadian."
"WHAT!"
*****
Author selalu ngingatin kalian yang udah baca jangan lupa Like and Comment.
Author berterima kasih banget buat kalian yang udah memberi semangat untuk author. Khamsamidha....Saranghae
__ADS_1
hehehe...