
"GUE GAK TAU RAHASIA ALDO!" Menggeberak meja kantin dihadapannya. Bella jengah dengan Samuel dan Raisa yang terus mendesaknya, bahkan Bella juga tidak paham kenapa tiba-tiba mereka memberi pertanyaan seperti itu. "Kalian kan tau, kita bareng-bareng cari tau rahasia Aldo. Kalo kalian aja belum tau, berarti gue juga belum tau!"
"Kalo lo tetap gak mau cerita, gue semakin penasaran sama Aldo, Bel. Apa sih yang di rahasiain Aldo?" Samuel menyipitkan pandangannya pada Bella. "Sampai lo juga ikut tutup mulut, gak berbagi informasi sama Raisa yang notabenya adalah sahabat lo sendiri."
Raisa mengangguk mensetujui ucapan Samuel.
Muak. Harus bagaimana lagi cara Bella menyakinkan Samuel dan Raisa? Kenapa mereka tak mempercayai ucapanya? Apa karena Bella pacar Aldo? Tidak. Bahkan satupun rahasia tentang Aldo, Bella tak tau. "Sumpah gue gak tau tentang Aldo. Please.... believe me!"
"Udah deh annabell, gak usah pura-pura sok gak tau!"
"Gue beneran gak tau sam."
"Bohong lo kelewatan annabell."
"Please Bell, jujur aja!" Raisa tak mengerti, kenapa Bella secinta itu dengan Aldo? Bella tetap kukuh berdiri dipihak Aldo. "Jangan karena pacar, lo jadi ngorbanin persahabatan kita Bel. Lo lebih milih menjaga kepercayaan Aldo, dan hianatin kepercayaan gue dan Loli."
"Kenapa sih lo, Sa?" Bella depresi. Kenapa semuanya tak percaya dengan ucapannya. Bingung, harus bagaimana lagi Bella menyakinkan Raisa dan Samuel. Bella menjambaki rambutnya sendiri. "Bisa gila gue, gara-gara lo berdua."
Samuel mempertipis jaraknya dengan Raisa, Berbisik. "Lo yakin dia beneran tau rahasia Aldo? Kalo gue sih gak yakin."
Raisa menatap Samuel. Sebenarnya dirinya juga bingung, kenapa tingkah Bella sekarang dibandingkan malam tadi berbeda? Seolah-olah, malam tadi Bella tau rahasia Aldo dan sekarang Bella sama sekali tidak tau, Aneh. "Lo gak amesia kan Bel?"
Berhenti menjambaki rambutnya. Bella mendengus kesal, Nyaris melangkah pergi. Raisa menahannya.
"Kemana?"
"Mau cari anak indigo!" Bella pun melenggang pergi begitu saja.
Kakinya terus melangkah gontai di sepanjang koridor sekolah. Bel tanda pelajaran akan segera dimulai, berbunyi. Semua anak Dhanista, bergegas memasuki kelasnya masing-masing. Bella menghentikan langkahnya tepat didepan perpustakaan.
Di tempat inilah Bella mulai mencurigai Aldo. Berbicara sendiri dalam perpus saat jam pelajaran. Pasti ada yang disembunyikan Aldo darinya, tapi apa?
Raisa bilang, tadi malam Bella mengatakan bahwa Aldo memberi tau rahasiannya pada Bella. Anehnya, kenapa sekarang Bella tak ingat?
"Semua anak indigo pasti tau rahasia kak Aldo."
Ucapan Abila kemarin, membuat Bella semakin ingin tau banyak tentang Aldo. Tapi anehnya.... "Kenapa semua anak indigo bisa tau rahasia Aldo?"
"Bukannya anak indigo itu bisa lihat hantu? Kenapa sekarang berubah bisa lihat rahasia orang? aneh. Berarti Beni itu indigo juga gitu? tapi gue gak pernah lihat anak indigo pakek kaca mata." Bella menggeleng. "Gak usah pikirin yang udah mati. Dan sekarang gue harus cari anak indigo yang masih hidup!"
*****
Jam pelajaran selesai. Tanpa memberi tau Raisa dan Loli, Bella mencari anak indigo sendiri. Entah bagaimana caranya menemukan indigo. Jika meminta bantuan Raisa dan Loli pasti mereka tidak mau percaya lagi pada Bella.
Melihat Bella keluar kelas tanpa dua temannya, tentu Aldo tau tujuan Bella saat ini.
"Al, kantin!" Ajak Samuel, yang hanya dibalas gelengan oleh Aldo. "Yaudah gue kekantin."
Samuel pergi di ikuti Darel dan Nando. Tak lama Raisa dan Loli juga keluar kelas. Beberapa siswa juga sudah pergi, kini hanya Aldo yang masih berada dalam kelas itu.
__ADS_1
"Bella mau cari anak indigo."
Aldo melirik Dio yang sudak berada disampingnya, lalu kembali meluruskan pandangannya. "Mana Andra dan Ruka."
"Andra lagi pacaran sama kuntilanak penunggu pohon belakang sekolah. Kalo Ruka..." Dio meringis, Aldo menatapnya dingin. "Ngikutin Bella."
Aldo menghela nafas kasar. Ternyata Ruka belum juga berhenti mengganggu Bella. "Suruh Ruka cari anak indigo di sekolah ini!"
Dio mengangguk, lalu menghilang bagai uap.
Jika Bella terus berusaha seperti ini, Aldo yakin Bella akan cepat mengetahui rahasianya. Mungkin sebaiknya Aldo harus segera menemukan Manusia bernama Toni itu, membalaskan dendamnya lalu pergi dari kehidupan manusia.
Sedangkan tak jauh dari ruang kelas sebelas IPB3, Bella menghentikan langkahnya. Alisa, cewek cupu itu pasti tau rahasia Aldo. "Tapi kenapa Alisa gak mati? Abila sama Beni bunuh diri setelah tau rahasia Aldo. Gak adil, seharusnya dia juga mati!"
Lalu dari mana Alisa tau rahasia Aldo? apa Alisa juga indigo? Lagi-lagi kepala Bella berdenyut sakit. Semua ini membuat Bella pusing. Kenapa banyak teka-teki sesulit ini untuk menemukan informasi tentang Aldo?
Bella menutup maniknya, menenangkan pikirannya sesaat.
"Lo tau nama lengkap Alisa?"
Manik Bella terbuka kembali. Kenapa Bella bisa lupa, jika Aldo pernah menanyakan nama lengkap Alisa. Mungkin nama Alisa ada kaitanya dengan rahasia Aldo.
Melangkah menuju kelas Sebelas IPB3. Demi menghilangkan rasa penasarannya pada Aldo. Bella rela harus kembali melihat wajah cewek berponi, yang selalu membuatnya muak.
Tepat. Bella sampai didepan kelas saat Alisa keluar. Senyuman miring itu kembali terukir dibibir Bella.
"Cewek cupu." Bella menarik dagu Alisa, memaksanya untuk menatap maniknya. "Lo takut sama gue?"
Alisa tak menjawab. Bella melepaskan dagunya kasar. Alisa kembali tertunduk, meremas jari-jarinya.
"Bagus deh, kalo lo takut sama gue." Bella tersenyum puas. Ia lebih suka mempunyai musuh yang lemah, seperti Alisa dari pada Samuel. "Be the way bullyan gue waktu itu gimana? asyikkan? Lo suka? mau gue bully lagi?"
Alisa menggeleng cepat. Hanya orang gila yang mau di bully dengan senang hati.
"Gue udah peringatin lo, kalo lo mau sekolah di Dhanista dengan nyaman." Tatapan Bella berubah tajam. "Ikuti kemauan gue. Waktu itu gue mau lo jauhi Aldo, tapi gue malah lihat Aldo cium lo. Lo pikir gue gak tau, lo mau rebut Aldo dari gue kan?"
Alisa hanya diam. Ia sangat ingin mengelak dari tuduhan Bella. Alisa berharap Bella segera tau siapa Aldo sebenarnya.
"Sekarang gue kesini mau beri peringatan lagi buat lo. Ikuti kemauan gue, kalo lo gak mau menderita!" Senyuman licik itu kembali terukir dibibir Bella. Alisa mendongak, memberanikan diri menatap manik Bella. Bella berucap lirih. "Inget, gue gak pernah main-main sama peringatan gue!"
Alisa mengangguk ragu. Mungkin ia bisa menjauhin Aldo, tapi ia tak bisa melarang Aldo untuk mendekatinya. Walau Aldo bukan manusia, Alisa tetap sadar Aldo adalah kakak kandungnya.
"Lo ragu?"
Alisa segera menggeleng. Sebenarnya benar yang dikatakan Bella, dia memang ragu. Tapi Alisa tak mungkin jujur pada Bella, jika dirinya ragu untuk menuruti semua keinginan Bella. Bella pikir dirinya ratu, yang semua ia mau harus dipenuhi.
"Lo mau gue bully lagi?"
Alisa hanya menggeleng.
__ADS_1
"Kalo lo gak mau gue bully gampang kok, ikuti semua keinginan gue!." Bella tersenyum sinis. Alisa hanya mengangguk. "Jauhin Aldo! dan..."
Ucapan Bella menggantung. Alisa menatapnya bertanya. "Ceritain ke gue semua rahasia Aldo!"
Celaka. Ini permintaan tersulit bagi Alisa. Apa Alisa harus jujur? Alisa takut dengan Bella, tapi Alisa juga takut dengan kakaknya. Apa yang harus Alisa lakukan? Apa dia harus berbohong pada Bella? Bagaimana jika Bella tau kalo Alisa membohonginya?
"Dan sebutin nama lengkap lo!"
Tidak bisa. Jika Alisa menyebutkan nama lengkapnya yang bermarga sama dengan Aldo, pasti Bella akan tau siapa Alisa dan Aldo sebenarnya.
"Cepat!" Nada Bella meninggi. Membuat Alisa semakin takut. "Kalo gak, gue bakal..."
"Bella."
Alisa bernafas lega. Bella berdecak kesal. Aldo datang diwaktu yang tepat. Alisa membenarkan posisi kaca matanya yang hampir melorot. Makasih kak, udah nyelamatin Alisa.
Sesaat, Aldo menatap Alisa datar. Kembali menatap Bella, Aldo mencekal pergelangan Bella. "Ikut gue!"
Bella menurut mengikuti Aldo yang entah akan membawanya kemana.
Sampai ditengah koridor, Aldo menghentikan langkahnya. Melepas cekalannya, lalu berbalik menatap Bella. "Gue udah jauhin Alisa, jadi lo juga harus jauhi Alisa."
"Gak!" Bantah Bella tak terima. "Masih banyak yang gue harus dapetin dari cewek cupu itu. Semua rahasia lo ada di dia kan? Nama lengkap dia juga rahasia lo kan? Semua anak indigo mati karena mereka tau rahasia lo. Gue harus cari anak indigo, tapi gue gak bisa nemuin. Dan..."
"Selain anak indigo, Alisa satu-satunya orang yang tau rahasia lo kan?" Bella menghela nafas berat. "Gue capek Al, Raisa bilang tadi malam gue udah tau rahasia lo. Tapi sekarang sama sekali gak ada ingatan tentang itu. Seakan-akan gue amesia dadakan. Gue penasaran Al, lo pacar gue. Gue berhak tau siapa lo."
Aldo masih diam, menatap Bella datar. Ini semua gara-gara Samuel, Raisa dan Loli. Tiga manusia itu seharusnya Aldo lenyapkan terlebih dahulu. Tapi sepertinya umur Bella yang lebih pendek dari mereka, karena... "Lo pacar gue. Gue akan jujur sama lo mulai hari ini. Tapi lo harus jawab pertanyaan dari gue!"
Berkedip beberapa kali. Ini yang Bella inginkan. Bella semakin tak sabar mendengarnya. "Apa? Gue pasti jawab kok."
"Siapa Toni parthenios?" Akhirnya Aldo bisa menanyakan ini pada Bella tanpa basa-basi. "Lo kenal dia kan? dan sekarang dia dimana? Beritau gue, gue juga akan beritau lo semua tentang gue."
Bella menganga tak percaya. "Lo gak tau siapa dia?"
Menggeleng. Jelas Aldo tidak tau, jika Aldo tau kenapa harus mencari sesusah ini.
"Lo gak tau marga gue?"
Aldo menggeleng lagi. Kenapa Bella memberikan pertanyaan tidak penting? kenapa Bella harus bertanya marganya? jelas Aldo tidak tau. Walau Bella pacarnya, namun Aldo tak sekepo itu untuk tau tentang siapa Bella.
________________________________
Akhirnya sebentar lagi Aldo membalaskan dendamnya yeey😆, eh kok yey seharusnya yah😢...
Tunggu kelanjutannya ya readers😉
Jangan lupa Like and Comment.
Like kalian itu sangat berarti buat saya😘
__ADS_1