Cowok Misterius

Cowok Misterius
Tiga


__ADS_3

Bel tanda istirahat berbunyi. Seluruh isi kelas di SMA Dhanista berhamburan keluar. Bella, Raisa dan Loli berjalan dikoridor, mereka menghentikan langkahnya saat Beni menghampiri.


"Hai Bella." Sapa Beni dengan senyuman malu-malu, sambil membetulkan posisi kaca matanya yang hampir melorot.


Bella membalas dengan setengah senyuman, lalu menoleh pada dua sahabatnya. "Kalian berdua kekantin aja dulu, entar gue nyusul, kok."


"Li, kita gak boleh gangguin orang pedekate." Raisa terkekeh.


Hah pedekate?


Loli menggaruk belakang kepalannya yang tidak gatal. Siapa yang pedekate? Belum sempat Loli bertanya, Raisa terlebih dulu menarik pergelangannya membawanya pergi. 


"Bel, ke kantin bareng aku ya!" Ajak Beni yang masih malu-malu. Sangking malunya Beni tak berani menatap manik Bella.


Bella memutar kedua matanya. Yang benar saja, nafsu makannya hilang jika harus kekantin dengan cowok berkaca mata ini.


" Hemm.. " Meletakan jari telunjuknya di dagunya, Bella berpikir sejenak. "Dari pada kekantin, mending lo ikut gue!" 


Bella membalik badannya dan berjalan maju. Beni yang masih malu-malu tanpa protes, mengikutinya dari belakang.


Bella menghentikan langkahnya. Beni bingung, kenapa Bella mengajaknya keruangan kelas Bella? inikan sudah jam istirahat.


"Tuh!" Bella menujuk buku yang tertumpuk di mejanya. "Lo duduk manis di bangku gue dan selesaikan semua tugas yang ada di buku itu!"


Melipat tangannya di depan dada. Bella melenggang pergi meninggalkan Beni, tanpa persetujuan dari Beni. 


Beni menganga, Bella sungguh tega pada dirinya. Perutnya lapar, ingin makan malah disuruh mengerjakan tugas sekolahnya. Beni sebenarnya menyesal mengajak Bella. Bukannya mengisi perut malah memanaskan otak.


"Bella jahat banget sih." Gerutu Beni dengan bibir yang mengerut. Berjalan menuju bangku Bella dengan wajah kesal. Beni mulai membuka buku tugas Bella, menyelesaikan semua tugas yang seharusnya menjadi pekerjaan rumah.


Mau gimana lagi, Beni dibutakan cinta oleh Bella. Dia harus menuruti permintaan Bella, agar Bella juga menyukainya.


Bella berjalan disepanjangan koridor. Mengulum senyum. salah satu jari lentiknya memainkan beberapa helai ujung rambut panjangnya. Dia terus melangkah menuju kantin. "Mau banget sih gue manfaatin tu anak."


Bella tak merasa bersalah sedikitpun kepada Beni, dia malah bahagia berhasil membuat Beni seperti itu.


Sungguh gadis jahat.


Langkah Bella terhenti saat ia berpapasan dengan Samuel, Aldo, Darel dan Nando. 


"Lo kesambet jin apa sih? senyum-senyum sendiri, gak jelas. Kaya orang gak waras." ledek Samuel. Ia berdiri dihadapan Bella.


Senyum Bela luntur. Matanya melotot kearah samuel. "Enak banget ya bilang gue gak waras !" 

__ADS_1


Samuel terkekeh. Bella tak peduli kini maniknya beralih kearah Aldo yang berdiri tak jauh dari Samuel. Emosinyapun berubah mengembalikan senyumnya yang sejenak luntur diwajahnya. "Aldo, kantin yuk!"


"Gue udah ke kantin." Jawab Aldo datar.


Bela mengerutkan bibirnya. Jarinya masih memainkan ujung rambutnya. Merengek ala anak kecil, kakinya dihentak-hentakan beberapa kali. "Ya kekantin lagi lah.."


"Kantin bareng gua aja!" Tawar Nando, bersemangat. Mengedipkan sebelah matanya ke Bella. 


Idih, najis kekantin bareng kecoa gosong kaya dia. Bella mendesis, menatap Nando jijik.


Darel menepuk punggung Nando kasar, sampai Nando meringis kesakitan. "Eh, lo tadikan dah kekantin do!"


"Ya kekantin lagi, nemenin calon pacar lah." Nando menatap genit Bella.


Bella tak menghiraukan Nando. Merengek. "Al.. temenin!"


Samuel terkekeh "Lo ngapain sih, maksa orang, lagian tuh Aldo gak bakalan mau kekantin bareng ondel-ondel macam lo!"


what! ondel-ondel. Apa Bella salah dengar? Cewek secantik Bella disebut ondel-ondel oleh samuel. Apa Samuel Rabun?


Wajah Bela sudah mulai memerah, kedua tangannya mengepal, ingin sekali memukul wajah Samuel. Matanya menatap tajam kearah Samuel "SAMUEL!" 


"Kenapa sih?" Samuel masih terkekeh. Dia sangat bahagia membuat Bella marah seperti ini.


"Iya emang mirip sih." Kini Samuel mulai terbahak.


"GUE SUMPAHIN NANTI MALAM LO TIDUR DITEMANI SEPUPUNYA KUNTILANAK!"


Mata Aldo menatap tajam Bela.


Bela marah, lalu melangkah pergi begitu saja. Samuel dan teman-temanya tertawa kecuali Aldo. 


"GUE JUGA SUMPAHIN, LO PACARAN AMA ANAKNYA POCONG KALO KAGAK AMA IBLIS AJA DEH. COCOK BANGET DAH!" teriak Samuel berharap Bela masih dapat mendengarnya. Dia juga tak terima dirinya disumpahin begitu saja oleh Bella.


Darel menggeleng. Seharusnya kata 'sumpah' tak boleh dibuat mainan. "Lo aneh-aneh aja, main sumpah-sumpahin orang, kalo beneran gimana?"


Samuel hanya terkekeh " Biarin aja, dia juga yang duluan main sumpahin nanti malam gue tidur sama sepupunya kuntilanak, orang gue tidurnya sama Aldo." 


Walaupun sumpah Bella tadi terkabul. Samuel masih ada Aldo yang menemaninya. Jadi Samuel tak perlu takut.


Tanpa ada yang sadar. Aldo menatap Samuel lekat, tangannya mengepal.


Nando mengerutkan kening. Menggaruk kepalanya dengan jarinya. "Gue bingung, sepupunya kuntilanak tuh siapa ya?"

__ADS_1


Samuel mendengus kemudian melangkah pergi, Aldo pun mengikutinya. Darel menepuk punggung Nando lalu menatapnya "Lo pengen tau Sepupunya kuntilanak?"


Nando mengangguk cepat, jari telunjuk Darel mengarah ke depan muka Nando. "Nih.."


Mata Nando membulat, dia juga ikut menunjuk dirinya dengan jari telunjuknya sendiri. "Gu-gue!"


Darel terkekeh pelan, lalu menyusul Samuel dan Aldo yang sudah cukup jauh.


Sedangkan Nando masih berdiri mematung melihati jari telunjuk miliknya yang masih menunjuk ke arahnya. "Gue.."


*****


Raisa dan Loli yang dari tadi duduk di salah satu kursi panjang di kantin. Mereka menunggu Bella sambil menyantap makanan yang sudah terhidang dimeja didepannya itu. Tiba-tiba Bella datang dan duduk disela-sela antara Raisa dan Loli, sehingga dua sahabat Bella itu menggeser bokongnya. Wajah Bela masih merah karena marah.


"Gue benci... banget, sama Samuel!" Ucap Bella dengan suara cemprengnya.


Kedua temannya menatapnya bingung.


"Kenapa?" tanya Loli yang masih mengaduk makannya dengan sendok.


"Masa gue disamain ondel-ondel, terus Aldo juga, dia tuh manusia bukan sih? dingin banget jadi orang kaya kulkas. Belain gue kek didepan Samuel. Gue benci Samuel! Gue benci Aldo!"


Bela terus marah-marah, sedangkan kedua temannya hanya mendengarkan sambil menikmati makanan. Raisa dan Loli sudah biasa mendengarkan omelan Bella, apa lagi yang membuat Bella ngomel adalah Samuel, masalah kecilpun akan terlihat besar bagi Bella.


*****


Samuel, Aldo, Darel dan Nando memasuki kelasnya. Mereka melihat Beni yang sedang duduk di bangku Bella dan langsung menghampirinya. 


"Woy, salah kelas kau," tegur Nando. 


Beni menghela napas. "Aku disuruh Bella ngerjain tugasnya, nanti kalo aku gak selesain tugasnya...Bela gak suka lagi sama aku, gimana?"


Semua guru bilang Beni pinter, tapi menurut gue gobloknya gak ketolongan. Batin Samuel, menggeleng tak percaya.


"Eh Ben, lo mau aja sih dimanfaatin Bella. Asal lo tau ya, Bella tuh gak pernah suka sama lo, lo harus percaya sama ucapan gue, Ben." Jelas Samuel terang-terangan, walaupun tau Beni pasti tak akan mempercayainya.


Beni menatap tajam wajah samuel. "Bilang aja kamu cemburu, kalo aku dekat sama Bella. Ingat ya, Bella sukanya cuma sama aku!" 


Beni bangkit dari duduknya dan beranjak pergi dari kelas itu.


"Wih, bisa marah juga tu kecebong." Ucap Darel sok kaget.


"Korban bucinnya Bela." Nando hanya menggeleng kepala.

__ADS_1


"Dia kira gue cowok apaan?, cemburu? cih, kaya gak ada cewek lain selain Ondel-Ondel tuh!" kekeh Samuel.


__ADS_2