
"Oke, anak-anak jam pelajaran ibu sudah selesai, selamat istirahat."
Bu Maya melenggang pergi, meninggalkan kelas Sebelas IPB3. Semua siswa langsung berhamburan, menuju tongkrongan langganannya.
Alisa merapikan buku pelajarannya diatas mejanya.
"Alisa, kantin yuk!" Ajak teman bangku Alisa.
"Emp..Gue bawa bekal." Alisa tersenyum tipis pada teman sebangkunya itu.
Tiga cewek yang terkenal paling hitz di DHANISTA memasuki kelas itu, menyita perhatian semua siswa yang melihatnya.
Bella diikuti dua sahabatnya, menghampiri cewek berkacamata yang bernama Alisa. Alisa gemetaran, gugup. Firasatnya buruk.
Melipat dua tangannya. Bella menatap Alisa rendah. "Lo ya, yang namanya Alisa?"
Mengangguk gugup. Alisa tak berani menatap manik senior didepannya ini. "I-iya kak."
Mengamati penampilan Alisa. Bella yakin Aldo tak mungkin menyukai cewek cupu sejenis Alisa. Tapi apa maksud pelukan kemarin?
"Lo tau siapa gue?" Bella melirik Alisa lewat ekor matanya. Alisa hanya mengangguk. "Okey, semua siswa DHANISTA pasti tau siapa gue, dan siapa pacar gue lo juga tau, kan?"
Alis menjawab dengan anggukan.
"Terus apa maksud lo main peluk-peluk pacar orang?" Bella meluruskan pandangannya. "Kualitas lo dibanding gue, itu jauh beda. Aldo cocoknya sama gue, dan jangan harap lo bisa ngerebut Aldo dari gue segampang itu!"
Alisa tak menjawab, hanya mendengarkan. Ternyata ini sifat Bella. Tapi itu tak masalah bagi Alisa, ia justru merasa kasihan dengan Bella. Bella sangat mencintai Aldo, andai Bella tau siapa Aldo sekarang, mungkin Bella tak akan secinta ini.
"Gue peringatin lo, kalo lo mau sekolah di DHANISTA dengan nyaman." Bella menatap Alisa tajam. "Jauhi Aldo!"
Mendongak, menatap manik Bella yang sudah membara. Alisa ingin sekali memberitahu semuanya, tapi ia juga merasa takut dengan Aldo.
"Dasar pelac*ur!" Tersenyum sinis. Bellapun melenggang pergi. Loli mengikutinya.
Raisa melangkah mempertipis jaraknya dengan Alisa. "Bella emang gitu orangnya, tapi sebenarnya dia baik kok."
Alisa menatap manik Raisa. Raisa tersenyum lembut padanya.
"Gue yakin lo baik, gak mungkin kan lo ngerebut Aldo dari Bella?" Raisapun melenggang pergi, menyusul Bella dan Loli yang sudah tak terlihat lagi.
Alisa masih menatap pintu yang baru dilewati Raisa. Teman sebanggu Alisa memperpendek jarak mereka.
"Kak Raisa beda banget ya sama kak Bella." Cewek itu mencebik. "Mentang-mentang cantik, Kak Bella sombong, kok kak Aldo mau gitu sama cewek kaya dia?"
__ADS_1
Alisa merapatkan bibirnya. Ia tau alasan Aldo mendekati Bella, ada maunya. Sampai sekarang Alisa tetap merasa kasian dengan Bella, karena Bella mencintai cowok yang salah.
*****
Samuel menatap tiga temannya, yang masih menikmati makanannya masing-masing. Sekarang ia sudah tau rahasia Aldo, tapi entah kenapa sepertinya Aldo masih menyembunyikan sesuatu.
Tapi apa? Pikir Samuel, bingung.
Gue kira setelah, setelah gue ceritain sebagian masa lalu gue ke Samuel, Samuel gak akan penasaran lagi. Ternyata malah lebih. Aldo berhenti memakan makanannya, lalu berdiri.
"Mau kemana?" Samuel menghentikan Aldo yang nyaris melangkah.
Hanya menatapnya datar. Aldo tak menjawab pertannyaan Samuel, membuat Samuel semakin penasaran. Aldopun melenggang pergi begitu saja.
Samuel beranjak berdiri. Dua sahabatnya yang berada diseberang meja menatapnya. "Gue mau ke toilet, ada yang mau ikut?"
Darel dan Nando serempak menggeleng. Untuk apa ikut dengan Samuel ketoilet, lebih baik mengisi perutnya hingga kenyang dikantin.
Samuel meringis. "Oke, emang lebih baik kalian gak usah ikut."
Samuel meninggalkan Darel dan Nando yang masih melahap makanannya.
"Samuel aneh." Ucap Nando, menatap punggung Samuel yang mulai menghilang dari pandangannya.
Sesaat, Darel melirik Nando lewat ekor matanya. "Dari dulu emang aneh tuh bocah!"
Sedangkan Aldo terus melangkah menyusuri koridor, hingga langkahnya terhenti tepat didepan kelas Sebelas IPB3.
Aldo tak masuk keruang kelas itu, karena orang yang ia ingin temui sudah tidak ada didalamnya. "Mana Alisa?"
Apa Alisa dikantin?
Tidak. Aldo tau sepertinya Alisa dimana. Berbalik meninggalkan kelas yang ingin masuki, Aldo berjalan ke arah pohon rindang, tempat dirinya dan Alisa bertemu kemarin.
Tapi, saat Aldo sampai disana, cewek yang ia cari tak ada. Kemana sekarang Alisa?
"Kak."
Aldo berbalik. Cewek bertubuh kurus itu tertunduk, tak berani menatap manik Aldo. "Alisa."
Aldo melangkah mempertipis jarak mereka. Alisa mundur menjauh.
"Ma-maaf kak.." Alisa masih menunduk, takut. Tangan mungilnya gemeteran, menggenggam erat kotak nasi yang ia bawa. "Nanti kak Bella, marah."
__ADS_1
Langkah Aldo terhenti. Dari mana Alisa tau Bella akan marah, jika dia dengan Alisa. "Alisa, kakak akan menepati janji kakak kekamu."
Mendongak. Alisa memberanikan diri menatap manik cowok dihadapannya ini. "Jan-janji apa, kak?"
"Kamu harus tau.." Aldo memberi jeda, ia berharap Alisa tak takut lagi padanya setelah ini. "Kenapa sampai sekarang, kakak masih hidup."
Keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya. Entah kenapa ia semakin takut jika Aldo berucap seperti itu, Alisa tidak yakin kalau saat ini ia bicara dengan Aldo.
Aldo menghampiri Alisa, kali ini Alisa tak menjauh. Menangkup kedua pipi Alisa. Aldo menatap lembut manik Alisa yang mulai berkaca-kaca. "Kamu harus percaya dengan kakak mu!"
Tapi kamu bukan kakak ku. Ucap Alisa dalam hati.
"Enggak!" Aldo tersenyum miring. "Aku tetap sama, Aku kakak mu Alisa!"
"Kamu bukan kak Aldo!" Bantah Alisa. Air matanya mulai mengalir dipipi tirusnya. "Gak mungkin kak Aldo.."
Alisa tertegun. Aldo mengecup singkat keningnya.
"Sekarang kamu yakin, kalo cowok didepan kamu ini, kakak kamu." Aldo tersenyum, menghapus air mata dipipi Alisa. "Tapi, sekarang kita beda Alisa!"
Mundur menjauh dari Alisa. Alisa masih menatapnya bingung. Aldo tersenyum samar. "Nanti malam kita ketemu!"
Aldo berbalik lalu pergi. Alisa sungguh dibuat bingung, apa maksud Aldo. "Sekarang kita berbeda?"
Sedangkan tak jauh dari tempat Alisa berdiri. Seorang cewek telah mengamati kedekatan Aldo dan Alisa. Tangannya mengepal. Matanya membara. "bit*hes!"
Cewek berambut bergelombang menenangkannya. "Udah deh Bel, itu bukan Salah Alisa."
Menoleh. Bella menatap Raisa tajam. "Mata lo kemana, Lo gak liat bit*hes itu diam aja pas Aldo cium dia."
Raisa hanya menghela nafas panjang. Menurut Raisa, sebenarnya Aldo yang salah, tapi Bella tetap saja menyalahkan cewek berkaca mata itu.
"Tapi tenang aja." Bella tersenyum sinis. "Gue akan bikin hidup dia menderita, kalo dia tetep deketin Aldo."
Loli ikut mendekati Bella. "Bel, gak kebalik ya, dari yang kita lihat tadi, Aldo kan yang dekatin Alisa."
"Li.." Raisa melotot ke Loli. Loli langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
Bella diam. Hatinya kembali sakit. Kenyataannya memang benar, Aldo yang mendekati Alisa. Alisa hanya diam, bahkan terlihat takut saat didekati Aldo.
Menguatkan dirinya. Bella tak boleh menyerah. Ia harus menyingkirkan Alisa dari hidup Aldo. "Alisa harus pergi!"
Raisa dan Loli membelalak. Mereka tak tau apa yang terjadi selanjutnya, apa yang akan dilakukan Bella ke Alisa?
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian, jika kalian sudah membaca...
Terimakasih...