Cowok Misterius

Cowok Misterius
Enam Belas


__ADS_3

Nando bersenandung menyusuri kantin. Duduk di kursi samping Darel berseberangan dengan Aldo. Ia tersenyum Lebar. Samuel dan Darel menatapnya ngeri.


"Al," Aldo menatapnya datar. Nando melempar cengiran. "Gue udah iklasin Bella buat lo. Gue restuin hubungan kalian berdua. Gue iklas, iklas, iklas!"


"Alah.. bilang aja lo takut sama Aldo kan?" Samuel tau Nando sangat mencintai Bella sejak kelas sepuluh. Mana mungkin bisa melepaskan Bella begitu saja.


"Gue udah nemuin pengganti Bella" Nando tersenyum. Samuel dan Darel menatapnya penuh penasaran. "Tuhan itu adil. Gue iklasin Bella buat Aldo, Tuhan langsung kirimin bidadari cantik dari khayangan buat gue!"


Darel mencebik. "Palingan ikan asin jatuh dari genteng, Lo sebut bidadari"


Samuel dan Darel terbahak-bahak. Aldo menggeleng.


Receh. Gumam Aldo dalam hati.


Senyuman Nando memudar. Kenapa dirinya selalu dibully oleh dua sahabatnya itu. "gue serius!"


Samuel dan Darel diam. Menatap Nando serius. Beberapa detik, Tawa keduanya pecah lagi, Mengundang perhatian penghuni kantin.


Nando menghela nafas. Berdiri hendak pergi. percuma saja ia gabung dengan teman-temannya, yang ada emosinya naik lagi. "Terserah kalian!, gue tadi cuma mau bilang sama Aldo kalo gue ngerestuin hubungannya dengan Bella."


"emang siapa sih cewek lo?" Kini Darel bertanya serius.


Pertanyaan Darel menghentinkan langkah Nando. Menatap kedua sahabatnya bergantian. Nando bahkan lupa bertanya namanya. Jika dia jujur kepada dua temannya ini pasti ditertawakan lagi. "Kelas sebelas IPB 3"


Samuel menahan nafas. Ingin sekali ia mengganti otak nando sekarang juga. "Eh, kerupuk terasi. Darel tuh nanya namannya bukan kelasnya. gue udah bilang berapa kali sama lo, Gob**k jangan dipelihara!. Ngeyel banget dibilangin"


Nando menelan ludah. Bagaimanapun caranya ia tidak boleh jujur. Ia harus mencari si cewek itu dan bertanya namanya sekalian alamat rumahnya jika perlu.


"Nando," Aldo berucap datar. Ketiga temanya menatapnya. Nando semakin gugup. "Belum tau nama ceweknya."


tepat.


Nando ingin kencing dicelana. Samuel dan Darel pasti membuat pengumungan keseluruh penghuni SMA DHANISTA. Nando pasti dituduh mengaku-aku cewek lagi sebagai gebetannya. Aldo selalu saja, sekali berucap langsung tepat sasaran.


Darel menyipitkan matanya kearah Nando. "Bener kata Aldo, lo gak tau nama cewek yang lo taksir?"


Nando menggeleng cepat. "gu-gu.."


"Gunawan!, nama cewek lo gunawan!" tebak samuel asal-asalan.


Nando menggeleng. Apa-apaan Samuel, nama yang Samuel sebutkan bahkan tidak cocok untuk perempuan. "ma-maksu.."


"emak suti!, Lo pacaran sama emak suti, kan." Kini Darel yang menebak.


Nando menggeleng lagi. Bahkan ia ia tidak kenal dengan emak suti.


Samuel dan Darel terus menebak. memotong ucapan Nando yang belum selesai. beberapa penghuni kantin bahkan terganggu dengan suara mereka.


Berisik. Aldo juga terganggu. rasanya ingin mencakar satu persatu temanya ini. Ia berdiri.

__ADS_1


"Lo mau kemana?" tanya Samuel. Menghentikan langkah Aldo.


"Kelas." Aldo melangkah pergi begitu saja. 


Samuel memutuskan untuk ikut Aldo. 


Darel yang melihatnya juga mulai beranjak pergi. Ia menepuk bahu Nando "Selamat ya, gue do'ain lo langgeng sama Sumiyem" Darel melenggang pergi. Meninggalkan Nando yang masih berdiri ditempat.


Sebelumnya, tebakan nama gebetan Nando berhenti di nama Sumiyem. Nando menatap temannya yang sudah keluar dari ruang kantin.


"Gue udah duga, kalo ketemu mereka bunga-bunga dihati gue hilang!" gumamnya.


*****


Bel berbunyi. Tanda jam pelajaran berakhir. Setelah guru keluar kelas. Siswa-siswi SMA DHANISTA berhamburan keluar kelas menenteng tasnya masing-masing. 


Bella memasukan buku kedalam tas, Terhenti. Matanya menatap seseorang yang menghentikan langkah Aldo diambang pintu kelas.


Vera. Cewek berambut ikal itu menghampiri Aldo. "Al, gue denger-denger lo tinggal sama Samuel ya?"


"hmm" Aldo sangat malas meladeni cewek didepannya ini. Sifatnya sebelas duabelas dengan Bella.


Samuel dan dua temanya sudah terlebih dahulu keluar kelas. Kelas sudah sepi. Hanya Aldo, cewek itu dan bella yang masih merapikan bukunya di meja dengan Raisa.


"Lo mau gak nanti malam jalan sama gue? biar gue yang jemput lo."


Ucapan Vera membuat Bella hampir tersedak ludahnya sendiri. Vera berani-beraninya menggebet cowok incaran Bella. Menghampiri Aldo dan Vera. Bella mendorong Vera kasar.


Aldo melepaskan cekalannya pada pergelangan Vera. Mengangguk. "hmm" Ia sengaja melakukan itu. Sebentar lagi dua cewek ini masuk kedalam permainan gue!


satu. Aldo mulai menghitung dalam hati.


Vera menatap tajam Bella yang sudah mendorongnya. "Lo apa-apa'an sih, Bel. Gue salah apa sama lo?"


Bella menggeram marah. tangannya mengepal kuat. "Lo masih tanya sama gue kesalahan lo apa? banyak Ra, Banyak banget ampe gak keitung!"


Vera tau Bella marah karena ia mengajak Aldo malam mingguan. Ia hanya berpura-pura tidak tau apa-apa didepan Aldo. "oh ya? gue lupa sorry, gue janji bakal nambah masalah buat lo."


"Berengsek!"


Dua. Lanjut Aldo.


Vera mendekatkan bibirnya ketelinga Bella. Berbisik. "Setelah nanti malam gue jamin, Aldo udah gak perjaka lagi."


Bella menyambar leher Vera. Mencekiknya. Vera berusaha melepaskan cengkeraman Bella pada lehernya, tapi Bella terlalu kuat jika sedang marah.


Bodoh. Aldo tersenyum puas dalam hati. Melihat dua cewek didepannya yang merebutkannya.


Raisa yang melihatnya tidak tinggal diam. Ia menghampiri. Menarik lengan Bella hingga melepaskan cengkeramannya pada leher Vera.

__ADS_1


Vera terbatuk-batuk.


Aldo berdecak. permainan gue gagal!. 


Menatap Raisa tajam. Aldo sangat yakin dikehitungan ketiga Vera pingsan. Bella akan membuat masalah besar di sekolah ini.


Raisa balas menatap Aldo tajam. manik mereka saling menumbuk. "Al, Bisa-bisanya lo diam aja, padahal mereka begini gara-gara lo!"


Acuh dengan perkataan Raisa. Menatap Vera yang masih mengelusi lehernya. "Ra, biar gue yang jemput lo!"


Vera tertegun. Kali ini bukan Bella yang menang, tapi dirinya. Akhirnya ia bisa mengalahkan Bella. Vera tersenyum manis. Mengangguk. mensetujui ucapan Aldo.


Aldo berbalik. Seringai lebar mulai terukir diwajahnya. Ia pun melangkah pergi.


Vera menatap Bella yang berdiri mematung di samping Raisa. Wajahnya, ah.... ia sangat bahagia melihat wajah Bella sekarang. "Bella!" Bella menatapnya. Vera menjulurkan lidah. lalu melenggang pergi begitu saja.


Bella menatap kosong kepergian Vera. Raisa memegang bahunya. "Sa, lo bilang Aldo pasti suka sama gue, Kan." Bella ter senyum kecut. "mana?"


Bibir Raisa tertutup rapat. Ia tidak bisa berkata-kata saat ini. Ia tidak bisa membuktikan ucapanya pada Bella. Tangan Bella mengepal kuat sampai bergetar. Apa kali ini Bella benar-benar jatuh cinta?


*****


Aldo berjalan santai di sepanjang koridor. Ia mengambil telponnya yang bergetar, di saku baju seragamnya. Pesan dari Samuel.


Samuel : "Lo dimana sih, Al. Lama banget. bersihin perpus ya?"


Suara langkah seseorang menyita perhatian Aldo. 


Cewek bersurai sebahu keluar dari kelasnya. Sendiri. Ia menghentikan langkahnya saat menyadari keberadaan Aldo.


Aldo membalas pesan dari Samuel.


Aldo : "Duluan aja, gue ada urusan."


Memasukan kembali benda pipih itu kesakunya. Aldo menyeringai. Menatap cewek yang berdiri tiga meter darinya. 


Matanya membulat. Badanya gemetar. keringat dingin mulai bercucuran. pucat. Ia menggeleng saat Aldo mulai mendekat. "Ja-jangan!" Ia terus menggeleng meminta Aldo untuk tidak mendekat.


"Ahh... Gue baru tau ada cewek secantik lo di sekolah ini. Ayo kita bersenang-senang!" suara Aldo menggoda. Ia tersenyum lebar, senyum yang jarang terukir diwajahnya.


Air mata mulai membanjiri pipi cewek itu. Ia ingin berlari tapi entah kenapa tiba-tiba kakinya berat untuk melangkah. Ia juga ingin teriak tapi tenggorokannya terasa kering. Aneh, apa semua ini permainan dari cowok didepannya.


"Cantik.." Aldo menatap cewek itu tajam. mencengkeram rahangnya. memaksanya untuk menatap iris merah Aldo. "kita harus mencari tempat yang cocok untuk bersenang-senang...misalnya.."


Aldo memberi jeda. Cewek itu semakin ketakutan, ia tau bersenang-bersenang yang dimaksudkan Aldo itu apa. "ayo kita lakukan di gudang sekolah"


"A-ampun.."


Aldo mencengkeram lehernya dan menarik cewek itu paksa.

__ADS_1


*****


__ADS_2