Cowok Misterius

Cowok Misterius
Empat Empat


__ADS_3

"Lo berhak tau rahasia ini karena lo pacar gue. Gue percaya, lo pasti akan jaga semuannya. Jadi, jangan hianatin kepercayaan gue ke lo."


"Gue gak akan hianatin lo, Al." Senyuman bahagia itu, tak sesekali pudar dari bibir Bella. Tanpa mengganti baju seragamnya, Bella merebahkan tubuhnya di atas kasur. Memeluk erat boneka sapi milik Loli. Manik Bella terpejam erat, merasakan desiran aneh dalam hatinya. "Gue gak akan hianatin kepercayaan lo ke gue. I will keep this a secret."


"Secret?"


Manik Bella terbuka, Loli berdiri disamping kasur. Bella beringsut duduk. "Loli, sejak kapan lo ada disitu?"


"Sejak gue tau lo meluk sapi gue." Loli memiringkan kepalanya, menatap Bella yang terlihat gelisah. "Lo sembunyiin rahasia apa?"


Bella tak mungkin mengatakan rahasia ini pada Loli, walaupun Loli sahabatnya. Itu sama saja, menghianati kepercayaan Aldo padanya. "Namanya juga rahasia, kalo gue ceritain ke lo, bukan rahasia lagi dong."


Membulatkan bibirnya, Loli mengangguk mensetujui ucapan sahabatnya. "Iya juga sih."


Berkedip beberapa kali. Bella kira Loli akan mendesaknya untuk menceritakan semuannya. "Gue kira lo sama kaya Raisa dan Samuel, kepo banget sama Rahasia Aldo."


"Rahasia Aldo?" Loli berkedip tak percaya. Ternyata yang dimaksud Bella adalah rahasia Aldo. Bagi Loli rahasia Bella itu tak penting, tapi jika rahasia Aldo, Loli juga penasaran. "Lo udah tau semua rahasia Aldo?"


"Enggak semuannya sih." Meletakan boneka sapi ke kasur. Bella berdiri, berjalan gontai menuju lemari pakaiannya. "Tapi Aldo udah ngasih tau gue, rahasia Aldo yang sangat penting."


Manik Loli terus mengekori Bella. "Emangnya rahasia Aldo itu apa sih?"


Menoleh, satu alis Bella terangkat. "Ternyata lo sama aja kaya Samuel dan Raisa, kepo!"


Mengerutkan bibirnya, karena kesal dengan Bella. Loli keluar dari kamar, menghampiri Raisa yang sedang bertelponan dengan orang tuanya di ruang tengah.


Setelah selesai bicara dengan kedua orang tuanya, Raisa menutup telponnya. Menatap Loli disampinnya. "Kenapa wajah lo gitu?, gak enak banget gue liatnya."


"Bella tuh.." Loli menatap Raisa yang sedang mendengarkannya. "Gak mau bagi-bagi informasi."


"Informasi apa?" Raisa meletakkan ponselnya dimeja. Raisa sebenarnya tak tertarik dengan cerita Loli. Untuk apa Loli marah karena Bella tak mau berbagi informasi. Bagi Raisa informasi yang didapat Bella itu, biasanya tak berguna untuk Raisa. "Tumben lo, kali ini pengen tau banget sama informasi Bella."


"Ini bukan tentang Bella." Ucap Loli setengah teriak. Raisa semakin bingung dengannya. "Tapi tentang rahasia Aldo. Bella udah tau rahasia Aldo, dan gak mau cerita sama kita."


"Hah, Bella udah tau rahasia Aldo!"  Nyaris tak percaya. Raisa menelan ludahnya. Dari mana Bella tau rahasia Aldo, bukannya tadi dia diculik Samuel. Jangan-jangan Samuel gak hukum Bella, tapi kerja sama buat bongkar rahasia Aldo. Mereka tega banget gak ngajak gue ama Loli.


"Sa!" Loli menyadarkan Raisa yang tiba-tiba diam, termenung. "Lo mikir apa?"


Tangannya mengepal. Raisa berdiri, lalu menatap Loli yang masih duduk. "Kita paksa Bella buat ceritain semuanya!"


*****


Samuel masih duduk disofa sambil menyalin data dilaptopnya. Banyak foto Delia Arily yang masih di simpannya, Samuel tak bisa menghapus semuannya. Entah sampai kapan Samuel terus seperti ini, tak bisa merelakan kepergian kekasihnya untuk selamanya.


Menatap beberapa foto dimonitor yang sudah bergaris putih itu. Samuel menghela nafas berat. "Seandainya lo masih hidup."

__ADS_1


"Gue sama Nando emang masih hidup, Sam."


Meluruskan maniknya. Samuel lupa jika dua sahabatnya itu duduk disofa seberangnya. "Gue kira lo berdua mayat hidup, dari tadi gak ada yang ngomong, diem aja."


Suara deret pintu terbuka. Samuel dan dua temannya menatap Aldo yang baru datang, selesai mengantarkan Bella pulang.


Tak menghiraukan tiga temannya diruang tengah. Aldo berjalan melewati mereka, menuju kamarnya.


"Nah, barusan yang lewat tadi mayat hidup." Nando terkekeh.


Ucapan Nando masih terdengar jelas. Aldo hanya tersenyum miring. Seandainya mereka tau ucapan Nando itu memang fakta, Aldo ingin melihat bagaimana raut wajah mereka.


Samuel menutup laptopnya, saat Darel menghampirinya. "Lo mau ngapain?"


"Mau lihat laptop lo, Katanya rusak, mana?" Tangan Darel terulur menyentuh laptop Samuel. Samuel menepisnya kasar. "Kenapa? gue kan cuma mau lihat."


"Gue mau kekamar." Samuel mengambil laptopnya, lalu melenggang pergi. Darel hanya menatapnya bingung, sambil menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.


"Al," Menghampiri Aldo. Aldo menatapnya, Samuel duduk ditepi kasur. "Yang tadi maaf ya, gue janji gak akan lagi kepoin privasi lo."


"Hmm."


"Oh ya, pas lo pulang sekolah tadi kok gue gak tau." Samuel mengusapkan ibu jarinya kedagu. "Tadi kan gue duduk disofa tengah, tapi gak ada lihat lo."


Aldo melirik Samuel lewat ekor matanya. Samuel masih bingung, Aldo kembali meluruskan pandangannya. "Tadi lo terlalu fokus ke laptop, sampai lo gak sadar kalo gue udah masuk rumah."


Samuel mengangguk mengerti, padahal pikirannya masih bingung. Apa benar yang dikatakan Aldo? Samuel tak bisa menebak, wajah Aldo selalu datar. Ia tak tau Aldo berbohong atau tidak.


*****


"GUE GAK MAU! POKONYA GUE GAK MAU CERITA RAHASIA ALDO KE KALIAN!"


Bella terus berteriak, memberontak. Raisa dan Loli terus menggelitikinya.


"Kita gak akan nyerah Bel, sampai lo cerita semuannya!" Raisa menahan kedua tangan Bella. Loli yang menggelitiki Bella.


"Aaaa.. Li, gua lemes sumpah.." Tak tahan karena geli, Bella sampai menangis.


Raisa mendengus. Bella sangat keras kepala, berbagai cara sudah Raisa coba untuk membujuk Bella. Namun Bella tetap bungkam. "Ah, udah gue capek!"


Loli berhenti menggelitiki. Raisa sudah melepaskan tangan Bella. Bella beringsut duduk, nafasnya terengah-engah.


"Sumpah gue gak kuat." Bella menarik nafas, lalu menghembuskannya kasar. "Untung gue gak ngompol."


"Gue mau tanya Samuel aja deh." Raisa mengambil poselnya. Sepertinya memaksa samuel lebih mudah dari pada Bella.

__ADS_1


"Tanya aja." Bella tertawa kecil. "Yang tau rahasia Aldo cuma gue!"


Raisa mendesis geram. Bagaimana bisa Bella semudah itu mengetahui rahasia Aldo? Apa benar Aldo yang memberitahunya? Lalu apa rahasia Aldo sampai Bella saja juga menutup rapat semuannya.


Bella tersenyum melihat Raisa yang semakin penasaran tentang Aldo. Nyaris turun dari kasur, tangan Bella ditahan Loli. Satu alis Bella terangkat, apa lagi yang ingin dilakukan sahabatnya ini padanya?


"Gue cuma mau bilang, mungkin raisa lupa." Loli menatap Raisa yang juga bingung seperti Bella. "Bokap lo tadi kesini."


"Ayah gue." Bella menyipitkan pandangannya. "Ngapain dia kesini?"


"Katanya sih mau minta maaf, terus..." Raisa melirik Bella disampingnya. "Bokap lo pengen lo pulang ke rumah."


"Ogah!"


"Ya bilang ogahnya ke bokap lo lah, Jangan kekita." Raisa memutar matanya. Loli mengangguk setuju dengan ucapan Raisa.


Tangan Loli terulur mengambil ponselnya di sampingnya. Maniknya membulat, saat membaca notifikasi pada layar benda pipih itu. "Satu siswi Dhanista meninggal lagi!"


hah?


Raisa dan Bella bergegas mengambil masing-masing ponselnya. Membaca notifikasi yang sama. Diantara mereka, Bella yang paling tak percaya.


"Abila Gleara bunuh diri!" Badan Bella lemas seketika. Kenapa Abila bunuh diri? Apa penyebabnya? Padahal Bella masih ingin menanyakan rahasia Aldo lebih banyak pada Abila. Bella yakin Abila tahu semuannya tentang Aldo. "Apa Abila bunuh diri gara-gara Aldo?"


"Maksudnya?" Tanya Raisa dan Loli serempak. Mereka bingung kenapa Bella berkata seperti itu.


Manik Bella menatap kosong. Pikirannya kembali pada kematian Beni. "Sebelum Beni bunuh diri dia kirim pesan ke gue, Beni tau rahasia Aldo. Sama kaya Abila, tadi dia juga bilang ke gue kalo dia tau rahasia Aldo. Dan sekarang Abila mati bunuh diri."


"Jadi maksud lo, mereka bunuh diri karena takut sama Aldo?" Raisa berkedip tak percaya. Bella mengangguk mensetujui pernyataanya.


Loli menggeleng cepat. "Enggak. Kalo itu alasan mereka, kenapa Bella juga gak bunuh diri bukannya Bella juga tau rahasia Aldo?"


Raisa dan Bella mengangguk setuju, ada benarnya juga ucapan Loli.


Tiba-tiba manik Bella terarah pada Loli. "LO NYURUH GUE BUNUH DIRI JUGA!"


_________________________________


Buat para readers saya minta maaf lagi ya karena saya jarang up🙏 Soalnya saya lagi sibuk maraton drakor😭 tapi saya sempatin sambil ngetik cerita ini sampai end. Jujur semua ide cerita ini udah numpuk di otak tapi saya males ngetik, readers juga berkurang ya gara-gara saya sibuk sama drakor jadi gak pernah promosi😢. Jujur saya jadi bucinnya Ji chang Wook, Padahal suami saya itu Oh Sehun lho, gimana nih kalo ketahuan selingkuh?😭


Eh kok malah curhat😂...


Oh ya readers "Cowok Misterius" ini bentar lagi end. Semoga kalian suka ya sama endingnya😘 kalo gak suka juga gak pa-pa, yang penting saya suka😂 Karena saya Author yang egois😱


Jangan lupa like and comment😉

__ADS_1


__ADS_2